PEMETAAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TAHUN 2011 "“ 2020 UNTUK ZONASI KAWASAN PERTANIAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DESA TANJUNG BUNUT KECAMATAN TAYAN HILIR
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v14i2.67210Keywords:
Arahan Penggunaan Lahan, Pemetaan tanah, Zonasi kawasan pertanianAbstract
Desa Tanjung bunut, terletak di Kabupaten Sanggau, yang merupakan salah desa didalam kecamatan tayan hilir. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan dari tahun 2011 "“ 2020, mengidentifikasi karakteristik fisik dan kimia tanah di Desa Tanjung Bunut, menentukan luasan kawasan pertanian pada tahun 2020, memberikan saran arahan untuk perkembangan zonazi kawasan pertanian Desa Tanjung Bunut. Hasil penelitian terdapat perubahan penggunaan lahan yang ada di wilayah Desa Tanjung Bunut dalam kurun waktu 10 tahun menggunakan pendekatan verifikasi kondisi lahan eksisting. Titik berjumlah 18 yang merupakan sasaran verifikasi perubahan penggunaan lahan, dari hasil verifikasi lapangan terdapat pemekaran dan perubahan lahan yang didapati dalam kurun waktu 10 tahun meliputi titik V5, V6, V7, V8, V9, V10, V11, V12, V13, V14, V15, V16, V17, V18, sedangkan titik yang tidak berubah adalah V1, V2, V3, V4. Pada karakteristik kimia dan fisika tanah merujuk pada data pH tanah berkisar antara 3,34 sampai 5,17, C-organik berkisar antara 1,10 sampai 57,06, Kapasitas tukar kation dengan kisaran rentang antara 6,05 sampai dengan 118,44, Kejenuhan basa dengan kisaran rentang antara 3,45 sampai 44,70 dan tekstur hasil analisis tekstur tanah terdiri dari lempung liat berdebu, lempung, lempung berdebu, serta debu. Pada klasifikasi arahan kawasan pertanian didapat pada Satuan lahan (SL) I II VII masuk pada klasifikasi kriteria pertanian lahan kering, pada SL III IV V VI masuk pada klasifikasi kriteria pertanian lahan basah dan SL VIII masuk pada klasifikasi kriteria pertanian tanaman tahunan. Hasil zonasi kawasan pertanian didapat SL 1 zona kawasan pertanian lahan kering, SL 2 zona kawasan pertanian lahan kering, SL 3 zona kawasan pertanian lahan basah, SL 4 zona kawasan pertania lahan basah, SL 5 zona kawasan pertanian lahan basah, SL 6 zona kawasan pertanian lahan basah, SL 7 zona kawasan pertanian lahan kering, SL 8 zona kawasan pertanian tanaman tahunan.
References
Areas. 2004. Gagasan Pengendalian Konservasi Lahan Sawah dalam Rangka Peningkatan Ketahanan Pagan Nasional. Prosiding Seminar Multi Fungsi Pertanian dan Konservasi Sumberdaya Lahan. Bogor. 13 Desember 2003
Hardjowigeno S. 2003. Ilmu Tanah. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis Edisi Baru Cetakan Kedua. Jakarta : Akademika Pressindo.
Hardjowigeno S. 2007. Ilmu Tanah. Edisi Baru Cetakan Delapan. Jakarta : Akademika Pressindo.
Mukhlis dkk. 2011. Klasifikasi Tanah Gambut Topogen Yang Dijadikan Sawah Dan Dialihfungsikan Menjadi Pertanaman Kopi Arabika Dan Hortikultura. 2013. Jurnal Online Agroteknologi 2(1):1-12. Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian USU, Medan 20155.
Sitorus, S. R. P. 2001. Pengembangan Sumberdaya Lahan Berkelanjutan. Edisi Kedua. Lab. Perencanaan Pengembangan Sumberdaya Lahan. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian IPB. Bogor.