IDENTIFIKASI BAKTERI Aeromonas sp. PADA IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) DI UPT PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT (UPT-PBAPL) KALIMANTAN BARAT
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i4.66491Keywords:
Aeromonas sp., Identifikasi, Ikan Tengadak.Abstract
Ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) merupakan salah satu dari sekian banyak ikan air tawar yang terdapat di danau, sungai-sungai besar, kecil maupun di kanal-kanal dan parit. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menjaga kelestarian spesies ini adalah dengan cara melakukan kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri Aeromonas sp. pada ikan tengadak yang dibudidayakan di kolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 2 bulan di dua tempat yaitu UPT-PBAPL Kecamatan Anjongan dan SKIPM Pontianak. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dan uji bakteri dilakukan dengan metode konvensional. Sampel selanjutnya dilakukan uji laboratorium, dengan parameter berupa gejala klinis, karakteristik morfologi dan koloni bakteri serta uji biokimia. Parameter penunjang yang digunakan berupa kualitas perairan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan sampel ikan tengadak tidak terdapat gejala klinis serangan bakteri. Sebagian besar koloni bakteri berbentuk bulat, tepian rata, warna krem dan elevasi cembung. Morfologi sel bakteri berbentuk batang pendek dan berwarna pink. Uji biokimia menunjukan gram negatif, oksidase positif, katalase positif, indol positif dan negatif, motility positif, ornithine dekarbokxilase negatif, glukosa positif, membentuk dan tidak membentuk gas, serta bersifat fermentatif. Berdasarkan kriteria tersebut menunjukan bahwa ikan tengadak terinfeksi bakteri Aeromonas sp. Yang bersifat parasit namun tidak mengganggu dan belum mampu menimbulkan penyakit pada ikan tersebut. Parameter kualitas air berupa suhu, pH dan Do layak untuk komoditas budidaya ikan air tawar.References
Andria, A.F. & Rahmaningsih, S. 2018. Kajian teknis Faktor Antibiotik pada Embung Bekas Galihan Tanah Liat PT. Semen Indonesia Tbk. untuk Pemanfaatan Budidaya Ikan dengan Teknologi KJA. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 10 (20). 95-105.
Anggraini, R. Aliza, D. & Mellisa, S. 2016. Identifikasi Bakteri Aeromonas hydrophila Dengan Uji Mikrobiologi pada Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang Dibudidayakan di Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa kelautan dan Perikanan Unsyiah, i, 270-286.
Huwoyon, G.H. Kusmini, I.I. & Kristanto, A.H. 2010. Keragaan Pertumbuhan Ikan Tengadak (alam) dan Tengadak budidaya (merah) (Barbonymus schwanenfeldii) Dalam Pemeliharaan Bersama Pada Kolam Beton. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (hlm 501-505). Bandar Lampung: Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar.
Jawet, E.L. Melnick, E.A. Adelberg, E.A. 2007. Mikrobiologi Kedokteran. Dalam Rina Saidah. Jakarta: Buku Kedokteran EGD.
Kusmini, I. I. Gustiano, R. Mulyasari. Iskandariah. & Huwoyon, G. H. 2015. Ikan Lokal Tengadak (Barbonymus scwanenfeldii) Asal Kalimantan Sebagai Andalan Untuk Ikan Budidaya. Prosiding Seminar Nasional Perikanan ke-8 (hlm. 177-187). 28 Februari 2015. Bogor: Masyarakat Iktioligi Indonesia.
Kusmini, I. I. Radona, D. & Putri, F. P. 2018. Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Benih Ikan Tengadak (Bornymus schwanenfeldii) pada Wadah Pemeliharaan yang Berbeda. Jurnal Limnotek Perairan Darat Tropis di Indonesia, xxv, 1-9.
Kusumastuti, L. W. Widyorini, N. & Jati, O.K. 2021. Perbedaan kelimpahan Total Bakteri Aeromonas sp. pada Sedimen dan Kerang Anodonta sp. di Danau Rawa pening, Kabupaten Semarang. Jurnal Pasir Laut, v, 26-31.
Manurung, U. & Susantie, D. 2017. Identifikasi Bakteri Patogen pada Ikan Nilai (Oreochromis niloticus) di Lokasi Budidaya Ikan Air Tawar Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jurnal Budidaya Perairan. 5: 11-17.
Mulia, D.S. 2010. Isolasi Karakteristik, Identifikasi Bakteri Aeromonas sp. Penyebab Penyakit Motil Aeromonas Septicemia (MAS) pada Gurami. Sains Akuakultur, 13(2): 9-17.
Perdamean, E.S. Syawal, H. & Riauwaty, M. 2021. Identifikasi Bakteri Patogen Ikan Mas (Cyprinus carpio) yang Dipelihara Dalam Keramba Jaring Apung. Jurnal Perikanan dan Kelautan,xxi, 26-32.
PP. 2021. Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021.
Rahmaningsih. 2012. Pengaruh Ekstrak Sidawayah dengan Konsentrasi yang Berbeda untuk Mengatasi Infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan, i, 2-8.
Saragih, A.A. Syawal, H. & Lukistyowati, I. 2015. Identifikasi Bakteri Patogen Pada Ikan Selais (Ompok hypotalmus) yang Tertangkap di Sungai Kampar Desa Teratak Buluh Provinsi Riau. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang perikanan dan Ilmu Kelautan. Vol. 2.
Syahrul. Nur, M. Fajriani. Takril. & Fitriah, R. 2021. Analisis Kesesuaian Kualitas Air Sungai Dalam Mendukung Kegiatan Budidaya Perikanan di Desa Batetangnga, Kecamatan Binuang, Provinsi Sulawesi Barat. Journal of Fisheries and Marine Science. 3(1): 171-181.
Tatangidatu, F. Kalesaran, O. & Rompas, R. 2013. Studi Parameter Fisika Kimia Air pada Areal Budidaya Ikan di Danau Tondano, Desa Paleloan, Kabupaten Minahasa. Jurnal Budidaya Perairan, 1(2): 8-19.
Yusuf, R.W. 2009. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Gram negatif pada Luka Ikan Mas Koki (Carassius auratus) Akibat Infeksi Ektoparasit Argulus sp.. Skripsi. Surabaya: Universitas Erlangga.