PENGARUH ABU SEKAM DAN BOKASI JERAMI PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA TANAH ALUVIAL
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v14i4.71196Keywords:
Abu Sekam Padi, Bokasi Jerami Padi, Tanah Aluvial, TomatAbstract
Peningkatan produksi tomat di Kalbar dapat pula dilakukan melalui penggunaan tanah aluvial. Tanah aluvial memiliki kendala antara lain liat cukup tinggi, aerasi kurang baik, daya ikat air yang rendah selain itu kurangnya aktifitas mikroorganisme tanah, pH rendah dan unsur hara rendah. Upaya untuk memperbaiki kendala pada tanah aluvial adalah dengan pemberian bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi abu sekam dan bokasi jerami padi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, dimulai sejak tanggal 18 Januari- 18 Maret 2022, menggunakan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel jumlah keseluruhan sebanyak 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu : a1b1= 8 ton/ha dan 10 ton/ha, a1b2= 8 ton/ha dan 15 ton/ha, a1b3= 8 ton/ha dan 20 ton/ha, a2b1=10 ton/ha dan 10 ton/ha, a2b2=10 ton/ha dan 15 ton/ha, a2b3=10 ton/ha dan 20 ton/ha, a3b1=12 ton/ha dan 10 ton/ha, a3b2= 12 ton/ha dan 15 ton/ha, a3b3= 12 ton/ha dan 20 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman (g), berat perbuah (g). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi abu sekam dan bokasi jerami padi tidak memberikan pengaruh yang nyata untuk semua variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian abu sekam padi dengan dosis 12 ton/ha atau bokasi jerami padi dengan dosis 20 ton/ha memberikan pertumbuhan dan hasil tertinggi.References
Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. 2019. Produksi Tomat Nasional dalam Angka 2019. Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. Pontianak.
Erawati Fenny. 2012. Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) terhadap Berbagai Dosis Abu Sekam Padi Pada Tanah Rawa Lebak. Jurnal Sains Stiper Amuntai. 2(1):6-9.
Kumar. 2013. Chemistry and Biological Activities Of Flavonoids: An Overview, The Scientificworld Journal. 1(1). 1-16.
Martanto. 2001. Pengaruh Abu Sekam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Dan Intesitas Penyakit Layu Fusarium Pada Tomat. Jurnal Irian Jaya Agro. 8: 37-40.
Merdekawati, A. 2014. Pertumbuhan Cabai (Capsicum Annuum L.) dengan Pemberian Gigaspora Margagarita dan Bokasi Jerami Padi pada Tanah Gambut. Jurnal Protobiont. 3(3):63-68.
Nainggolan. 2016. Pengaruh Abu Sekam Padi dan Beberapa Jenis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis Zea mays saccharate sturt Dilahan Gambut. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Riau. Riau.
Syarief. 2005. Kesuburan Dan Pemupukan Tanah Pertanian. Bandung. Pustaka Buana.
Sunarjono, H. 2017. Bertanam 36 Jenis Sayuran. Jakarta: Penebar Swadaya.
Suntoro, A.w. 2003. Peranan Bahan Organik Terhadap Kesuburan Tanah Dan Upaya Pengelolaannya. Pidato Pengukuhan Guru Besar Ilmu Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Sebelas Maret University Press, Surakarta.
Wiskandar. 2002. Pemanfaatan Pupuk Kandang Untuk Memperbaiki Sifat Fisik Tanah Dilahan Kritis Yang Telah Teras. Fakultas Pertanian. Universitas Gajah Mada.
Yuliai, E.A., Nadia Rahmi Anwar, dan Sri Yoseva. 2019. Pengaruh Kompos Jerami Padi Dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Terung. Jurnal Pertanian dan Produksi. 6(1):1.