PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v13i1.71055Keywords:
Bawang merah, Biochar tongkol jagung, Pupuk NPKAbstract
Tanah aluvial cukup potensial digunakan sebagai lahan pertanian bawang merah, namun terkendala dengan kesuburannya. Pemberian biochar tongkol jagung dan pupuk NPK merupakan upaya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh interaksi biochar tongkol jagung dan pupuk NPK. Menentukan kombinasi yang menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik di tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian berlangsung selama ±3 bulan. Penelitian menggunakan rancangan (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan serta diulang sebanyak 3 kali. Faktor (B) adalah dosis biochar tongkol jagung terdiri atas 3 taraf : b0 = 0 ton/ha, b1 = 8 ton/ha, b2 = 16 ton/ha. Faktor (P) adalah dosis pupuk NPK terdiri atas 3 taraf yaitu : p1 = 400 kg/ha, p2 = 500 kg/ha, p3 = 600 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar perumpun, berat kering, jumlah umbi, bobot susut dan diameter umbi serta variabel tambahan yaitu suhu udara, kelembaban udara, pH tanah setelah inkubasi, Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian biochar tongkol jagung hanya berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman 6 MST dan diameter umbi.References
AAK. 2005. Pedoman Bertanam Bawang. Yogyakarta: Kanisius.
Adijaya, I. N. 2008. Respon Bawang Merah terhadap Pemupukan Organik di Lahan Kering. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali. Denpasar. Bali.
Badan Pusat Statistik. 2021. Kalimantan Barat. Diakses Pada 23 November 2022. Sumber : Https://Www.Bps.Go.Id/Indicator/55/61/1/Produksi-Tanaman-Sayuran.Html
Balittanah. 2018. Biochar Pembenah Tanah yang Potensial. Diakses Pada 19 Otober 2022.Sumber:Http://Balittanah.Litbang.Pertanian.Go.Id/Ind/Index.Php/Publikasimainmenu-78/Tunjuk.
Estu, R., Berlian VA dan Nur. 2007. Bawang Merah. Penebar Swadaya. Jakarta.
Hidayat, A dan Rosliani, R. 1996 pengaruh penggunaan pupuk N,P dan K pada pertumbuhan dan produksi bawang merah kultivar sumenep’ Jurnal Hortikultura., Vol 5. No5. Hlm39-49.
Nurida, N. L. (2014). Potensi pemanfaatan biochar untuk rehabilitasi lahan kering di Indonesia.
Rukmana, R. 2005. Bertanam Sayuran di Pekarangan. Aksi Agraris Kanasius. Yogjakarta.
Safitri, I. N., Setiawati, T. C., & Bowo, C. (2018). Biochar dan kompos untuk peningkatan sifat fisika tanah dan efisiensi penggunaan air. Techno: Jurnal Penelitian, 7(01), 116-127.
Setyamidjaja, D. 1986. Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Simplek.
Sukartono dan W.H. Utomo. 2012. Peranan biochar sebagai pembenah tanah pada pertanaman jagung di tanah lempung berpasir (sandy loam) semiarid tropis Lombok Utara. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kelaman: Buana Sains. Tribhuana Press. Vol 12:No. 1. Hal: 91-98.
Wayan Wiratmaja. 2016. Pergerakan Hara Mineral Dalam Tanaman. Fakultas Pertanian Universitas Udayana: Badung