ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i4.66842Keywords:
Kemampuan Lahan, Daya Dukung, Lahan SawahAbstract
Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yang dinilai secara menyeluruh dengan pengertian merupakan suatu pengenal majemuk lahan dan nilai kemampuan lahan berbeda untuk penggunaan yang berbeda. Kaitannya dalam pemenuhan kebutuhan manusia, maka kemampuan lahan terjabarkan menjadi pengertian daya dukung lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah lahan sawah di Kecamatan Sukadana terdapat 3 ordo tanah yaitu Inceptisol, Entisol, dan Ultisol dengan teridentifikasi kelas kemampuan lahan kelas II-s (SL 10) dengan luas 9,75 ha (0,38%), II-s,w (SL 5) dengan luas 462,09 (17,84%), III-s (SL 1, SL 3, SL 7, SL 8, dan SL 9) dengan luas 2091,65 ha (80,75) dan V-s (SL 6) dengan luas 26,73 (1,03%). Lahan kelas II ini cocok dijadikan lahan sawah, sesuai dengan penggunaan lahan pada PERMEN LH NO 17 Tahun 2009. Lahan pada kelas III ini cocok dijadikan lahan sawah, sesuai dengan penggunaan lahan pada LH No 17 Tahun 2009. Lahan pada kelas V tidak di sarankan untuk tanaman semusim, tetapi lahan kelas V lebih sesuai untuk ditanami dengan vegetasi permanen seperti tanaman makanan ternak atau dihutankan. Ketersedian lahan sawah (SL) adalah 2.563,31 ha dan kebutuhan lahan sawah adalah 770,36 ha. Dengan demikian, maka diperoleh nilai SL > DL dan daya dukungnya dinyatakan surplus atau mencukupi. Dari hasil perhitungan daya dukung Kecamatan Sukadana mempunyai status yang mencukupi kebutuhan akan produksi beras terhadap penduduk yang tinggal di Kecamatan Sukadana. Hal ini dapat dikatakan bahwa ketersedian lahan di Kecamatan Sukadana lebih besar dari kebutuhan lahan. Kelas kemampuan lahan menunjukkan sebagian dari lahan sawah telah sesuai dengan kelas kemampuan lahannya, sehingga produktivitas lahannya juga baik.
Kata kunci : Kemampuan Lahan, Daya Dukung, Lahan Sawah
References
Anggari, R., Zulfan dan Husaini. 2016. Alih Fungsi Lahan Sawah Ke Perkebunan Kelapa Sawit Di Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2005-2014. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 1 (1): 28-38.
Arsyad, S. 2010 . Konservasi Tanah dan Air. Bogor: Serial Pustaka IPB Press.
Bandyopadhyay, S., Jaiswal, R.K., Hegde, V.S., dan Jayaraman, V., 2009. Assessment of Land Suitability Potentials for Agriculture Using A Remote Sensing and GIS Based Approach. International Journal of Remote Sensing, 30(4):879–895.
Dharmayanthi, E., Zulkarnaini dan Sujianto. 2018. Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Padi Menjadi Perkebunan Sawit Terhadap Lingkungan, Ekonomi dan Sosial Budaya di Desa Jatibaru Kecamatan Bunga Raya Kabupatem Siak. Jurnal Dinamika Lingkungan Indonesia, 5 (1) : 34-39.
Mokarram, M., dan Aminzadeh, F., 2010. GIS Based Multicriteria Land Suitability Evaluation Using Ordered Weight Averaging with Fuzzy Quantifier: A Case Study in Shavur Plain, Iran. The International Archives of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences, 38(2):508–512.
Mokodopit, P.I.S., Kindangen, J.I., Tarore, R.C. 2019. Perubahan Lahan Pertanian Basah Di Kota Kotamobagu. Jurnal Spasial, 6(3), 792-799.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2009 tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung LH dalam Penataan Ruang Wilayah.
Rahman, M.A. 2020. Analisis Daya Dukung Lahan Sawah Di Kelurahan Sedau Kecamatan Singkawang Selatan Kota Singkawang. Skripsi. Pontianak: Universitas Tanjungpura, Fakultas Pertanian.
Singer, M.J., 2014. Land Capability Analysis. In Encyclopedia of Natural Resources: Land. Taylor and Francis, New York, Published online: 21 Oct 2014, 295-298
Sitorus, S.R.P. 2004. Evaluasi Sumberdaya Lahan. Bandung: Tarsito Bandung.
Susanto, I.W., Anwar, M.R dan Soemarno. 2013 Analisi Daya Dukung Lingkungan Sektor Pertanian Berbasis Produktivitas Di Kabupaten Bangli. Jurnal Bumi Lestari, 13 (1) :115-123
Wijaya, A. 2003. Kebijakan Pembangunan Daerah era Otonomi. P2ELIPI: Jakarta