RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL GAMBAS TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK KOTORAN AYAM DAN PUPUK NPK PADA MEDIA GAMBUT
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i4.64265Keywords:
Gambas, Kombinasi, Pupuk Kotoran Ayam, Pupuk NPK, Tanah GambutAbstract
Penggunaan tanah gambut sebagai media tanam dihadapkan masalah yaitu pH rendah dan kurang tersedianya unsur hara yang dibutuhkan tanaman sehingga perlu dilakukan penambahan unsur hara dengan pemberian kombinasi pupuk kotoran ayam dan NPK. Tujuan penelitian untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk kotoran ayam dan NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gambas pada media gambut. Penelitian dimulai dari tanggal 11 Mei sampai 24 Juli 2022 dan dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 pelakuan kombinasi pupuk kotoran ayam dan NPK diulang 4 kali sehingga jumlah seluruhnya yaitu 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu r1 = Pupuk kotoran ayam 10 ton/ha + NPK 300 kg/ha, r2 = Pupuk kotoran ayam 15 ton/ha + NPK 250 kg/ha, r3 = Pupuk kotoran ayam 20 ton/ha + NPK 200 kg/ha, r4 = Pupuk kotoran ayam 25 ton/ha + NPK 150 kg/ha, r5 = Pupuk kotoran ayam 30 ton/ha + NPK 100 kg/ha. Variabel yang diamati adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, diameter buah, panjang buah, berat perbuah dan berat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kombinasi pupuk kotoran ayam dan pupuk NPK memberikan hasil sama terhadap jumlah buah/pertanaman, diameter buah, panjang buah dan berat buah perbuah tanaman gambas. Pemberian kombinasi pupuk kotoran ayam 25 ton/ha + NPK 150 kg/ha dapat mengurangi pupuk NPK sebesar 50 kg/ha pada berat buah pertanaman gambas.References
Ariyani. 2011. Transmisi Radiasi Matahari Dan Koefisien Pemadaman Tajuk Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.) Di Galudra, Cipanas – Jawa Barat. Skripsi. Bogor : Institut Pertanian Bogor.
Hulopi, F. 2008. Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk Organik Dan Anorganik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Tanah. Jurnal Buana Sains Vol 8 No 2: 153-159, 2008.
Handayanto, E., Ismunandar, S., dan Utami, S. R. 2011. Dasar Ilmu Tanah dan Konsep Kesuburan Tanah. Malang: Universitas Brawijaya, Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian.
Ichsan, M. H, dkk. 2015. Respon Produktifitas Okra (Abelmoschus Esculentus) Terhadap Pemberian Dosis Pupuk Petroganik Dan Pupuk N. Agritrop Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian.
Pingale, SS., Punde V.M. & Deokar, D.E. (2018). Pharmacological Review of Luffa acutangula (L) Roxb. Int. Res. J. of Science & Engineering, A3, 1-8. Retrieved from http://www.irjse.in.
Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Bogor : Institut Pertanian Bogor.
Rukmana, R dan H. Yudirachman. 2016. Budidaya Sayuran Lokal. Bandung: Nuansa Cendikia.
Ruminta. 2016. Analisis Penurunan Produksi Tanaman Padi Akibat Perubahan Iklim Di Kabupaten Bandung Jawa Barat. Jurnal Kultivasi Vol 15 (1) Maret 2016.
Sasli, I. 2011. Karakteristik Gambut Dengan Berbagai Bahan Amelioran Dan Pengaruhnya Terhadap Sifat Fisik Dan Kimia Guna Mendukung Produktivitas Lahan Gambut. Jurnal agrovigor. 4(1): 42-50.
Siregar, A. F. dan Hartatik, W. 2010. Aplikasi pupuk organik dalam meningkatkan efisiensi pupuk anorganik pada lahan sawah. Prosiding Seminar Nasional Sumber Daya Lahan Pertanian. Bogor, 30 November – 1 Desember 2010, Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian, Jakarta.