PENGARUH BIOCHAR TEMPURUNG KELAPA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG GELATIK PADA TANAH ALUVIAL
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i4.67541Keywords:
Aluvial, Biochar tempurung kelapa, pupuk NPK, Terung GelatikAbstract
Produktivitas terung gelatik di masyarakat Kalimantan Barat masih rendah. Dengan hal ini perlu ditingkatkan yaitu dengan cara memperluas areal tanam dengan memanfaatkan lahan-lahan marginal seperti tanah aluvial. Penambahan biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK perlu ditambahan guna untuk mmperbaiki sifat kimia tanah. Agar mengefisiensi penyerapan unsur NPK maka perlu di berikan biochar tempurung kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi dan dosis interaksi terbaik biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK pada tanaman terung gelatik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak Gang Struktur, Reformasi Pontianak. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dari tanggal 15 Maret "“ 4 Mei 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama dosis biochar tempurung kelapa yang dilambangkan dengan huruf (B) terdiri dari 3 taraf. faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Mutiara 16:16:16 yang dilambangkan dengan huruf (N) terdiri dari 3 taraf, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan seluruhnya dilakukan 3 kali pengulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman. Sehingga total sampel adalah sebanyak 108 tanaman. Perlkauan b1 = 4 ton/ha biochar tempurung kelapa setara dengan 120 g/polybag, Perlakuan b2 = 6 ton/ha biochar tempurung kelapa setara dengan 180 g/polybag perlakuan b38 ton/ha biochar tempurung kelapa setara dengan 240 g/polybag Faktor kedua yaitu : n1 = 400 kg NPK setara dengan 12 g/tanaman , n2 = 500 kg NPK setara dengan 15 g/tanaman dan n3 = 600 kg NPK setara dengan 18 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar (cm3), tinggi tanaman (cm), luas daun (cm), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g), berat buah per buah (g), diameter buah (cm). Berdasarkan hasil penelitian tidak ditemukan dosis terbaik pada pemberian biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK namun pada dosis biochar tempurung kelapa 8 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha merupakan dosis yang efektif pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung gelatik pada tanah aluvial.
References
Abdurrafi,A. 2021. Penggunaan Biochar Sekam Padi dan Pupuk KCL Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Peranggi Pada Tanah Aluvial. Skripsi. Pontianak: Universitas Tanjungpura, Fakultas Pertanian.
Ayuningtyas V, Koesriharti dan Murdiono,E,W. 2019. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pada Tanaman Terung (Solanum Melongia L). Jurnal Produksi Tanaman. 8(1). 1083-1089.
Gani, A. 2009. Potensi Arang Hayati Biochar Sebagai Komponen Teknologi Perbaikan Produktivitad Lahan Pertanian. Iptek Tanaman Pangan. 4(1): 33-48.
Hadili. 2021. Pengaruh Berbagai Dosis Biochar Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Hijau pada Tanah Pedsolik Merah Kuning. Skripsi. Pontianak: Universitas Tanjungpura, Fakultas Pertanian.
Herlina, N dan Prasetyorini, A. 2020. Pengaruh Perubahan Iklim Pada Musim Tanam Di Kabupaten Malang. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 25(1): 118-128.
Husnain, Sajimin, Nurjaya, Kasno dan Wibowo H. 2021. Rekomendasi Pemupukan Tanaman Hortikultura Per-Kabupaten Se-Indonesia. Bogor: Balai Penelitian Tanah.
Isdarmanto. 2009. Pengaruh Macam Pupuk Organik dan Konsentrasi Pupuk Daun Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Merah (Capsicum Annum L) Dalam Budidaya System Pot. Skripsi. Surakarta: Sebelas Maret, Fakultas Pertanian.
Jusniati. 2013. Pertumbuhan dan Hasil Varietas Terung (Solanum Melongena L) Di Lahan Gambut Pada Berbagai Tingkat Naungan. Skripsi. Pasaman Barat: Universitas Tamansiswa Agroteknologi.
Lakitan. 2000. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Lehman J and Joseph S. 2009. Biochar For Environmental Management An Introduction. Sciene And Technology (Johannes Lehamn And Stephen Joseph Eds). First Published By Earthscan In The UK and USA in 2009. 12 pp.
Lingga. 2001. Petunjuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Bathara Karya Aksara.
Lingga P dan Marsono. 2003. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.
Novizan. 2002. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Jakarta: Agro Media Pustaka.
Putriantasi, M dan E. Santosa. 2014. Pertumbuhan dan Kadar Alkaloid Tanaman Leunca (Solanum Americanum Miller) Pada Beberapa Dosis Nitrogen. Jurnal Hortikultura. 5(3): 175-182.
Sembel, D. T. 2014. Serangga-Serangga Hama Tanaman Pangan, Umbi dan Sayur. Malang: Bayumedia.
Tjitrosoepomo, G. 2004. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Tri, M.P.J . 2022. Pengaruh Biochar Ampas Tebu dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung Pada Tanah Aluvial. Skripsi. Pontianak: Universitas Tanjungpura, Fakultas Pertanian.
Yuanita, R, V, Kurniastuti T dan Puspitorini P . 2016. Respon Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk NPK Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Hijau (Solanum Melongena L). Jurnal Viable Pertanian. 10(1):1-9.