STATUS MUTU AIR DI DANAU JEMUT KABUPATEN SINTANG
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i4.67190Keywords:
Kualitas Air, Metode STORET, Metode Indeks PencemaranAbstract
Danau Jemut sebagai salah satu kawasan dengan sumberdaya ikan yang tinggi dan telah mengalami degradasi. Untuk itu, pola pengelolaan perikanan yang berkelanjutan mutlak diperlukan untuk menjamin terjaganya keanekaragaman hayati dan potensi pemanfaatan sumber dayanya. Danau Jemut diduga tercemar karena adanya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Destructive Fishing dan aktivitas perkebunan kelapa sawit. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas dan status mutu air di Danau Jemut Kabupaten Sintang. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada bulan September-Oktober 2022. Adapun penelitiannya terdiri dari pengukuran parameter Fisika, Kimia dan Biologi. Pengukuran parameter Fisika yaitu Suhu, kecerahan, dan TSS. Parameter Kimia yaitu DO, pH, Nitrat, Fosfat dan BOD. Parameter Biologi yang diukur yaitu Kelimpahan Plankton. Setelah parameter kualitas air yang diukur kemudian dilakukan Analisis dengan Metode STORET dan Indeks Pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan Parameter kualitas air yang memenuhi baku mutu adalah suhu, kedalaman, kecerahan, TSS, DO dan nitrat. Parameter yang tidak memenuhi baku mutu adalah pH, fosfat dan BOD. Status mutu air menggunakan metode STORET menunjukkan kondisi tercemar sedang dengan metode Indeks Pencemaran menunjukkan kondisi tercemar ringan. Status mutu air Danau Jemut sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah dan dapat dijadikan daerah reservat perikanan.References
Aisyah, S. dan Subekti, L. 2012. Pengukuran dan Evaluasi Kualitas Air dalam Rangka Mendukung Pengelolaan Perikanan di Danau Limboto. Gorontalo: Lembaga Ilmu Pengetauan Indonesia.
Barroso, G. F., M. A. Goncalves, Fabio da C. Garcia. 2014. The morphometry of Lake Palmas, a deep natural Lake in Brazil. Plos One, 9(11): 1-13.
Effendi, Hefni. 2003. Telaah Kualitas Air: bagi pengelolaan sumber daya dan lingkungan perairan. Yogyakarta: Kanisius
Fitria, L. dkk.2020. Status Mutu Air Pada Lahan Gambut di Sungai Putat Kota Pontianak. Journal of Science and Technology. 13(1), 45-48.
Kordi, K Ghufron dan Tancung, A.B. 2009. Pengelolaan Kualitas Air Dalam Budidaya Perairan. Jakarta: Rineka Cipta.
Krismono, A.S.N dan Sarnita A.S. 2003. Penilaian Ulang Lima Lokasi Suaka Perikanan di Danau Toba Berdasarkan Kualitas Air dan Parameter Perikanan. JIPPI Edisi Sumber Daya dan Penangkapan Vol. 9 (3).
Mujiyanto, D.W., Tjahjo,H dan Sugianti, Y. 2011. Hubungan Antara Kelimpahan Fitoplankton dengan Konsentrasi N:P pada Daerah Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Ir. H. Djuanda. Djuanda. Jurnal Limnotek Vol 18 (1) : 15-25.
Nemerow, N. L. (1974). Scientific Stream Pollution Analysis. McGraw-Hill Book Co
Rahman,M.W. Purwanto,M.Y.J. & Suprihatin. 2014. Status Mutu Air dan Upaya Konservasi Sumberdaya Lahan di DAS Citarum Hulu, Kabupaten Bandung. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan 4 (1), 24-34.
Silaban,W. & Silalahi M.V. 2021. Analisis Kualitas Air di Perairan Danau Toba Kecamatan Pangurusan, Kabupaten Samosir. Jurnal Sains dan Teknologi 10(2).
Soeprobowati, T.R. 2010. Stratigradi diatom Danau Rawa Pening: Kajian Paleolimnologi sebagai Landasan Pengelolaan Danau. Bogor: Pusat Penelitian Limnologi.
Suraya, Ummi., Lilia. 2020. Analisa Kualitas Air Fisika dan Kimia di Danau Pampait. Jurnal Daun, 7(1), 75-87.
Tatangindatu, F.; Kalesaran, O., Rompas, R. 2011. Studi Parameter Fisika Kimia Air pada Areal Budidaya Ikan di Danau Tondano Desa Paleloan Kabupaten Minahasa: Budidaya Perairan, 1(2), 8-19.
Umar, C., Endi, S.K., Didik, W., Hendro, T., Mujianto, L.P. Astuti,Y., Sugianti, N. Widarmanto, S., Rondom, U., Sukandi & Kosasih, E. 2005. Identifikasi dan Karakterisasi Habitat dan Popolasi ikan di Danau Sentani Papua. Laporan akhir. Loka Riset Pemacuan Stok Ikan.
Venter, A.,A Jordan dan Pieterce, A.J.H. 2003. Osciillatoria Simplicissima A Taxonimical Study. School of Environmental Sciences and Development: Botany. South Africa. Botany. South Africa. Journey Water SA 29 (1): 101-104.