RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH TERHADAP PEMBERIAN PGPR DAN PUPUK PHOSPAT DI TANAH ALUVIAL
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v13i1.67196Keywords:
alluvial soil, peanut, PGPR, phosphateAbstract
Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) adalah salah satu tanaman penghasil biji-bijian yang merupakan tanaman pangan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi karena kandungan gizinya terutama protein dan lemak yang tinggi. Produksi kacang tanah dapat dikatakan masih rendah dalam skala nasional, oleh sebab itu perlu peningkatan produksi kacang tanah dengan program intensifikasi dan ekstensifikasi. Ekstensifikasi yang dilakukan dengan memanfaatkan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman kacang tanah. Tanah aluvial umumnya memiliki kendala seperti liat cukup tinggi, aerasi kurang baik dan daya ikat air yang rendah. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menambahkan PGPR dan pupuk Phospat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dari pemberian PGPR dan pupuk Phospat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah pada tanah aluvial. Penelitian ini dimulai dari 01 September sampai 04 Desember 2021 di Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama pemberian Konsentrasi PGPR terdiri dari 3 taraf yaitu a1 = 10 ml/L, a2 = 20 ml/L, a3 = 30 ml/L, dan faktor kedua yaitu pemberian dosis pupuk Phospat terdiri dari 3 taraf yaitu b1 = 125 kg/ha, b2 = 250 kg/ha, b3 = 375 kg/ha. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat biji kering per tanaman, berat 100 biji, dan berat biji kering per petak. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi PGPR dan SP-36 dosis 20 ml/l + 125 kg/ha adalah dosis yang paling efektif dalam penelitian ini.
References
Andoko, A. 2002. Budidaya Padi Secara Organik. Jakarta: Penebar Swadaya.
Badan Pusat Statistik Indonesia. 2019. Produktifitas Kacang Tanah 2019. Jakarta: Badan Pusat Statistik Indonesia.
Badan Pusat Statistik. 2019. Kalimantan Barat dalam Angka. Pontianak: Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat.
Cahyono, B. 2007. Kacang Tanah. Semarang: Rineka Cipta.
Dartius. 1990. Fisiologi Tumbuhan 2. Medan: Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Lindung. 2014. Teknologi Pembuatan dan Aplikasi Bakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman (PGPR) dan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) http://www.bppjambi.info/default.asp?v=news&id=589 diakses pada tanggal 20 Desember 2021.
Marsono dan Sigit. 2005. Pupuk Akar. Jakarta: Penerbit Penebar Swadaya.
Marzuki, R. 2007. Bertanam Kacang Tanah. Jakarta: Penebar Swadaya.
Rahni, N. M. 2012. Efek Fitohormon PGPR Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays). J. Faperta 3(2), 27–35.
Rinsema, W.T. 1993. Pupuk dan Pemupukan. Terjemahan oleh H.M. Saleh. Jakarta: Bharata Karya Aksara.
Rukmana, R. 1998. Kacang Tanah. Yogyakarta: Kanisius.
Setyati. S.H. 1988. Pengantar Agronomi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.