Pengaruh Kedalaman Sarang Penetasan Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) Terhadap Masa Inkubasi dan Persentase Keberhasilan Penetasan Di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (KKP3K) Paloh

Authors

  • Rizki Rizki Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Mardan Adijaya Lecturer, Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Fitra Wira Hadinata Lecturer, Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v13i1.70236

Keywords:

Conservation, Environmental education, Green turtle, Nest depth, Sand temperature and humidity

Abstract

Penyu hijau ( Chelonia mydas ) secara Internasional, masuk ke dalam daftar merah (red list ) IUCN ( International Union for Conservation of Natre ) Redlist dan Appendix I CITES ( Conservation on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora ). Masuknya Penyu hijau ( Chelonia mydas ) ke dalam daftar merah disebabkan oleh adanya pencurian telur, adanya predator yang memangsa telur, dan perubahan lingkungan sehingga tingkat kelangsungan hidup penyu untuk bertahan menurun. Dalam hal ini upaya untuk menjaga populasi penyu terutama penyu hijau (Chelonia mydas ) di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau - Pulau Kecil (KKP3K) Paloh agar tingkat kelangsungan hidup tidak terus mengalami penurunan perlu dilakukan, salah satunya dengan memperhatikan sarang inkubasi telur penyu. Oleh karena itu perlunya penelitian untuk mengkaji kedalaman yang optimal untuk menghasilkan tingkat penetasan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman yang cocok untuk penetasan telur penyu hijau ( Chelonia mydas ) dan mengetahui persentase tetas telur penyu hijau ( Chelonia mydas ) berdasarkan kedalaman di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau "“ Pulau Kecil (KKP3K) Paloh. Penelitian ini di laksanakan dari bulan Maret - Mei 2023 yang berlokasi di Pos Pemantauan Sungai Belacan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan yaitu penganalisisan secara deskriptif dengan memberikan 3 kedalaman perlakuan yang berbeda, perlakuan I 30 cm, perlakuan II 60 cm, dan perlakuan III 90 cm dengan 3 ulangan pada tiap perlakuan. Hasil Penelitian ini menunjukkan kedalaman yang cocok untuk penetasan telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) adalah 60 cm dengan rata - rata 90% dengan lama masa inkubasi 1272 jam atau 53 Hari. Pada grafik kecenderungan hubungan kedalaman terhadap suhu dan kelembaban menunjukkan bahwa memberikan pengaruh kedalaman terhadap suhu dan kelembaban di mana semangkin suhu tinggi maka semakin rendah pula kelembaban, perubahan suhu paling tinggi dapat mencapai 4,2 °C sedangkan iklim paling rendah mencapai 0,3 ° C. Pada kelembaban ketinggian paling tinggi mencapai 16 % dengan rentang 77% "“ 88% sedangkan ketinggian paling rendah mencapai 4% dengan rentang 84% - 88%.

References

Ahmad, M. Y. 2014. Identifikasi Panas Metabolisme Pada Penetasan Telur Penyu Hijau ( Chelonia mydas L.), Selama Masa Inkubasi di Pantai Pangumbahan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jurnal Agroscience, IV, 125-130.

Akbarinissa, R. A., SPJ, N. T., dan Hartati, R. 2018. Pengaruh Kedalaman dan Lokasi Sarang Semi Alami Terhadap Masa Inkubasi dan Daya Tetas Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Pantai Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Journal of Marine Research, VII, 59-68.

Anshary, M., Setyawati, T. R., dan Yanti, A. H. 2014. Karakteristik pendaratan penyu hijau (Chelonia mydas, Linnaeus 1758) di pesisir pantai Tanjung Kemuning Tanjung Api dan Pantai Belacan Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas. Jurnal Protobiont, III, 232–239.

Ariame,i. 1994. Studi Masa Inkubasi dan Keberhasilan Penetasan semi alami Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Pantai Sukamade, Taman nasional Meru Betiri. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Airlangga. Surabaya. 4-24.

Ario, R., Ario, Wibowo, E., Pratikto, I., dan Fajar, S. 2016. Pelestarian Habitat Penyu Dari Ancaman Kepunahan Di Turtle Conservation And Education Center (TCEC), Bali. Jurnal Kelautan Tropis, XIX, 60 - 66.

Benni, Adi, W., dan Kurniawan. 2017. Analisis Karakteristik Sarang Alami Peneluran Penyu. Jurnal Sumberdaya Perairan, XI, 1-6.

Dermawan, A., Nutija, N., Soedharma, D., Halim, M., Kusrini, M. D., Lubis, S. B., dan Mashar, A. 2009. Pedoman Teknis Konservasi Penyu. Jakarta: Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut, Direktorat Jendral Kelautan, Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan RI.

Erlangga.,Lestari, A., Zulfikar, Khalil, M., dan Ezraneti, R. 2021. Penetasan telur penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dengan kedalaman yang berbeda. Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal, VIII, 86-90.

Kurniawan, W., Erianto, dan Dewantara, I. 2020. umlah Tempat Peneluran Penyu Hijau (Chelonia mydas) Berdasarkan Vegetasi Pantai di Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Belimbing Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas. Jurnal Hutan Lestari, VIII, 605 – 619.

Kurniawan,F. 2007. Studi Pengaruh Kedalaman Vegetasi Dan Morfologi Pantai Terhadap Aktivitas Pendaratan Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Kawasan Suka Margasatwa Sindangkertas, Jawa Barat.

Mansula, J.G., dan Romadhon, A. 2020. Analisis Kesesuaian Habitat Peneluran Penyu di Pantai Saba, Gianyar, Bali. Juvenil. 8-18.

Mulyani,L. 2006. Studi Perbandingan Tingkat Keberhasilan Penetasan Telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) pada Penetasan Alami dan Buatan di Ngagelan Alas Purwo, Bayuwangi, Jawa Timur. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 24-52.

Nugroho,A.D., Redjeki, S., dan Taufiq, N. 2017. Studi Karakteristik Sarang Semi Alami Terhadap Daya Tetas Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Pantai Paloh Kalimantan Barat. Prosiding Seminar Nasional Hasil-Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan VI. 422-433.

Nutija, I. N .S. 1992. Biology dan Ekologi Pelestarian Penyu Laut. Bogor : IPB Press. Institut Pertanian Bogor.

Parinding, Z. 2021. Preferensi Habitat Persarangan Penyu di Kawasan Pulau Kecil. Jurnal Ilmu Pengetahuan, I, 8 - 14.

Primasatya, E., Elfidasari, D., dan Sugoro, I. 2013. Identifikasi Kandungan Logam Berat Pada Pasir sarang Penyu Hijau (Chelonia mydas). Prosiding Seminar nasional matematika, Sains dan teknologi, vol IV, no II. 143-150.

Putera, A. A. R., Sulmartiwi, L., dan Tjahjaningsih, W. 2015. Pengaruh Kedalaman Sarang Penetasan Penyu Hijau (Chelonia mydas) Terhadap Masa Inkubasi dan Peresentase Keberhasilan Penetasan di Pantai Sukamade, Taman Nasional Meru Betiri, Banyuwangi, Jawa Timur. Jurnal ilmiah Perikanan dan Kelautan, VII, 195-198.

Putra, B. A., Wibowo K, E., dan Rejek, S. 2014. Studi Karakteristik Biofisika Habitat Peneluran Penyu Hijau (Chelonia mydas) Di Pantai Paloh, Sambas, Kalimantan Barat. Journal of Marine Research, III, 173-181.

Meru Betiri, Banyuwangi, Jawa Timur. Jurnal ilmiah Perikanan dan Kelautan, VII, 195-198.

Roem, M. 2012. Kajian Padang Lamun Pulau Derawan Dalam Makan Penyu Hijau (Chlonia mydas) Linnaeus, 1758. Tesis. Makasar : Universitas Hasanuddin, Program Pascasarjana.

Rudiana, E., Ismunarti, D. H., dan Nirwani, N. 2004. Tingkat Keberhasilan Penetasan Dan Masa inkubasi Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas L) Pada Perbedaan Waktu Pemindahan. Ilmu Kelautan : Indonesia Journal of Marine Sciences. 200-205.

Rukmi, Ds., Sudrajat dan Datusahlan,M. 2011. Tingkat Keberhasilan Pebetasan telur Penyu hijau (Chelonia mydas) Berdasarkan Karakteristik Pantai di Kepulauan Derawan Kalimantan Timur. Jurnal mulawarman Scientifie, vol. X, no.II. 183-191.

Samosir, H.S., Hernawati, T., Yudha, A., Haditanojo, W. 2018. Perbedaan Sarang Alami dengan Semi Alami Mempengaruhi Masa Inkubasi dan Keberhasilan Menetas Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Pantai Boom Banyuwangi. Jurnal Medik Veteriner, 33-37.

Satriadi, A., Esti, R., dan Nurul, A. 2004. Identifikasi Penyu dan Studi Karakteristik Fisik Habitat Penelurannya di Pantai Samas, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Ilmu Kelautan : Indonesia Journal of Marine Science, vol. VIII, no.II. 69 - 75

Setiawan, R., Zamdial., dan SPN, Fajar., B. 2018. Studi Karakteristik Peneluran Penyu di Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu. Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan. 59-70.

Simatupang, O. N. 2021. Skripsi. Literature Review: Habitat Bertelur Dan Faktor Keberhasilan Penetasan Telur Penyu Pada Sarang Semi Alami. Malang: Universitas Brawijaya, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan.

Suprapti, D. 2012. Status Populasi Penyu di Kalimantan Paloh, Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Indonesia: World Wild Fund.

Tambun, P.C., Whyuningsih, H., Soemaryono, Y. 2018. Karakteristik Bio-Fisik Habitat Pantai Peneluran Terhadap Tingkat Keberhasilan Penetasan Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Pulau Penyu Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Aquacoastmarine. 46-56.

Yusuf, A. 2000. Mengenal Penyu. Yayasan Alam Lestari. Jakarta.

Zarkasi, T, M. E., dan W, Z. I. 2011. Analisis Distribusi Sarang Penyu Berdasarkan Karakteristik Fisik Pantai Pulau Wie Kecamatan Tambelan Kabupaten Bintan. Jurnal UMARA, 1 – 8.

Downloads

Published

2024-02-01

Issue

Section

Articles