PENGARUH PEMBERIAN LUMPUR MERAH DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PMK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v12i4.69459Keywords:
Bawang Merah, Lumpur Merah, Pupuk NPKAbstract
Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan satu di antara komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi karena digunakan sebagai rempah dan penyedap rasa makanan. Permasalahan yang dihadapi pada lahan PMK adalah pH termasuk masam, Al-dd yang tinggi, kandungan P yang rendah, kapasitas tukar kation yang rendah (KTK) dan tanah yang miskin unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lumpur merah dan dosis pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang terbaik pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah lumpur merah (M) yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua adalah pupuk NPK (F) yang terdiri dari 3 taraf. Perlakuan seluruhnya 9 kombinasi terdiri dari 3 ulangan dan setiap kombinasi perlakuan terdapat 4 tanaman sampel, dengan demikian terdapat 108 tanaman. Faktor pertama: Lumpur Merah (M) terdiri dari 3 taraf: m1 = 1: 500 (0,016 kg/polybag) setara dengan 16 gram/polybag , m2 = 1: 750 (0,01067 kg/ polybag) setara dengan 10,67 gram/polybag, m3 = 1: 1000 (0,008 kg/polybag) setara dengan 8 gram/polybag. Faktor kedua: Pupuk NPK (F) terdiri dari 3 taraf: f1 = 0,0008 kg/tanaman setara denga 0,8 gram/tanaman, f2 = 0,0012 kg/tanaman setara dengan 1,2 gram/tanaman, f3 = 0,0016 kg/tanaman setara dengan 1,6 gram/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur merah dan NPK terjadi interaksi pada variabel jumlah anakan minggu ke 4 dan minggu ke 6 sedangkan pada variabel jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah umbi, berat basah dan berat kering angin berpengaruh tidak nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada pemberian lumpur merah 8 g/tanaman dan NPK 1,6 g/tanaman.
References
Akhmad Rizally Saidy. 2018. Bahan Organik Tanah: Klasifikasi, Fungsi Dan Metode Studi. Lambung Mangkurat University press: Banjarmasin
Arifin Fahmi dan Syamsudin. 2010. Pengaruh Interaksi Hara Nitrogen Dan Fosfor Terhadap Pertumbuhan Tanaman Pada Tanah Regosol Dan Latosol. Jurnal Biologi. Vol 10(3) hal 297-304
Arisandi Pratama. 2020. Peranan Amelioran Red Mud Dan Pupuk Kandang Sapi Terhdap Ketersediaan Hara Dan Pertumbuhan Tanaman Pada Lahan Pasca Tambang Bauksit. Jurnal Ilmu Tanah.
Balai Penelitian Tanah. 2005. Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air dan Pupuk. Balai Penelitian Tanah : Bogor
BPS. 2017. Kalimanatan Barat dalam Angka: Luas Lahan Menurut Penggunaan dan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat (Ha). Pontianak: Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat.
BPS. 2022. Kalimanatan Barat dalam Angka :Produksi Tanaman Sayuran. Pontianak: Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat.
Febrianti,D. K. 2016.Sintesis Alumina dari Red Mud Bintan dengan Variasi Rasio H2O: CTAB.Skripsi. Semarang: Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Fakultas Matematikadan Ilmu Pengetahuan Alam.
Pandedi, S. Zubaidah, and P. Surawijaya. 2020. Respon pertumbuhan dan hasil bawang merah (allium ascalonicum L.) terhadap pemberian mulsa organik dan pupuk NPK pada tanah ultisol.’’ AgriPeat 21 (01): 1 – 10.
Nursyamsi, D., dkk. 2011. Penggunaan Bahan Organik, Pupuk P dan K untuk Peningkatan Produktivitas Tanah Podsolik. Hasil Penelitian Tanah dan Agroklimat. Risalah Seminar. 2: 47-52..
Kusumastuti, A. 2014. Soil Available P Dynamics, pH, Organic-C, and P Uptake of Patchouli (Pogostemon Cablin Benth.) at Various Dosages of Organic Matters and Phosphate in Ultisols. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 14 (3): 145-151.
Rahayu, E., dan Berlian.V.B.N. 2004. Bawang Merah. Jakarta: Penebar Swadaya.