RESPON PERTUMBUHAN SETEK LADA HUTAN TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PERANGSANG AKAR SINTETIS

Authors

  • Apriyani Yuda Indarsih Dept. Plant Cultivation, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Henny Sulistyowati Dept. Plantation Plant Cultivation, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Nur Arifin Dept. Plantation Plant Cultivation, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i3.64567

Keywords:

Kata Kunci, lada hutan, perangsang akar sintetis, setek

Abstract

Lada hutan (Piper colubrinum L.) merupakan salah satu spesies lada liar. tanaman ini memiliki sifat resisten terhadap serangan jamur Phytophthora capsici penyebab penyakit busuk pangkal batang lada dan resisten terhadap nematoda (Meloidogyne incognita), sehingga tanaman lada hutan dimanfaatkan sebagai batang bawah pada grafting lada sambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan setek lada hutan terhadap pemberian berbagai jenis perangsang akar sintetis dan untuk menemukan perangsang sintetis yang paling baik terhadap keberhasilan pertumbuhan setek lada hutan. Penelitian dimulai dari tanggal 30 September sampai dengan 26 November 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan perangsang akar sintetis dengan 4 ulangan pada tiap perlakuan, sehingga didapat 20 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 5 sampel setek lada hutan sehingga jumlah sampel keseluruhannya adalah 100 setek lada hutan. Perlakuan perangsang akar sintetis yang dimaksud dalam penelitian adalah pâ‚€ = kontrol (perendaman air selama 30 menit), pâ‚ = Rootone-F, pâ‚‚ = Root Up, p₃ = Growtone dan pâ‚„ = Atonik. Variabel-variabel yang diamati meliputi : persentase tumbuh setek (%), jumlah tunas (batang), panjang tunas (cm), jumlah akar (helai), panjang akar (cm) dan jumlah daun (helai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis perangsang akar sintetis maupun tanpa perangsang akar sintetis dapat digunakan dalam perbanyakan setek lada hutan. Pemberian perangsang akar Growtone menghasilkan jumlah akar terbanyak yaitu 23,5 helai, dan perangsang akar Atonik menghasilkan panjang akar terpanjang yaitu 16 cm.  

 

References

Alconero, R., F. Albuquerque, N. Almeyda, and A.G. Santiago. 1972. Phytophthora Foot Rot of Black Pepper in Brazil and Puerto Rico. Phytopathology, 62 (1): 144–48.

Bukori. 2011. Uji Pe mberian Growtone dan Plant Catalys 2006 pada Setek Tanaman Buah Naga (Hylocereus costaricensis). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau Pekan Baru.

Chinnapappa, M., A. Ramar, L. Pugalendhi, P. Muthulakshmi, and P. Vetrivelkalai. 2018. Screening and Identification of Piper Species as Rootstocks Resistance against the Root Knot Nematode under Glasshouse Condition. Journal of Agriculture and Ecology, 6: 77–84.

Gardner, F. P, R. B. Pearce, R. L. Mitchell. 2002. Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta: Universitas Indonesia.

Gunawan, C. C. R. 2006. Pengaruh Induksi dan Metode Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Rotoone-F terhadap Induksi Akar dan Tunas Setek Dadap Merah (Eryhrina crystagalli). Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

Handrianto, A. 2006. Pengaruh Panjang Setek dan Lama Perendaman dalam Growtone terhadap Pertumbuhan Setek Jarak Pagar (Jatropa curcas L.). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang.

Huik, E. M. 2004. Pengaruh Rootone-F dan Ukuran Diameter Setek terhadap Pertumbuhan dari Setek Batang Jati (Tectona grandis). Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 5 (5): 55-63.

Lana, W. 2011. Pengaruh Komposisi Media Organik Kascing dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Atonik terhadap Pertumbuhan Bibit Gmelina (Gmelina arborea). Jurnal Ganec Swara. Fakultas Pertanian Universitas Tabana Bali, 5 (2): 90-97.

Noval, Sobarna, D. S., dan Sumad. 2014. Budidaya Bunga Potong. Jurnal Penebar Swadaya. Jakarta, 1 (4) : 28-38.

Prasetyaningsih D. 2019. Pengaruh Posisi Penanaman dan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh terhadap Keberhasilan Pertumbuhan Setek Batang Tanaman Lee Kwan Yew (Vernonia elliptica). Jurnal Produksi Tanaman, 7 (1): 173– 180.

Prasmatiwi, F.E., and R. Evizal. 2020. Keragaan dan Produktivitas Kebun Lada Tumpang Sari Kopi di Lampung Utara. Jurnal Agrotropika, 19 (2): 110-117.

Prastowo, N. H., J. M. Roshetko dan G. E. S. Manurung. 2006. Tehnik Pembibitan dan Perbanyakan Vegetatif Tanaman Buah. World Agroforestry Centre (ICRAF) dan Winrock Internasional. Bogor.

Purwati, MS. 2013. Pertumbuhan Bibit Buah Naga (Hylocerrus costaricensis) Pada Berbagai Ukuran Setek Dan Pemberian Hormon Tanaman Unggul Multiguna Ekslusive. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2 (5) 2805-3548.

Putra, M, A. Agus, P., dan Mia. K. 2015. Propagasi Mikro dan sambung Mikro Jeruk Keprok (Citrus reticulata) Garut Hasil Mutagenesis In Vitro dengan Batang Bawah Japansche Citroen. Jurnal Hortikultura Indonesia, 6 (2): 99-108.

Raja, M. B., S Parthiban, M Anandhan, E Venkadeswaran, K. Pandi, S Suganthi, and M. S. Prakash. 2018. Rooting and Sprouting Performance of Nodal Cutting of Cultivated and Wild Inter Specific Piper Rootstocks. International Journal of Chemical Studies, 6 (2): 20-24.

Rosyidin, P. 2019. Handbook stek. Temanggung: Desa Pustaka Indonesia, Jawa Tengah.

Wahyuno, D., Manohara, D. dan Setiyono, RT. 2009. Ketahanan Beberapa Lada Hasil Persilangan terhadap Phytophthora capsici Asal Lada. Jurnal Litti, 15 ( 2): 77-83.

Wattimena, G. A. 2004. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Bogor: Fakultas Pertanian IPB.

Wayan, I. W. R. 2017. Zat Pengatur Tumbuh Sintetik dan Cara Penggunaannya pada Tanaman. UNUD: Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNUD.

Winten, I. T. K. 2009. Zat Pengatur Tumbuh dan Peranannya dalam Budidaya Tanaman. Majalah Ilmiah. Fakultas Pertanian Universitas Tabanan, 6 (49-58).

Downloads

Published

2023-07-01

Issue

Section

Articles