PENGARUH KONSENTRASI DAN DURASI PERENDAMAN AUKSIN TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK JAMBU KRISTAL
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v13i1.65836Keywords:
Auksin, Setek, Konsentrasi, Durasi Perendaman, Jambu KristalAbstract
Jambu kristal merupakan jambu biji yang hampir tanpa biji yang banyak digemari karena rasanya yang segar dan nikmat, biji yang sangat minim dan daging yang sangat tebal. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan pada setek yaitu dengan pemberian zat pengatur tumbuh berupa auksin secara optimal dengan pemberian konsentrasi dan durasi perendaman auksin yang dapat memberikan pengaruh baik bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi konsentrasi dan durasi perendaman auksin terbaik terhadap pertumbuhan setek jambu kristal. Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian Untan. Penelitian ini berlangsung pada tanggal 06 Oktober - 24 Desember 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama yang terdiri dari Auksin yang terdiri dari 4 taraf perlakuan diantaranya r0: 0 ppm, r1: 100 ppm, r2:200 ppm, r3: 300 ppm dan faktor kedua adalah durasi perendaman dengan 3 taraf dosis perlakuan diantaranya d1: 1 jam, d2: 2 jam dan d3: 3 jam. Sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 5 tanaman sampel dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 180 tanaman. Variabel pengamatan yang diamati yaitu persentase setek hidup, jumlah tunas pertanaman, jumlah daun dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi konsentrasi dan durasi perendaman auksin terhadap persentase setek hidup, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar. Konsentrasi auksin berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas dan jumlah akar tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap persentase setek hidup dan jumlah daun. Durasi perendaman auksin berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap persentase setek hidup, jumlah daun dan jumlah akar. Konsentrasi efektif diperoleh pada perlakuan pemberian konsentrasi auksin 200 ppm dan durasi perendaman auksin 2 jam
References
Abidin, Z. 2003. Dasar-Dasar Pengetahuan Tentang Zat Pengatur Tumbuh. Bandung : Angkasa.
Campbell, N.A., J.B. Reece and L.G. Mitchell. 2003. Biologi. Jakarta : Erlangga.
Duryatmo, S. Apriyanti, R. N. Angkasa, S. 2014. Jambu Kristal. Jakarta: Trobus Swadaya.
Erliandi., R.R. Lahay dan T. Simanungalit. 2015. Pengaruh Kompos Media Tanaman dan Lama Perendaman Auksin pada Bibit Tebu Teknik Bud Chip. Jurnal Agroekoteknologi USU. 3(1) : 378- 389.
Hidayanto, M., S. Nurjanah dan F. Yossita. 2003. Pengaruh Panjang Stek Akar dan Konsentrasi Natrium-Nitrofenol terhadap Pertumbuhan Stek Akar Sukun (Artocarpus communis F.). Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 6(2) : 154-160.
Mayasari, E., L.S. Budipramana dan Y.S. Rahayu. 2012. Pengaruh Pemberian Filtrat Bawang Merah dengan berbagai Konsentrasi dan Rootone-F terhadap Pertumbuhan Stek Batang Tanaman Jambu Biji (Psidium guajava L.). Jurnal Biologi Universitas Negeri Surabaya Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 2(1) : 99-103.
Mulyani, C. Ismail, J. 2015. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Rootone-F terhadap Pertumbuhan Setek Jambu Air. Jurnal Agrosamudra, 2 (2) : 1-9.
Putra, F. Indriyanto dan Riniarti, M. 2014. Keberhasilan Hidup Setek Pucuk Jabon dengan Pemberian Beberapa Konsentrasi Rootone-F. Jurnal Sylva Lestari. Universitas Lampung.2 (2) : 33-40.
Sudomo, A. A. Rohandi dan Mindawati, N. 2012. Penggunaan Zat Pengatur Tumbuh Rootone-F pada Stek Pucuk Manglid (Manglieti aglauca BI). Jurnal Penelitian Tanaman Hutan. 10 (2) : 7-63.
Sudrajat, H. dan Widodo, H. 2011. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Rootone F pada Pertumbuhan Pule Pandak. Surakarta: Madza Media.
Suprapto, A. 2004. Zat Pengatur Tumbuh Penting Meningkatkan Mutu Stek Tanaman. Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Tidar Magelang, 21(I): 81-90.