POTENSI EKOWISATA RIAM BATU BIDE DI DESA RINGO LOJOK KECAMATAN BANYUKE HULU KABUPATEN LANDAK

Authors

  • Lia Lia Tanjungpura University
  • Mardan Adijaya Tanjungpura University
  • Bambang Kurniadi Tanjungpura University

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v13i3.72673

Keywords:

economic benefits, ecotourism potential, ecotourism attractions, environmental education, nature conservation

Abstract

Ekowisata merupakan konsep pariwisata yang menintikberatkan pada pesona alam yang indah dan berkelanjutan. Riam Batu Bide sebagai salah satu wisata alam yang berada di Kecamatan Banyuke Hulu telah dimanfaatkan menjadi sebuah objek wisata oleh masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kawasan dan peluang pengembangan ekowisata sebagai kawasan ekowisata Riam Batu Bide, di Desa Ringo Lojok, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak. Penelitian ini telah dilakukan ±3 bulan yaitu dari Maret - April 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara terhadap para wisatawan dan masyarakat di sekitar wisata Riam Batu Bide. Pemilihan sampel respoden wisatawan ini berdasarkan pendekatan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukan komponen daya tarik wisata adalah objek daya tarik dengan indeks kelayakan 91,66% (layak), aksesibilitas dengan indeks sebesar 54,16% (tidak layak), akomodasi dengan indeks   sebesar 33,33% (tidak layak) dan sarana prasaran dengan indeks sebesar 20,00% (tidak layak). Secara keseluruhan objek wisata Riam Batu Bide layak untuk dikembangkan sebagai   ekowisata karena dengan nilai indeks keseluruhan 49,78%. Sehingga sangat diperlukan peningkatan asksesbilitas dan sarana prasarana kawasan.

References

Amrullah H. A., dan Kholid M. 2018. Analisis Kelayakan Ub Forest Sebagai Destinasi wisata Berbasis Eo Tourism. Jurnal Adiministrasi Bisnis. 6 (1):80-89.

Barus, E., Rahmawaty, R., dan Patana, P. (2016). Potensi wisata alam di Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Model Unit XIV Toba Samosir. Peronema Forestry Science Journal, 5(3), 162–167.

Citra I. P. A. 2015. Studi Kelayakan Potensi onjel Wisata Alam Untuk Pengembangan Ekowisata Di Kabupaten Buleleng. Jurnal Media Komunikasi Geografi. 16(2): 50-64.

Dimas., Fahrizal., dan Iskandar. 2017. Peran Masyakarat Desa Senakin Dalam Pengelolaan Wisata Riam solakng Sebagai Kawasan Wisata Alam Di Kecamatan Sengah Temiah Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari. 5(2) 177-182.

Firdaus, M. (2010). Hasil Tangkapan dan Laju Tangkap Unit perikanan Pukat Tarik, Tugu dan kelong. Jurnal Teknologi Makara. 14(1) :22-28.

Firawan I. G., Ngurah F., dan Ida B,S, 2016. Potensi Daya Tarik Wisata Air Terjun Nungnung Sebagai Daya Tarik Wisata Alam. Jurnal Destinasi Pariwisata. 4 (2):92-95.

Fitriani W. 2017. Tipe Pengunjung Air Terjun Tujuh Tingkat di Desa Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan kabupaten Kuantan Singing. Jurnal jom fisip. 4 (1):1-12..

Julianto A., Sofyan H. Z.,dan Fahrizal. 2017. Faktor Pendukung pengembangan Objek Wisata Air Terjun Manangar Dusun Tauk Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak Jurnal Hutan Lestari.5(2):307-312.

Latupapua,Y, Th. 2008. Studi Potensi Kawasan dan Pengembangan Ekowisata di Tual Kabupaten Maluku Tenggara. Jurnal Ichsan Gorontalo. Volume3. No 1 Februari-April. 1360-1375.

Mapa H. N.,Gusti H., dan Sarma S. 2018. Penilaian potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam Ensiling Di Desa Lumut Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau. Jurnal Hutan Lestari. 6 (1): 182-190.

Nurhasanah, Erianto, Kartikawati S M. (2018). Pengembangan Potensi Ekowisata Berbasis Masyarakat Di Hutan Mangrove Desa Malikian

Odum, E. P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Alih Bahasa, samingan T. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pancawati DN, Djoko S, dan Pujiono WP. 2014. Karakteristik Fisika Kimia Perairan Habitat Bivalvia Di Sungai Wiso Jepara. Diponegoro Journal Of Maquare, 4(3) : 141-146.

PHKA (Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam). 2003 (a). Pedoman Analisis Daerah Operasi Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA). Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Ramdan R. M., Andri I. 2016. Analisis Kelayakan Pengembangan Ekowisata Di Desa Cimareme Kecamatan Banyuresmi Garut. Jurnal Stt-Garut All Right Resseved. 14(1): 1-10.

Rosardi P., Emi R., dan Wahdina. 2015. Potensi Daya Tarik Riam Berawat´n Untuk Wisata Alam di Dusun Melayang Desa Sahan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang. Jurnal Hutan Lestari. 3 (3): 363-373.

Setiawan, N. 2007. Penentuan Ukuran Sampel Memakai Rumus Slovin dan Tabel Krejcie-Morgan : Telaah Konsep dan Aplikasinya. Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran

Soedigdo I. D., dan Yesser P. 2013. Peran Ekowisata Dalam Konsep Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat Pada Taman Wisata Alam (Twa) Bukit Tabgkiling Kalimantan Tengah. Jurnal Perspektif Arsitektur. 8 (10): 1-8.

Sodakh P. M. N., dan Altje T. 2016 pelayanan, Keamana Dan Daya Tarik Memperngaruhi Minat Wisatawan Yang Berkunjung Ke Objek Wisata Alam Gunung Mahawu, Tomohon. Jurnal Berkala Ilmiah Efisensi. 16 (1):280-288.

Sukawati, Z. 2009. Panduan Dasar Pelaksanaan Ekowisata. Pariwisata dan Kebudayaan. Kabupaten Nias Selatan.

Widagdyo K. G. 2017. Pemasaran,Daya Tarik Ekowisata Dan Minat Berkunjung Wisatawan. Jurnal Bisnis dan Manajemen. Vol 7 (2): 2461-1182.

Yulianda, F. (2007). Ekowisata Bahari Sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumberdaya.

Yulianda, F. 2019. Ekowisata Perairan Suatu Konsep Kesesuaian Dan Dukung Wisata Bahari Dan Wisata Air Tawar. Bogor : PT Penerbit IPB Press.

Yuvensius P., Kartikawati., dan Hari P. 2017. Potensi Daya Tarik Objek Wisata Air Terjun Dait di Air Besar Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari, 5 (4):1094-1099.

Downloads

Published

2024-07-31

Issue

Section

Articles