ANALISIS SIFAT FISIKA TANAH PADA DUA KELAS LERENG DI KEBUN KARET DESA MANGGALA KECAMATAN PINOH SELATAN KABUPATEN MELAWI
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i2.63519Keywords:
soil physical properties, slope class, rubber plantation"™sAbstract
Sifat fisika tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman sangat berkaitan dengan pengelolaan tanaman yang tumbuh diatasnya. Sistem olah tanah juga turut mempengaruhi sifat-sifat fisika tanah. Lereng yang semakin curam dan semakin panjang akan meningkatkan kecepatan aliran permukaan dan volume air permukaan semakin besar, sehingga tanah yang diangkut akan lebih banyak. Meningkatnya erosi menyebabkan penurunan kualitas sifat fisika tanah yang dicirikan dengan terjadinya pemadatan tanah yang mengakibatkan porositas dan kadar air tanah menurun. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis sifat fisika tanah pada lahan berlereng di kebun karet. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis sifat fisika tanah pada kelas lereng datar (0-3%) dan miring (15-30%) di kebun karet Desa Manggala Kecamatan Pinoh Selatan Kabupaten Melawi. Penentuan titik pengamatan dilakukan dengan metode grid diagonal 5 titik setiap lahan. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Hasil uji-t pada kelas lereng datar dan miring parameter yang berbeda nyata adalah teksur tanah fraksi pasir, bobot isi tanah, kadar air kapasitas lapangan, porositas tanah, permeabilitas tanah dan kemantapan agregat tanah kedalaman 0-30 cm, sedangkan yang tidak berbeda nyata adalah tekstur tanah fraksi debu dan liat, kemantapan agregat kedalaman 30-60 cm.
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Mempawah. 2020. Kabupaten Mempawah Dalam
Angka. Mempawah : Badan Pusat Statistik Kabupaten Mempawah.
Barchia MF. 2006. Gambut Agroekosistem dan Transformasi Karbon. UGM Press. Yogyakarta.
Endriani dan Zulhalena, 2008. Kajian Beberapa Sifat Fisika Andisol pada Beberapa
Penggunaan Lahan dan Beberapa Kelerengean di Kecamatan Gunung Kerinci.
Universitas Jambi, Jambi.
Elfiati, Deni, dan Delvian. 2010. Laju infiltrasi pada berbagai tipe kelerengan di bawah tegakan ekaliptus. Jurnal Hidrolitan.
Hanafiah, K.A. 2010. Dasar-dasar Ilmu Tanah. PT. Raja Grafindo. Jakarta.
Hardjowigeno, S., 2007. Ilmu Tanah. Akamedia Pressindo. Jakarta.
Rahmah, S., Yusran, dan Husain, U. 2014. Sifat Kimia Tanah Pada Berbagai Tipe
Penggunaan Lahan Di Desa Bobo Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Warta
Rimba Vol:2 (1)
Refliaty dan EJ. Marpaung. 2010. Kemantapan Agregat Ultisol. J. Hidrolitan. Faperta Universitas Jambi.
Rosyidah.E, dan Wirosoedarmo. R., 2013. Pengaruh Sifat Fisik Tanah pada
Konduktivitas Hidrolik Jenuh Di 5 Penggunaan Lahan (Studi Kasus Di
Kelurahan Sumbersari Malang). J. AGRITECH. Fakultas Teknologi
Pertanian, Universitas Brawijaya.
Sakti. 2009. Evaluasi ketersediaan hara makro N, P dan K tanah sawah irigasi teknis dan tanah hujan di kawasan industri Kabupaten Karanganyar. Skripsi. Universitas Sebelah Maret. Surakarta.
Seta, A. K., 1987. Konservasi Sumberdaya Tanah dan Air. Kalam Mulia, Jakarta.
Vergani, C and Graf, F. 2015. Soil Permeability, Aggregate Stability and Root
Growth : A Pot Experiment From A Soil Bioengineering Perspective.
Ecohydrolofy. Hal 13.
Yulipriyanto, H. 2010. Biologi Tanah dan Strategi Pengolahannya. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Yulnafatmawita, Detafiano, D., Afner, P., dan Adrinal.2014. Dynamics of
Phusical Properties of Ultisol under Corn Cutivation in Wet Tropical
Area.Internatinal Jurnal on Advanced Science Engineering
InformationTechnology. Vol 4(5) :11-15 hal.