PENGARUH KOMPOS LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN PADA TANAH ALUVIAL
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i4.63718Keywords:
Aluvial, Jamur Tiram, Kompos Limbah Baglog, MentimunAbstract
Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan tanaman sayuran semusim yang tumbuh menjalar atau memanjat dengan menggunakan lanjaran. Usaha pemanfaatan limbah baglog jamur tiram sebagai kompos diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah aluvial sehingga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis yang terbaik dari pemberian kompos limbah baglog jamur tiram terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun pada tanah aluvial. Penelitian berlangsung dari tanggal 15 Agustus "“ 20 Oktober 2022. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu kompos dengan 4 taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap unit perlakuan terdapat 5 sampel tanaman sehingga total keseluruhan ada 100 sampel tanaman perlakuan yang dimaksud yaitu p1 (100 g/polybag), p2 (300 g/polybag), p3 (500 g/polybag) dan p4 (700 g/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), panjang buah (cm), berat buah per tanaman (g) dan berat buah per buah (g). Pelaksanaan penelitian ini dimulai dengan menyiapkan media tanam yaitu tanah aluvial, kapur dolomit kemudian ditambahkan dosis kompos sesuai perlakuan, setelah itu diaduk merata dan diinkubasi selama 2 minggu. Analisis tanah dilakukan untuk melihat kandungan pH. Bibit mentimun berumur 2 minggu dipindahkan ke media tanam. Pemeliharaan meliputi penyiraman setiap hari pagi dan sore, pemupukan dengan NPK dengan dosis 0,4 g/polybag 15 HST, 0,8 g/polybag 20 HST dan 1,2 g/polybag 25 HST. Proses Pemanenan tanaman mentimun dilakukan 34 HST. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan kompos limbah baglog jamur tiram dengan dosis 300 g/polybag sudah mencukupi terhadap volume akar dan berat kering sedangkan dosis 700 g/polybag sudah mencukupi untuk berat buah per buah sedangkan hasil jumlah buah.
References
Barus, W. P. (2019). Respon Pertumbuhan Dan Poduksi Tanaman Mentimun Jepang (Cucumis Sativus L) Terhadap Pemberian Bokhasi Baglog Jamur Tiram Dan Poc Azolla. Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Agroteknologi 3(4) 1–62.
Haedar1, Z., Kasifah2, I. M., Nurson Petta Pudji4. (2022). Pertumbuhan Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Melalui Pemberian Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk Kandang Kambing. Agrotek: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian, 6(1), 99–108.
Kartikasari, O., Aini, N., Koesriharti. (2016). Respon Tiga Varietas Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Terhadap Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Giberelin (Ga3). Jurnal Produksi Tanaman, 4(6), 25–30.
Mastur. (2016). Sinkronisasi Source dan Sink untuk Peningkatan Produktivitas Biji pada Tanaman Jarak Pagar. Jurnal Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri, 7(1), 52-61.
Permatasari, I. (2015). Kajian Sifat Fisik Buah Mentimun (Cucumis sativus L.) Menggunakan Pengolahan Citra. In Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering ASCE 12(11), 31-47
Purba, D., Widjajanto, D. W., Purbajanti, E. D. (2019). Pengaruh berbagai dosis nitrogen dan waktu pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung hijau (Solanum melongena L.). Journal of Agro Complex, 3(3), 59-72.
Rachmattulloh, M., Natawijaya, D. (2021). Pertumbuhan dan Hasil Mentimun (Cucumis sativus L.) varietas Wulan yang Diberi Pupuk Kascing (Vermicompost) dan Urea. Journal of Agrotechnology and Crop Science, 1(1), 1–9.
Sihaloho, A., Purba, R., Siregar, D. E. (2020). Pengaruh Pupuk Bioorganik dan Dosis Pupuk NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun (Cucumis sativus L.). Jurnal Rhizobia, 8(1), 32–41.
Sumbayak, R. J., Gultom, R. R. (2020). Pengaruh Pemberia Pupuk Fosfat dan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max). Jurnal Darma Agung, 28(2), 53-59.
Utama, aditia edy. (2017). Aplikasi Trichokompos dan Pupuk NPK Pada Bibit Kakao. Jurnal Ilmu Pemupukan Tanaman 4(2), 1–14.