PENGARUH PUPUK HAYATI PGPR DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI PADA TANAH PMK

Authors

  • Zulfika Apriaji Anugrah Pratama Tanjungpura University
  • Surachman Surachman Tanjungpura University
  • Iwan Sasli Tanjungpura University

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v12i4.69458

Keywords:

PGPR, Pupuk Kandang Ayam, Tanah Podsolik Merah Kuning

Abstract

Peningkatan produksi kedelai di Kalimantan Barat dapat dilakukan melalui penggunaan tanah marjinal Podsolik Merah Kuning (PMK). Kendala sifat fisik tanah dapat diperbaiki dengan pemberian pupuk hayati PGPR dan pupuk kandang ayam sebagai amelioran dan pengikat hara yang akan digunakan tanaman ketika membutuhkan unsur hara, kemudian hara dilepas perlahan sesuai kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi PGPR dan Pupuk Kandang Ayam terbaik bagi pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 8 taraf perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga terdapat 96 tanaman. Perlakuan terdiri dari p0k1 = Tanpa PGPR dan 200 g pupuk kandang ayam, p0k2 = Tanpa PGPR dan 150 g pupuk kandang ayam, p0k3 = Tanpa PGPR dan 100 g pupuk kandang ayam, p0k4 = Tanpa PGPR dan 50 g pupuk kandang ayam, p1k1 = dengan PGPR dan 200 g pupuk kandang ayam, p1k2 = dengan PGPR dan 150 g pupuk kandang ayam, p1k3 = dengan PGPR dan 100 g pupuk kandang ayam, dan p1k4 = dengan PGPR dan 50 g pupuk kandang ayam. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, presentase jumlah bintil akar efektif, berat 100 biji kering tanaman, jumlah polong isi pertanaman, berat biji kering pertanaman, volume akar, dan eksplorasi dan karakterisasi PGPR. Hasil penelitian menunjukkan pemberian PGPR dan pupuk kandang ayam dengan dosis 150 g/polybag memberikan pertumbuhan hasil kedelai yang terbaik pada tanah Podsolik Merah Kuning.

References

Armiadi. 2009. Penambatan Nitrogen Secara Biologi pada Tanaman Leguminosa. Bogor: Balai Penelitian Ternak.

Badan Pusat Statistik. 2018. Produksi Tanaman Kedelai di Kalimantan Barat.

Badan Pusat Statistik. 2015. Sebaran Tanah PMK di Kalimantan Barat.

Berto, H. 2019. Pengaruh Pemberian Kapur Dan Guano Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Okra Pada Tanah Gambut. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Pontianak.

Fuskhah, Eny., Soetrisno, R, D., Anwar Syaiful., Kusmiyati, F. 2014. Uji Asosiasi Bakteri Rhizobium Terseleksi dengan Leguminosa Pakan dalam Kondisi Tercekam Salin. Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang. Agripet Vol 14, No. 1, April 2014.

Gothwal, R. K., V. K. Nigam, M. K. Mohan, D. Sasmal and P. Ghosh. 2008. Screening of nitrogen fixers from rhizospheric bacterial isolates associated with important desert plants. Applied Ecology and Environmental Research, 6 (2): 101-109.

Hakim, N., Nyakpa, M.Y., Lubis, A.M., Nugroho, S.G., Diha, M.A., Hong, G.B.,Bailey, H.H. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung. 488 hal.

Lilleskov, E.A. and T.D. Bruns. 2001. Nitrogen and ectomycorrhizal fungal communities: what we know, what we need to know. New. Phytologist. 149:154-158.

Oleman, Y. dan Wilcke, W. 2004. The effect of biodiversity on nitrogen in the soil: species number versus presence of legumes. Geophysical Research Abstracts, Vol. 6, 05406. European Geosciences Union.

Purwaningsih, S. dan M. Rahmansyah. 1993. Upaya pemanfaatan inokulan rhizobium dan jamur MVA pada kedelai dan kacang tanah. Pros. Seminar Hasil Litbang SDH 14 Juni 1993 hal. 413-418.

Rai, M. K. 2006. Handbook of Microbial Biofertilizer. Food Production Press. New York. Jurnal Hama Penyakit Tumbuhan. 1(1): 49-56.

Rasti dan Sumarno. 2008. Pemanfaatan mikroba penyubur tanah. Iptek tanaman pangan. Vol.3 No.1. 41-58.

Salisbury, F.B dan Ross, C.W. 1995. Fisiologi Tumbuhan jilid 2. Bandung: ITB Bandung.

Suryaningrum, Ratih. Purwanto, Edi. Sumiyati. 2016. Analisis Pertumbuhan Beberapa Varietas Kedelai pada Perbedaan Intensitas Cekaman Kekeringan. Jurnal Agrosains 18(2): 33-37, 2016; ISSN: 1411-5786. 2016.

Sutanto, R. 2002. Pertanian Organik: Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Yogyakarta: Kanisius.

Weigelt, A., W.W. Weisser, N. Buchmann, and M. Scherer-Lorenzen. 2009. Biodiversity for multifunctional grasslands: equal productivity in high-diversity low-input and low-diversity high-input systems. Biogeosciences Discuss., Vol. 6, 3187-3214.

Zak, D.R., W.E. Holmes, D.C. White, A.D. Peacock, and D. Tilman. 2003. Plant diversity, soil microbial communities, and ecosystem function. Ecology:84(8):2042-2050.

Downloads

Published

2023-10-02

Issue

Section

Articles