KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN GAMBUT BERSEKAT KANAL DI DESA KUBU PADI KABUPATEN KUBU RAYA
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i3.64780Keywords:
Lahan Gambut, Sifat Kimia Tanah, Sekat KanalAbstract
Upaya pemulihan lahan gambut terdegradasi yaitu dengan melakukan pembasahan kembali dengan pembangunan sekat kanal pada lokasi yang mengalami degradasi. Penyekatan kanal dapat meningkatkan daya simpan (retensi) air di lahan gambut sehingga dapat mencegah penurunan permukaan air di lahan gambut atau dalam keadaan lembab. Lokasi penelitian di Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Sekat Kanal 2019 (SK19), Sekat Kanal 2020 (SK20), Tanpa Sekat Kanal (TSK) dan Hutan Sekunder (HS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah gambut pada setiap lokasi yang bersekat kanal yang dibangun pada tahun 2019 dan 2020, tanpa sekat kanal dan hutan sekunder di Desa Kubu Padi Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan sampel dengan kedalaman 0 "“ 30 cm dan pengukuran lapangan untuk kedalaman muka air tanah menggunakan piezometer. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan tahun pembangunan sekat kanal 2019 dan 2020 (SK19 dan SK20), tanpa sekat kanal (TSK) dan hutan sekunder (HS). Jumlah titik sampel yaitu 24 titik sampel (4 lokasi x 6 ulangan). Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu pH tanah, nitrogen total, fosfor tersedia, K-dd, Na-dd, Ca-dd, Mg-dd, kadar abu tanah gambut, kejenuhan basa tanah, kapasitas tukar kation, karbon organik tanah, dan C/N rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah paling tinggi yaitu 3,15 terdapat di SK19, sedangkan pH tanah terendah yaitu 2,91. Nitrogen paling tinggi di SK19 yaitu 0,35% dan SK20 terendah yaitu 0,29%. Fosfor paling tinggi terdapat di SK20 yaitu 34,29 mg/100g dan terendah di SK19 27,88 mg/100g. Kalium-dd pada SK20, TSK dan HS yaitu 0,05 cmol(+)kg-1 sedangkan pada SK19 yaitu 0,04 cmol(+)kg-1. Natrium-dd tertinggi terdapat pada TSK yaitu 0,09 cmol(+)kg-1 dan terendah di SK19 yaitu 0,07 cmol(+)kg-1. Kalsium-dd tertinggi pada TSK yaitu 0,46 cmol(+)kg-1 dan terendah pada SK19 dan HS yaitu 0,22 cmol(+)kg-1, sedangkan pada SK20 yaitu 0,24. Magnesium-dd tertinggi pada TSK yaitu 0,42 cmol(+)kg-1 dan terendah pada HS yaitu 0,18 cmol(+)kg-1. Kadar abu tertinggi pada TSK yaitu 0,81 % dan terendah pada SK19 0,31 %. Kejenuhan basa tertinggi pada TSK yaitu 3,81 % dan terendah pada SK19 yaitu 1,96 %. KTK tertinggi pada TSK yaitu 30,15 mg/100g dan terendah pada SK20 yaitu 23,38 mg/100g. C-Organik tertinggi pada SK19 yaitu 57,81 % dan terendah pada TSK yaitu 57,52 %. C/N Rasio tertinggi pada HS yaitu 43,47 dan terendah pada SK20 yaitu 38,07.
References
Agus, F, M, Anda, A, Jamil, Masganti., 2016. Lahan gambut Indonesia: Pembentukan, Karakteristik, dan Potensi Mendukung Ketahanan Pangan (edisi revisi). IAARD Press: Bogor.
Dariah, A., Jubaiedah, Wahyunto, & Pitono, J. 2013. Effect Of Drainage Water Level Fertilizer and Ameliorant on CO2 Oil Palm Plantation on Peatland. Jurnal Littri, 19(2).
Dohong A, Cassiophea L, Sutikno S, et.al. 2017. Modul pelatihan Pembangunan Infrastruktur Pembasahan Gambut Sekat Kanal Berbasis Masyarakat. Kedeputian Bidang Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan Badan Restorasi Gambut (BRG), Republik Indonesia, Jakarta.
Kusairi, M., Sutikno, S., & Rinaldi. 2020. Analisis Pengaruh Penyekatan Kanal Terhadap Muka Air Tanah dan Pemetaan Risiko Kebakaran. Jom FTEKNIK, 7(1):1-6.
Manurung, R., Nusantara, R. W., Umran, I., dan Warganda. (2021). Kajian Kualitas Tanah pada Lahan Gambut Terbakar di Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(3), 517-524.
Miloshis, M., and Fairfield, C. 2015. Coastal Wetland Management: A rating system for potential engineering interventions. Ecological Engineering, 75, pp 195-198.
Mudiyarso, D., Rosalina, U., Hairiah, K., dan Muslihat, L. (2004). Petunjuk Lapangan Pendugaan Cadangan Karbon Pada Lahan Gambut. Bogor: Wetlands International.
Mukhlis. 2007. Analisis Tanah dan Tanaman. USU press, Medan.
Noor, M. 2001. Pertanian Lahan Gambut (Potensi dan Kendala). Yoyakarta: Kanisius.
Poerwowidodo, 1993. Telaah Kesuburan Tanah. Bandung : Angkasa
Saribun, D. S. 2007. Pengaruh Jenis Penggunaan Lahan dan Kelas Kemiringan Lereng Terhadap Bobot Isi, Porositas Total dan Kadar Air Tanah pada Sub-Das Cikapundung Hulu. Bandung: Skripsi. Universitas Padjadjaran, Fakultas Pertanian.
Simatupang, D., Astiani, D., & Widiastuti, T. 2018. Pengaruh Tinggi Muka Air Tanah Terhadap Sifat Fisika dan Kimia Tanah Gambut di Desa Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Hutan Lestari, 6(4), 998-1008.
Sukarman. 2011. Tinggi permukaan air tanah dan sifat fisik tanah gambut serta hubungannya dengan pertumbuhan tanaman Acacia crassicarpa A. Cunn Ex Benth. Pekanbaru: Tesis. Paska Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Riau.
Sutikno, S., Rinaldi, R., Putri, R. A., dan Khotimah, G. K. 2020. Study on the impact of canal blocking on groundwater fluctuation for tropical peatland restoration. The 2nd Aceh International Symposium on Civil Engineering (AISCE), 1-8.
Suwondo, Sabiham, S., Sumardjo, & Paramudya, B. 2012. Efek Pembukaan Lahan terhadap Karakteristik Biofisik Gambut pada Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Bengkalis. Jurnal Natur Indonesia, 14(2):143-149.
Tarigan , H. 2021. Kajian Beberapa Sifat Fisik dan Kimia Tanah Gambut di Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundutan . Medan: Skripsi: Universitas Sumatera Utara, Fakultas Pertanian.
Wasis, B., Winata, B., Marpaung D. R. 2018. Impact of land and forest fire on soil fauna diversity in several land cover in Jambi Province, Indonesia. Biodiversitas 19: 740-746.