PEMETAAN LAHAN RAWAN BANJIR AREAL PERSAWAHAN DI DESA KUALA TOLAK KECAMATAN MATAN HILIR UTARA
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i4.66879Keywords:
Pemetaan, Kerawanan Banjir, pasang surutAbstract
Banjir terjadi karena faktor manusia dan faktor alam. Faktor fisik pada daerah alir sungai (DAS) adalah faktor alam dan saling terkait dalam kejadian banjir. Banjir yang terjadi di Desa Kuala Tolak, Kabupaten Ketapang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan sungai tolak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memetakan kawasan yang berpotensi banjir pada lahan sawah Desa Kuala Tolak. Penilaian potensi banjir suatu wilayah menggunakan metode penelitian dengan dilakukan pemberian skoring dan pembobotan pada kelas di setiap parameter banjir (Suherlan, 2001). Dari hasil peta kerawanan banjir yang dibuat berdasarkan dari data kelas parameter banjir didapat bahwa lahan sawah di Desa Kuala Tolak terdiri dari dua kelas kerawanan banjir yaitu : Kelas Sangat Rawan dengan persentase 1,17% atau seluas 9,24 Ha dan Kelas Rawan dengan persentase 98,83% atau luasnya sebesar 779,77 Ha.
Kata Kunci: Pemetaan, Kerawanan Banjir, pasang surut
References
Arsyad, S. 2006. Konservasi Tanah Dan Air. Ipb Press. Bogor.
Bintarto R dan Surastopo. 1978. Metode Analisis Geografi. Yogyakarta .LP3IS.
Maryono, Agus 2005. Menangani Banjir, Kekeringan dan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Pers.
Muntazar, M. R., Nasrul, B., Wawan., Idwar., Khoiri, M. A., Silvina, F., Nurhayati.2022. Kesesuaian Lahan Sawah Pasang Surut dan Faktor Pembatas Utama Tanaman Padi di Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir. Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol. 8 No.2 Hal. 1
Purnama, A. 2008. Pemetaan Kawasan Rawan Banjir Di Daerah Aliran Sungai Cisadane Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor
Suherlan, (2001). Zonasi Tingkat Kerentangan Banjir Kabupaten Bandung Menggunakan Sistem Informasi geografis. Bogor.