Pengaruh Pemberian Bokashi Limbah Buah jeruk dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kale Keriting (Brassica oleracea var. acephala) Pada Tanah Gambut
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v13i1.70330Keywords:
citrus fruit waste bokashi, kale, peat soil, urea.Abstract
Tanah gambut berpotensi untuk digunakan dalam pengembangan tanaman kale. Kesuburan menjadi kendala utama untuk memanfaatkannya dalam budidaya kale. Upaya untuk meningkatkan kesuburannya diantaranya dengan penggunaan bokashi limbah jeruk dan pupuk urea. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kale pada tanah gambut. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) terdiri dari 6 perlakuan komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea yang diulang 5 kali. Setiap unit percobaan menggunakan 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu bokashi limbah buah jeruk + pupuk Urea 250 kg/ha, 5 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 200 kg/ha, 10 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 150 kg/ha, 15 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 100 kg/ha, 20 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 50 kg/ha, 25 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + tanpa pupuk urea. Variabel pengamatan pada penelitian ini adalah jumlah helai daun, volume akar , tinggi tanaman, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea dapat meningkatkan jumlah daun 1 MST dan 4 MST. Semua komposisi dosis bokashi limbah buah jeruk dan urea tidak menyebabkan perbedaan pada pertumbuhan dan hasil kale keriting pada tanah gambut. Penggunaan bokashi limbah buah jeruk dapat menggantikan urea untuk tanaman kale keriting pada tanah gambut, terutama terjadi pada volume akar, berat segar tanaman dan, berat kering tanaman kale keriting.
References
Badan pusat Statistik Porvinsi Kalimatan Barat. Pontianak : Kalimatan Barat dalam Angka 2012. Percetakan Bakti
Cahyono, B. 2003. Teknik dan Strategi Budidaya Sawi Hijau. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta.
Dwijosepoetro, D. 1981. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Hardjowigeno, S. 1998. Pemanfaatan gambut berwawasan lingkungan alami. Jakarta : Akademika Pressindo
Januwati, M., S. Sudiatso, dan S.W. Andriani. 2002. Pengaruh Dosis Pupuk Kandang dan Tingkat Populasi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) di Bawah Tegakan Kelapa (Cocos nucifera L.). Jurnal Bahan Alam Indonesia 1 (2) : 49-57.
Lahadassy. J., A.M Mulyati dan A.H Sanaba. 2007. Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Padat Daun Gamal terhadap Tanaman Sawi. Jurnal Agrisistem. 3 (6) : 51-55.
Muhakka, D. Budianta, Munandar, & Abubakar. (2006). Optimalisasi pemberian pupuk organik dan sulfur terhadap produk rumput raja (Pennisetum purpuphoides). J. Tanaman Tropika.9 :30–41
Sarief, E. S., 1986. Ilmu Tanah Pertanian. Bandung: Pustaka Buana.
Setyati, S. 1998. Fisioligi Stress Lingkungan. PAU Bioteknologi, IPB, Bogor