IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH PADA AREAL PENAMBANGAN KAOLIN DI DESA PAWANGI KECAMATAN CAPKALA KABUPATEN BENGKAYANG

Authors

  • Dimas Mahendra Department of Soil Science, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak
  • Sulakhudin Sulakhudin Department of Soil Science, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak
  • Tino Orciny Chandra Department of Soil Science, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v13i4.69959

Keywords:

Kaolin Tambang, Kesuburan Tanah, Kimia Sifat

Abstract

Kaolin merupakan bahan tambang alam yang termasuk dalam jenis tanah lempung (clay) dimana mineral penyusun utamanya adalah kaolinit. Tanah lempung jenis kaolin berwarna putih atau putih keabu-abuan. Di alam kaolin berasal dari dekomposisi feldspar, sebagai bahan tambang, kaolin bercampur   dengan oksida lainnya seperti magnesium oksida, kalsium oksida, kalium oksida dan lain-lain. Kegiatan penambangan tersebut dilakukan oleh perusahaan bersama dengan masyarakat dan menggunakan cara-cara penambangan mekanisasi yaitu eksavator. Penambangan yang dilakukan juga mengakibatkan lingkungan menjadi rusak apabila aktivitas penambangan telah berakhir. Akibatnya lahan-lahan bekas tambang seringkali menjadi kawasan yang gersang lahan menjadi lahan yang tidak produktif lagi dan menjadi miskin vegetasi, sehingga tumbuhan tidak dapat berkembang dengan baik karena rendah nya unsur hara, maka perlu di analisis lebih lanjut untuk mengetahui status kesuburan dan sifat kimia pada lahan pasca tambang kaolin. Penelitian akan dilakukan di Desa Pawangi Kecamatan Capkala Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, di lokasi tersebut terdapat beberapa lahan bekas pertambangan kaolin yang di biarkan secara terlantar. Setelah penambangan kaolin berakhir, lahan tersebut tidak lagi diperdulikan dan dibiarkan begitu saja, sehingga tanah tersebut menjadi rusak.

References

Allo, M. K. 2016. Kondisi Sifat Fisik Dan Kimia Tanah Bekas Tambang Nikkel Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Trengguli dan Mahoni. Balai Penelitian Dan Pengembangan Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Makassar. Vol: 4, No. 2, 2016.

Antill, R.S., R.D. Lovel, D.J. Hatec, and S.c. Jarvis. 2001. Mineralization of Nutrient Permanent Pastures Amended With Fertilizer or Dung. Biol. Fertilizer Soil, 33:132-138

Arsyad, S. 1989. Konservasi Tanah dan Air. Institut Pertanian Bogor Press, Bogor.

Dwidjoseputro . 2019. Penilaian Status Kesuburan Tanah Pada Lahan Pasca Tambang di Areal PT. Trubaindo Coal Mining Kabupaten Kutai Barat. Samarinda:

Hakim, N., Nyakpa, M.Y., Lubis, A.M., Nugroho, S.G., Diha, M.A., Hong, G.B.,Bailey, H.H. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung.

Hardjowigeno, S., 2003. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta.

Hardjowigeno, S. 2007. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo

Hermawan, A., Asmarhansyah dan Choliq, A. 2010. Transformasi petani menjadi

penambang timah di Bangka Belitung,†in Seminar Nasional Pengelolaan Lingkungan Hidup. Semarang: Universitas Diponegoro..

Kohnke, H. 1989. Soil Physics. Tata Mc Graw Rubl Co. Ltd, New Delhi.

Kumar, A. and A. Ch. Pandey. 2013. Evaluating impact of coal mining activity landuse/ landcover using temporal satellite images in South Karanpura Coalfields and Environs. Jharkhand State, India. IJARSG– An Open Access International Journal. ISSN 2320 – 0243..

Sabaruddin, 2002. Restorasi Lahan Bekas Tambang Berdasarkan Kaidah Ekologi. Medan: Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.

Downloads

Published

2024-11-04

Issue

Section

Articles