SERAPAN HARA TANAMAN KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT DESA SIJANG KABUPATEN SAMBAS

Authors

  • Rizki Lambang Wibianto Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak.
  • Rini Hazriani Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak.
  • Rinto Manurung Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak.

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i4.66745

Keywords:

Kelapa Sawit, Serapan Hara, Rekomendasi Pemupukan

Abstract

Kelapa sawit yang dibudidayakan di Kabupaten Sambas mempunyai produksi yang berbeda-beda di setiap lahan. Perbedaan produksi di setiap lahan di pengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor yang mempengaruhi produksi tanaman kelapa sawit adalah kondisi tanah dan unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman agar tumbuh maksimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis kadar hara N, P, K, Mg, Cu dan Boron pada Satuan Peta Lahan yang sudah diklasifikasikan berdasarkan umur tanaman kelapa sawit dan   mengelompokannya dalam kategori defisiensi, optimum, dan berlebih, mengetahui serapan hara N, P, dan K pada tanaman kelapa sawit, dan memberikan rekomendasi pemupukan tanaman kelapa sawit di lokasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawit swadaya masyarakat Desa Sijang Kabupaten Sambas. Parameter penelitian yaitu Nitrogen, Fosfor, Kalium, Magnesium, Tembaga, dan Boron. Hasil Analisis menunjukkan bahwa kadar hara N, P, K, Mg, Cu, dan Born   pada SPL 1 tergolong defisiensi sampai berlebih, SPL 2 tergolong defisiensi sampai berlebih, dan SPL 3 tergolong defisiensi sampai berlebih. Pada masing-masing SPL di Rekomendasikan dosis pemupukan N, P dan K untuk SPL 1 (Urea 7,5 kg/pohon/tahun, SP-36 0,5 kg/pohon/tahun, KCL 1,75 kg/pohon/tahun), SPL 2 (Urea 2,75 kg/pohon/tahun, SP-36 0,35 kg/pohon/tahun, KCL 3,75 kg/pohon/tahun), dan SPL 3 (Urea 9,5 kg/pohon/tahun, SP-36 1,1 kg/pohon/tahun, KCL 4,5 kg/pohon/tahun).

References

Afandie Rosmarkam dan Nasih Widya Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yogyakarta.

Agus, F. dan I.G.M. Subiksa. 2008. Lahan Gambut : Potensi untuk Pertanian dan aspek Lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Center, Bogor. 36 hal

Barker AV, DJ Pilbeam. 2007. Hand Book of Plant Nutrition. CRC Press. New York.

Damanik MMB; BE Hasibuan; Fauzi; Sarifuddin & Hamidah Hanum. 2010. Kesuburan Tanah dan Pemupukan. USU Press. Medan

Dobermann A and T Fairhurst. 2000. Rice, Nutrient Disorders and Nutrient Management. IRRI. Mekati City, The Philippines

Gharishah, H. 2020. Pengaruh Curah Hujan dan Pemupukan Terhadap Gejala Pelepah Sengkleh dan Produksi pada Kelapa Sawit (Doctoral dissertation, INSTIPER YOGYAKARTA).

Hakim. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. lampung: Lampung Dewab Dakwah Islamiyah Indonesia , 1986.

Hardjowigeno, S. 1986. Genesis dan Klasifikasi Tanah. Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian IPB: Bogor.

Manurung, R., J. Gunawan. 2017. Pemetaan Status Unsur Hara N, P dan K Tanah Pada Perkebunan kelapa Sawit Di Lahan Gambut. Jurnal Pedon Tropika Edisi 1 Vol 3.

Munawar, A. 2011. Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman. IPB Press.

Setiadi, B. 1999. Teknologi Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Pertanian. Yogyakarta (ID): UGM press.

Stephanus, D., Supriadi, & Sarifuddin. 2013. Survei dan pemetaan status hara tembaga dan boron perkebunan kelapa sawit rakyat hutabayu raja. Journal Agroekoteknologi, 2(1), 64- 71.

Winarso, S. 2005. Kesuburan Tanah. Penerbit Gava Media. Yogyakarta. 269 hal.

Downloads

Published

2023-10-02

Issue

Section

Articles