PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING DAN LAMA SOLARISASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL

Authors

  • Muhammad Iqbal Muflih Dept. Plantation plant Cultivation, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak, [Scopus ID: 57209858053]
  • Rini Susana Dept. Plantation plant Cultivation, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak, [Scopus ID: 57209858053]
  • Maulidi Maulidi Dept. Plantation plant Cultivation, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak, [Scopus ID: 57209858053]

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i4.63756

Keywords:

aluvial, bawang merah, pupuk kadang kambing, solarisasi

Abstract

Bawang merah (allium ascalonicum L) merupakan satu diantara jenis komoditas tanaman hortikultura yang tergolong dalam sayuran rempah. Pemanfaatan tanah aluvial di Kalimantan Barat untuk budidaya bawang merah memiliki hambatan yaitu tingkat produktifitasnya rendah. Satu diantara upaya dalam meningkatkan produktivitas tanah aluvial adalah dengan menambahkan pupuk kandang kambing namun pupuk kandang kambing harus dikomposkan terlebih dahulu dan upaya untuk mempercepat proses pengomposan adalah dengan solarisasi. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan perlakuan dosis pupuk kandang kambing dan lama solarisasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Sungai Kakap. Penelitian dilaksanakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 2 faktor perlakuan dengan 3 ulangan. Solarisasi sebagai main plot (S) yaitu S1 Solarisasi 2 minggu, S2 Solarisasi 3 minggu, S3 Solarisasi 4 minggu dan dosis pupuk kandang kambing sebagai sub plot (P) yaitu P1 Pupuk kandang kambing 20 ton/ha, P2 Pupuk kandang kambing 40 ton/ha, P3 Pupuk kandang kambing 60 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu tinggi tanaman, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, berat segar umbi perbedengan, berat kering angin umbi per rumpun dan berat kering angin umbi perbedengan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama solarisasi dan dosis pukan kambing memberikan hasil yang sama terhadap semua variabel pengamatan. perlakuan solarisasi 2 minggu dan dosis pupuk kandang kambing 20 ton/ha merupakan perlakuan yang efektif terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial.

References

Brugman E, Purbajanti ED, Fuskhah E. 2017. Pengendalian Penyakit Hawar (lateblight) pada Kentang (Solanum tuberosum l.) Melalui Penerapan Solarisasi Tanah dan Aplikasi Agen Hayati Trichoderma harzianum. Journal of Agro Complex 1(2): 31-38.

Carrieri F, Raimo F, Pentangelo A, Lahoz E. 2013. F. poliferatum and F. tricintum as Casual Agent of Pink Root of Onion Bulbs and The Effect of Soil Solarization Combined with Compost Amendment in Cotrolling Their Infections in Field. Crop Protection 43(1): 31-37.

Cimen I, Pirinc V, Doran I, Turgay B. 2010. Effect of Soil Solarization and Arbuscular Mycorrhizal Fungus (Glomus intraradices) on Yield and Blossom-End Rot of Tomato. International Journal of Agriculture Biology 12(4): 551-555.

Dewi, W.W. 2018. Respon Dosis Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (cucumis sativus L.) Varietas Hibrida. Jurnal Viabel Pertanian. 10(2), 11-29.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat. 2020. Kebutuhan Konsumsi Bawang Merah di Provinsi Kalimantan Barat Angka Sementara 2020. Pontianak : Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat

Hardjowigeno, S. 2003. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Jakarta : Akademika Pressindo. 250 hal.

Mahmoud NA. 2018. Integration Between Soil Solarization and Four Biofungicides for Controlling Garlic White Rot Disease. Journal of Phytopathology and Pest Management 5(2): 25- 47.

Mole. M. N. 2018. Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Kambing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga. Skripsi. Yogyakarta : Universitas Mercu Buana

Neamatallah AA. 2018. Soil Solarization with Different Polyethylene Layers Amended with Animal Manure Effect on Soil Nutrients, Fungi, Weed, and Yield of Cabbage (Brassica oleracea). International Journal of Engineering Research and Technology 7(11): 1-7.

Ningsih, R. S. M. (2019).Pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang merah. Agroswagati Jurnal Agronomi, 7(1):16.

Nugrahini, T. 2013. Respon Tanaman Bawang Merah terhadap Pengaturan jarak Tanamn dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair. Jurnal Ziraah, 36: 60-65.

Paiman. 2016. Solarisasi Tanah Pra-Tanam (ST-PT). Yogyakarta : Penerbit UPY press

Rahayu, TB., Simanjuntak dan Suprihati. 2014. Pemberian Kotoran Kambing TerhadapPertumbuhan dan Hasil Wortel (Daucus carota) dan Bawang Daun (Allium fistulosum L.) dengan Budidaya Tumpag Sari. Jurnal Agric 26 (1-2) : 1-10.

Rosliani, R., Sumarni, N. 2005. Budidaya Tanaman Sayuran dengan Teknik Hidroponik. Bandung: Balai Penelitian Tanaman Sayuran Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Rukmana, R. 1994. Bawang merah : budidaya & pengolahan pasca panen / Rahmat Rukmana. Yogyakarta : Kanisius.

Saleh, I. 2015. Pupuk Kandang Dan Curah Hujan Yang Berbeda Memengaruhi Respon Tanaman Kolesom (Talinum Triangulare). Diakses 28 November 2022. ResearchGate:https://www.researchgate.net/publication/306099401_PUPUK_KANDANG_DAN_CURAH_HUJAN_YANG_BERBEDA_MEMENGARUHI_RESPON_TANAMAN_KOLESOM_Talinum_triangulare_Cow_Manure_and_Different_Rain_Intensity_Affected_Response_of_Waterleaf_Talinum_triangulare

Saremi H, Okhovvat SM, Ashrafi SJ. 2011. Fusarium Diseases as The Main Soil Borne Fungal Pathogen on Plants and Their Control Management with Soil Solarization in Iran. African Journal of Biotechnology 10(80): 18391- 18398.

Trivana L. 2017. Optimalisasi Waktu Pengomposan Pupuk Kandang dari Kotoran Kambing dan Debu Sabut Kelapa Dengan Bioaktivator EM4. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan. 9(1), 16-24

Wibowo, S. 2009. Budidaya Bawang Merah. Jakarta: Penebar Swadaya.

Wijaksono, Rino. R. Subiantoro. B. Utoyo. 2016. Pengaruh Lama Fermentasi PadaKualitas Pupuk Kandang Kambing. Jurnal Agro Industri Perkebunan. 4(2), 88-96.

Yafizham, V.R. Wati dan E. Fuskhah. 2020. Pengaruh Solarisasi Tanah dan Pemberian Dosis richoderma harzianum Dalam Pengendalian Penyakit Layu FusariumPada Cabai (Capsicum annum L.). Jurnal Agro Complex. 4(1), 40-49

Yaqub, F. and S. Shahzad. 2009. Effect of Solar Heating by Polyethylene Mulching on Sclerotial Viability and Pathogenity of Sclerotium rolfsii on Mungbean and Sunflower. Pak. J. Bot., 41(6): 3199-3205.

Downloads

Published

2023-10-02

Issue

Section

Articles