KAJIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR TERHADAP KESUBURAN TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DAN JENIS TANAH DI DESA MAYAK KABUPATEN BENGKAYANG

Authors

  • Syahirul Akbar Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Ismahan Umran Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Riduansyah Riduansyah Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v15i2.65232

Keywords:

Fungi Mikoriza Arbuskular, Jenis Tanah, Penggunaan Lahan

Abstract

Mikoriza merupakan hubungan simbiosis antara jamur dan akar tanaman yang saling menguntungkan. Mikoriza dapat ditemukan di hampir semua jenis tanah dan umumnya tidak memiliki inang yang spesifik, namun faktor-faktor tertentu mempengaruhi tingkat populasi dan komposisi jenis Fungi Mikoriza Arbuskular, seperti karakteristik tanaman dan sifat kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi spora dan keragaman Fungi Mikoriza Arbuskular dan kesuburan tanah pada beberapa penggunaan lahan dan jenis tanah di Desa Mayak Kabupaten Bengkayang. Penelitian dilakukan mulai dari bulan September sampai November 2022. Pengambilan sampel dilakukan secara komposit dengan sistem acak berpola diagonal. Hasil penelitian menggunakan uji-t menunjukan perbedaan yang nyata antara populasi   FMA pada jenis tanah Oxisol 1.926 spora/900 gram tanah (214 spora/100 gram tanah) dan Inceptisol 1.160 spora/900 gram tanah (128 spora/100 gram tanah) yang ditanami tanaman lada sedangkan pada tanaman kelapa sawit di jenis tanah Oxisol 1.420 spora/900 gram tanah (157 spora/100 gram tanah) dan Inceptisol 1.488 spora/900 gram tanah (165 spora/100 gram tanah), menunjukan perbedaan yang tidak nyata, Jenis FMA yang terdapat pada jenis tanah Oxisol dan Inceptisol yang ditanami kelapa sawit dan lada yaitu Glomus sp, Gigaspora sp, Acaulospora sp, dan Scutellospora sp, indeks keragaman FMA menunjukkan pada kelapa sawit Inceptisol yaitu 2,07 (tinggi), kelapa sawit Oxisol yaitu 1,93 (sedang), lada Inceptisol yaitu 1,71 (sedang), dan lada Oxisol yaitu 1,92 (sedang)

References

Agus Sugianto, 1994, Ekologi Kuantitatif, Surabaya: Usaha Nasional.

Albasri, A, 2008. Diversitas Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Di Lahan Pasca Tambang PT Inco Pomalaa Kabupaten Kolaka. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Haluoleo. Kendari. Tidak Dipublikasikan.

Baon, nJ.B., 1998. Peranan Mikoriza VA Pada Kopi Dan Kakao. Makalah disampaikan dalam workshop aplikasi fungi mikoriza arbuskula pada tanaman pertanian, perkebunan dan kehutanan, Bogor.

Madjid, A., 2009. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Bahan Ajar Online. Fakultas Pertanian.

Manan S. 1993. Pengaruh Mikoriza pada pertumbuhan semai Pinus merku di persemaian. Kuliah silkultur umum. Fakultas Kehutanah IPB. Bogot.

Moreira, Dilmar dan Tsai SM. 2007. Biodiversity dan distribution of arbuskular mycorrhizal fungi in Araucaria angustifolia forest. Jurnal agriculturevol. 64 : 393:399.

Mosse, B and G.D. Bowen. 1968. A Key to recognition of some Endogone Spora Types. Mycol. Soc. 51: 469-483.

Muzakkir. 2011. Hubungan Antara Cendawan Mikoriza Arbuskula Indigeneous dan Sifat Kimia Tanah di Lahan Kritis Tanjung Alai Sumatera Barat. Jurnal Solum 8 (2) :11-15.

Nurhalimah, S., Nurhatika S, dan Muhibuddin A. 2014. Eksplorasi Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) Indigenous pada Tanah Regosol di Pamekasan, Madura. Jurnal Sains dan Seni Pomits 3:30-34.

Nurtjahya, E., D. Setiadi, E. Guhardja, Muhadiono, Y. Setiadi, dan N.F.Mardatin, 2011. Status Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada Suksesi Lahan Pasca Tambang Timah di Bangka. Prosiding Seminar Nasional Mikoriza II. Bogor.

Odum,E.P. 1993. Dasar-dasar Ekologi. EdisiKetiga. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada Press.

PPT. 1995. Petunjuk Teknis Evaluasi Kesuburan Tanah. Laporan Teknis No.14. Versi 1,0. 1. REP II Project, CSAR, Bogor.

Puspitasari, D., Kristianti, I.P. dan Muhibuddin, A. 2012. Eksplorasi vesicular arbuscular mycorrhiza (VAM) indigenous pada lahan jagung di Desa Torjun, Sampang Madura. Jurnal Sains dan Seni ITS 1:19-22.

Saputra, Bayu. Linda, Riza. Lovadi, Irwan. 2015. Jamur Mikoriza Vesikular (MVA) pada Tiga Jenis Tanah Rhizosfer Tanaman Pisang Nipah ( Musa paradisiaca L. var. nipah) Di Kabupaten Pontianak. Universitas Tanjungpura. Jurnal Protobiont

Sayuti, I. Zulfarina, dan E.R.Lubis, 2011. Identifikasi Jamur Mikoriza Arbuskular (JMA) Pada Tanah Gambut Bekas Bakar di Kota Pekanbaru Provinsi Riau. J.Pilar Sains. 1:21-28.

Setiadi Y. 2001. Optimalisasi Penggunaan Mikoriza Arbuskula dalam Rehabilitasi Lahan-Lahan Kritis. “Workshop Mikoriza untuk Pertanian Organik dan Rehabilitasi Lahan Kritisâ€. Balitsa, Lembang

Smith, S.E dan D. J. Read. 1997. Vesicular-arbuscular Mychorrhizas: Growth and Carbon Economy of VA Mychorrhizas Plants. In Mycorrizal Symbiosis. 2nd ed. New York, Acad. Press.

Usnawiyah dan Khaidir. 2013. Respon pemberian mikoriza arbuskular dalam media zeolit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. Jurnal Agrium. 10 (1) :1-4.

Widiastuti dan Kramadibrata. 1993. Identifikasi Jamur Vesikular Arbuskular Dibeberapa Kebun Kelapa Sawit di Jawa Barat. Jurnal Menara Perkebunan, Volume 2: 127-135.

Downloads

Published

2025-10-24

Issue

Section

Articles