EFEKTIVITAS HERBISIDA CAMPURAN CYHALOFOP-BUTYL DAN PYRIBENZOXIM TERHADAP GULMA Spenochlea zeylanica, Leptochloa chinensis, dan Fimbristylis milliacea
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i4.67649Keywords:
Campuran, Cyhalofop-Butyl, Indeks Kombinasi, PyribenzoximAbstract
Pencampuran herbisida dengan dua atau lebih jenis bahan aktif dapat memperluas spektrum pengendalian gulma. Campuran herbisida satu bahan aktif dengan bahan aktif yang lain dapat menunjukkan respons yang bersifat antagonis atau tidak antagonis. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat efektivitas herbisida campuran berbahan aktif cyhalofop-butyl dan pyribenzoxim terhadap gulma Spenochlea zeylanica, Leptochloa chinensis, dan Fimbristylis milliacea. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober "“ Desember 2021 di rumah plastik dan Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan beberapa taraf dosis perlakuan dan diulang 5 kali. Perlakuan herbisida cyhalofop-butyl 100 g/l EC diuji pada dosis (0; 1,875; 3,75; 7,5; 15; 30; 50) l/ha, herbisida pyribenzoxim 50 g/l EC diuji pada dosis (0; 4; 8; 16; 32; 64) l/ha, dan herbisida campuran cyhalofop-butyl dan pyribenzoxim 60/25 g/l EC diuji pada dosis (0; 1,875; 3,75; 7,5; 15; 30) l/ha. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan analisis probit menggunakan program SAS dilanjutkan dengan perhitungan indeks kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa herbisida campuran cyhalofop-butyl dan pyribenzoxim efektif dalam mengendalikan gulma Spenochlea zeylanica dimulai pada dosis 3,75 l/ha (P2) dengan persen kematian 60,48%, gulma Leptochloa chinensis dimulai pada dosis 1,875 l/ha (P1) dengan persen kematian 56,92%, dan gulma Fimbristylis milliacea dimulai pada dosis 15 l/ha (P4) dengan persen kematian 58,56%. Pencampuran herbisida cyhalofop-butyl dan pyribenzoxim dengan nilai indeks kombinasi sebesar 0,85 (IK ≤ 1) sehingga kedua jenis herbisida campuran tersebut bersifat tidak antagonis.
References
Adi Permadi, I W., I.G.Gunadi., dan I.M. Sukewijaya. 2008. Identifikasi Karakter Morfologi dan Agronomi Tanaman Gonda (Spenochlea zeylanica Gaertn) di Kabupaten Lembrana, Bali. Fakultas Pertanian. Universitas Udayana. Hal 43-54.
Byako. 2015. Pengertian Peranan Dan Manfaat Gulma Dalam Pertanian. https://www.scribd.com/doc/178592214/Pengertian-Peranan-Dan-Manfaat-Gulma- Diakses pada tanggal 30 Oktober 1995.
Chou TC and Talalay P. 1984. Quantitative analysis of dose-effect relationship: the combined effects of multiple drugs or enzyme inhibitors. Adv. Enz. Regl. 22:27-55.
Cong’ai, W., Jinshan, Y., Jian, S., and Huigao, L. 2011. Weeding composition Containing. Pyribenzoxim and Cyhalofop-butyl. Stockzhou Economic and Technological. Development Zone. Jiaozhou, China.
Desvayanti, G. 2002. Struktur dan Komposisi Gulma pada Padi Sawah dengan Sistem Tanam Benih Sebar Langusng (TABELA) di Desa Pauh Kecamatan Pariaman Tengah. Kabupaten Padang Pariaman. Skripsi. Sarjana Biologi FMIPA Universitas Andalas. Padang.
Fang, J., He, Z., Liu, T., Li, J., and Dong, L. 2020. A novel mutation Asp-2078-Glu in ACCase Confers Resistance to ACCase Herbicides in barnyardgrass (Echinochloa crus-galli). Pestic Biochem Physiol. 168:104634.
Guntoro, D. dan T. Fitri. 2013. Efektivitas Herbisida Campuran Bahan Aktif Cyhalofop-butyl dan Penoxsulam terhadap Beberapa Jenis Gulma Padi Sawah. Bul. Agrohorti 1 (1): 140-148.
Komisi Pestisida, 1984. Pedoman Pengujian Efikasi untuk Pemanfaatan Pestisida. Departemen Pertanian Jakarta.
Koo, S.J., Pisamai, C., and Pitoon, K. 2006. Efficacy of post emergence herbicide pyribenzoxim in wet direct-seeded rice in Thailand. Korean Journal of Weed Science 26(1): 89-97.
Kurniadie, D., U. Umiyati, dan S. Shabirah. 2019. Pengaruh Campuran Herbisida Berbahan aktif Atrazin 500 g/l dan Mesotrion 50 g/l terhadap Gulma Dominan pada Tanaman Jagung (Zea mays L.). J. Kultivasi, 18(2): 912 – 918.
Li, L., Wang, Y., Nie, L., Ashraf,. U, Wang, Z., Zhang, Z., Wu, T., Tian, H., Hamoud, YA, and Tang, X. 2021. Deep Placement of Nitrogen Fertilizer Increases Rice Yield and Energy Production Efficiency under Different Mechanical Rice Production Systems. F Crop Res. 276:108359.
Mangoensoekarjo, S dan A. Toekidjan S. 2015. Ilmu Gulma dan Pengelolaan pada Budidaya Perkebunan. UGM Press. Yogyakarta. 393 hal.
Santaella, J.P.R., A. Heredia, and R.D. Prado. 2006. Basis of selectivity of cyhalofop-butyl in Oryza sativa L. Planta 223(2): 191-199.
Sembodo, D. R. J. 2010. Gulma dan Pengelolaannya. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Shekhawat, K., Rathore, S.S., & Chauhan, B. S. 2020. Weed management in dry direct-seeded rice: A review on challenges and opportunities for sustainable rice production. Agronomy, 10(9):1264.
Shijian, G., Jinhe, D., Junzhang, L., Kucheng, F., and Xiaoyan, C. 2016. Herbicide Composition Containing Pyriminobac Methyl, Pyribenzoxim, dan Cyhalofop-Butyl, Preparation and Appliance Thereof. Patent Agency Jizhou Fenghe Patent Office Co., Ltd. Zhejiang, China.
Sudhana A, Hardiastuti S, Padmini OS. 2018. Weeds Control with Herbicide Dosage and Frequency of pgpr toward Growth and Yield of Paddy crops. Agrivet. 24(1):1-13.
Sun, Y., Kaleiber, B. P., Oveisi, M., & Muller-Scharer, H. 2021. Addressing Climate Change: What Can Plant Invasion Science and Weed Science Learn from Each Other? Front. Agron. 2:626005.
Tjitrosoedirdjo, S., I. H. Utomo dan J. Wiroatmodjo. 1984. Pengelolaan Gulma di Perkebunan. Diterbitkan Dengan Kerjasama Biotrop dan PT Gramedia, Jakarta. 209 hal.