PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA DAN FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i4.66859Keywords:
Edamame, Fosfat, Mikoriza, Tanah AluvialAbstract
Budidaya kedelai edamame di Kalimantan Barat masih dihadapkan pada sejumlah kendala diantaranya yaitu kurangnya lahan subur yang dapat menunjang produksi kedelai edamame salah satunya yaitu tanah aluvial. Namun tanah aluvial memiliki beberapa kekurangan seperti pH yang rendah, kurangnya unsur P dan K Adanya infeksi koloni FMA pada perakaran tanaman mampu meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara yang terjerap didalam tanah secara efisien dan maksimal khususnya unsur hara P. Fosfor(P) memiliki peran yang esensial artinya keberadaannya tidak dapat digantikan oleh unsur hara lain, oleh karena itu kecukupan hara P ini harus terpenuhi agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hasil terbaik pemberian FMA dan Fosfat terhadap kedelai edamame pada media tanam aluvial. Penelitian ini berlangsung sejak 10 Oktober sampai 31 Desember 2022, dilaksanakan di Jl. Raya Kalimas Hulu, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan secara faktorial dengan pola Split-plot Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama sebagai petak utama yaitu FMA (M) yang meliputi, m0 : tanpa pemberian FMA ; m1 : dengan pemberian FMA 20 g/tanaman. Faktor Kedua sebagai petak anakan yaitu Fosfat (P) yang meliputi, p1 : SP-36 250 kg/ha » 100% Rekomendasi pemupukan; p2 : SP-36 125 kg/ha » 50% Rekomendasi pemupukan; p3 : SP-36 62,5 kg/ha » 25% Rekomendasi pemupukan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, berat polong pertanaman dan persentase infeksi akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemberian FMA dan Fosfat 125 kg/ha memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 2 MST, interaksi pemberian FMA dan Fosfat 62,5 kg/ha memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 4 MST dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian FMA dengan penggunaan Fosfat sebesar 62,5 kg/ha atau setara dengan 25% rekomendasi pemupukan fosfat pada kedelai edamame mampu memberikan hasil yang setara dengan penggunaan Fosfat sebesar 250 kg/ha atau setara dengan 100% rekomendasi pemupukan fosfat pada kedelai edamame
References
Adeyemi, N. O., Atayese, M. O., Olubode, A. A., & Akan, M. E. 2020. Effect of commercial arbuscular mycorrhizal fungi inoculant on growth and yield of soybean under controlled and natural field conditions. Journal of Plant Nutrition, 43(4), 487-499.
Brundrett, M., Bougher, N., Dell, B., Grove, T., & Malajczuk, N. 1996. Working with mycorrhizas in forestry and agriculture. Canberra: Australian Centre for International Agricultural Research.
Dobo, B. 2022. Effect of arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) and rhizobium inoculation on growth and yield of Glycine max L. Varieties. International Journal of Agronomy, 2022.
Fitter, A. H. 1990. The role of ecological significance of vesicular-arbuscular mycorrhizas in temperate ecosystems. Agriculture. Ecosystems & Environment, 29(1-4).
Hakim, N. A. 2013. Perbedaan kualitas dan pertumbuhan benih edamame varietas ryoko yang diproduksi di ketinggian tempat yang berbeda di Lampung. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 13(1).
Hanum, Chairani. 2013. Pertumbuhan, Hasil, dan Mutu Biji Kedelai dengan Pemberian Pupuk Organik dan Fosfor. Jurnal Agronomi Indonesia, 41(3)
Hardjowigeno, S. 2003. llmu Tanah. , Jakarta: Akademika Presindo.
Isnaini, N. D., Sumarmi, S., & Santosa, S. J. 2022. Pengaruh Pupuk Hayati Mikoriza Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Kedelai (Glycine Max L. Merr). Innofarm: Jurnal Inovasi Pertanian, 24(2).
Jayasumarta dan Darmawati. 2012. Pengaruh Sistem Olah Tanah dan Pupuk P Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill). Agrium: Jurnal Ilmu Pertanian. 17(3)
Mahanta, D., Rai, R. K., Mishra, S. D., Raja, A., Purakayastha, T. J., & Varghese, E. 2014. Influence of phosphorus and biofertilizers on soybean and wheat root growth and properties. Field Crops Research, 166.
Meena, R. S., Vijayakumar, V., Yadav, G. S., & Mitran, T. 2018. Response and interaction of Bradyrhizobium japonicum and arbuscular mycorrhizal fungi in the soybean rhizosphere. Plant Growth Regulation, 84(2)
Nazari, A. P. D., Eliyani, E., & Akbar, M. 2022. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum Annuum L.) dengan Pemberian Mikoriza dan Mikroorganisme Lokal Bonggol Dan Batang Pisang. Ziraa'ah Majalah Ilmiah Pertanian, 47(1).
Nusantara, A. D., & Irdika, M. 2012. Bekerja dengan fungi mikoriza arbuskula. Bogor: IPB Press.
Rahmaniah, R., & Oesman, R. 2023. Serapan Fosfor Tanaman Terhadap Pemberian Mikoriza Arbuskula Di Beberapa Jenis Rumput Terhadap Derajat Mikoriza. Ziraa'ah Majalah Ilmiah Pertanian. 48(1).
Rahmatillah, F., Kurniawan, T., & Nurahmi, E. (2022). Pengaruh Jenis Media Tanam dan Dosis Mikoriza terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 7(3).
Razaq, M., Zhang, P., & Shen, H. L. 2017. Influence of nitrogen and phosphorous on the growth and root morphology of Acer mono. PloS one, 12(2).
Saputri, H. A., & Lapanjang, I. 2022. Pengaruh Pemberian Mikoriza Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah Varietas Lembah Palu. Agrotekbis: E-Jurnal Ilmu Pertanian, 10(1)
Sheteiwy, M. S., Ali, D. F. I., Xiong, Y. C., Brestic, M., Skalicky, M., Hamoud, Y. A., ... & Ahmed, M. 2021. Physiological and biochemical responses of soybean plants inoculated with Arbuscular mycorrhizal fungi and Bradyrhizobium under drought stress. BMC plant biology. 21(1)
Stoffel, S. C. G., Soares, C. A. R. F. S., Meyer, E., Lovato, P. E. I., & Giachini, A. J. E. 2020. Yield increase of soybean inoculated with a commercial arbuscular mycorrhizal inoculant in Brazil. African Journal of Agricultural Research, 16(5).
Subaedah, S., & Netty, N. 2021. Growth and Yield of Two Soybean Varieties by PhosphateFertilization and Arbuscular mycorrhizal Application. Journal of Biological Sciences, 20(4).