Uji Banding Pengaruh Pupuk Kotoran Ayam dan Tanpa Pupuk terhadap Sifat Fisika Tanah Sawah dan Produksi Padi di Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang

Authors

  • Indra Wahyudi Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak.
  • Bambang Widiaraso Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak.
  • Urai Suci Yulies Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak.

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i4.66271

Keywords:

Pupuk Kotoran Ayam, Pupuk Urea, Sawah, Tanaman Padi

Abstract

Tanaman   padi   (Oryzae   sativa L.)   merupakan   tanaman   pangan   sebagai   sumber energi yang umumnya dikonsumsi masyarakat Indonesia.Padi lokal yang berkembang di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat adalah Argo Pawan. Peningkatan produksi tanaman, khususnya padi adalah dengan menggunakan pupuk yaitu pupuk urea dan kotoran ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat fisika tanah pertumbuhan dan produksi padi sawah di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang lahan padi sawah yang dipupuk dengan kotoran ayam dan pupuk urea. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Awan kanan bertempat di DEM Area Percontohan Pertanian Terpadu Kecamatan Muara Pawan pada tanah Entisol / Aluvial di areal tanaman padi sawah dengan varietas lokal Argo pawan, serta di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, dengan lama penelitian berlangsung selama 3 bulan. Titik pengamatan pada tanah sawah yang ditanami padi tersebut terdiri satu petak sawah yang ditanami padi dengan menggunakan pupuk kotoran ayam dan   pupuk urea. Pengukuran sampel tanaman yang terdapat pada areal sawah dengan ukuran 1 ha digunakan metode diagonal yang diambil 5 titik sampel yaitu empat sisi dan di tengah masing masing 6 petakan sehingga dalam 1 ha lahan areal sawah terdapat 30 petakan dengan ukuran 2,5 m x 2,5 m. Parameter penelitian yaitu sifat fisika tanah yang meliputi tekstur tanah, bobot isi tanah, porositas total tanah,   kadar air tanah kapasitas lapang dan permeabilitas tanah, sifat kimia tanah yang diamati meliputi reaksi pH tanah, C-Organik, N dan C/N sedangkan pertumbuhan tanaman padi meliputi tinggi tanaman dan jumlah anakan padi, produksi padi yang diamati meliputi berat bobot kering panen (BKP), berat bobot kering giling (BKG), bobot 1000 butir gabah dan hasil gabah ubinan. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian pupuk kotoran ayam berbeda tidak nyata dibandingkan pemberian pupuk urea dalam memperbaiki sifat fisika tanah yang meliputi tekstur tanah, bobot isi tanah, porositas tanah, kadar air tanah kapasitas lapang, permeabilitas tanah dan kimia tanah yang meliputi pH, C-Organik, N total dan C/N rasio lahan sawah di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Pemberian pupuk kotoran ayam berbeda nyata dibandingkan pemberian pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produksi padi di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.

References

Agusni, M. dan Satriawan, H. 2014. Pengaruh Olah Tanah dan Pemberian Pupuk Kandang Terhadap Sifat Fisik Tanah dan Produksi Tanaman Jagung. Lentera. 14 (11) : 1-6.

Akino, H. 2012. Pengaruh Pupuk Kandang Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah Dengan Metode SRI. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura.

Alibasyah, M. R. 2001. Efek system Olah Tanah dan Mulsa Jagung Terhadap Stabilitas Agregat dan Kandungan C-organik pada Tanah Ultisol pada Musim Tanam Ketiga. Jurnal Agrista Vol. 5 No. 1 April 2001.

Arifiati, A., Syekhfani, dan Nuraini, Y. 2017. Uji Efektivitas Perbandingan Bahan Kompos Paitan (Tithonia diversifolia), Tumbuhan Paku (Dryopteris filixmas), dan Kotoran Kambing terhadap Serapan N Tanaman Jagung pada Inceptisol. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan. 4 (2) : 543-552.

Bima, S., E. M. Harahap, dan Jamilah. 2017. Peningkatan Produktifitas Padi Sawah (Oryza sativa L.) Melalui Penerapan Beberapa Jarak Tanam dan Sistem Tanam. Jurnal Agroekoteknologi, 629-637.

Buckman, H.O. dan Brady, N.O., 1986. Ilmu Tanah (Terjemahan Sugiman). Bharata Karya Aksara. Jakarta.

Damanik, M. M. B., B.E. Hasibuan., Fauzi., Sarifuddin, dan H. Hanum. 2010. Kesuburan Tanah dan Pemupukan. USU Press. Medan.

Departemen Pertanian. 2012. Peraturan Menteri Pertanian No 50 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian. Jakarta.

Fitri, H. 2009. Uji Adaptasi Beberapa Varietas Padi Ladang (Oryzae sativa L.). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

Gardner, P. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Gadjah Mada University Press.

Habi, M.L. 2015. Pengaruh Aplikasi Kompos Granul Ela Sagu Diperkaya Pupuk Ponska terhadap Sifat Fisik Tanah dan Hasil Jagung Manis di Inceptisol. Biopendix. 1 (2) : 121 – 134.

Hakim,N., Nyakpa, M. Y., Lubis, A.M., Nugroho, S.G., Diha, M.A., Hong, G.B., Bailey, H.H. 1986. Dasar-dasar Imu Tanah. Universitas Lampung : Lampung.

Hanafiah,K.A., 2005. Dasar – Dasar Ilmu Tanah. Jakarta : Bumi Aksara.

Hardjowigeno,S.2003. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademi Pressindo.

Indriani, Y.H. 2007. Membuat Pupuk Organik. Penebar Swadaya. Jakarta.

Jamulya dan Woro, S. 1983. Pengantar Geografi Tanah. Fakultas Geografi UGM.Yogyakarta.

Lakitan, B. 2008. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo. Jakarta.

Leiwakabessy F.M., Wahjudin U.M., Suwarno. 2003. Kesuburan Tanah. Departemen Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Lingga P. 1991. Jenis dan Kandungan Hara pada Beberapa Kotoran Ternak. Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swad.

Madjid, A. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Bahan Ajar Online. Fakultas Pertanian Unsri dan Program Studi Ilmu Tanaman, Program Magister (S2), Program Pascasarjana, Universitas Sriwijaya.

Masdar. 2008. Interaksi Jarak Tanam dan Jumlah Bibit Per Titik Tanaman pada Sistem Intensifikasi Padi Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman. Jurnal Akta Agrosia, 1(2) : 92-98.

Mulyadi, T., Nurcholis. M., dan Partoyo. Beberapa Sifat Kimia Tanah Sawah Atas Penggunaan Pupuk Organik dengan Kurun Waktu Berbeda di Sayengan Sleman. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta. Jurnal Tanah dan Air. 17 (2)

Musnamar. 2003. Pupuk Organik Cair dan Padat, Pembentukan dan Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta.

Muyassir, Sufardi, dan Saputra, I. 2012. Perubahan Sifat Fisika Inceptisol Akibat Perbedaan Jenis dan Dosis Pupuk Organik. Lentera 12 (1): 1-8.

Rahim S. E. 2003. Pengendalian Erosi Tanah dalam Rangka Pelestarian Lingkungan Hidup. Bumi Aksara, Jakarta.

Raihan, H.S. 2000. Pemupukan NPK dan Ameliorasi Lahan Kering Sulfat Masam Berdasarkan Nilai Uji Tanah Untuk Tanaman Jagung. J. Ilmu pertanian. 9 (1): 20-28.

Roesmarkam, A dan N.W, Yuwono, 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius, Yogyakarta.

Rohmat, D. 2009. Tipikal Kuantitas infiltrasi Menurut karaktereristik lahan. Bandung

Solahuddin S. 2009. Pembangunan Pertanian Awal Era Reformasi. Jakarta Selatan : Mardi Mulyo.

Suripin. 2001. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Penerbit Andi, Yogyakarta.

Sutanto R. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah Konsep dan Kenyataan. Yogyakarta : Kanisius.

Tejasuwarno. 1999. Pengaruh Bahan Organik terhadap Pencucian Hara Tanah di Rangkasbitung Jawa Barat. Pemberitaan Penel. Tanah dan Pupuk 9:26-31.

Utomo., W.H. 1995. Erosi dan Konservasi Tanah. Universitas Brawijaya. Malang

Yuliprianto H. 2010. Biologi Tanah dan Strategi Pengelolaannya. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Downloads

Published

2023-10-02

Issue

Section

Articles