IDENTIFIKASI STATUS HARA N, P DAN K PADA TANAH ENTISOL YANG DITANAMI JERUK SIAM (Citrus nobilis L) DI KECAMATAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v13i1.72768Keywords:
Jeruk Siam, Status Hara, Saran PemupukanAbstract
Identifikasi status hara tanah diperlukan untuk mengetahui kandungan unsur hara yang tersedia di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status hara N, P, dan K tanah dan memberikan saran pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman jeruk siam. Penelitian dilakukan di Desa Sebangun Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas. Lokasi penelitian merupakan lahan jeruk siam dengan umur 8 tahun dan produksi berbeda. Jumlah titik sampel sebanyak 5 titik untuk setiap lokasi penelitian dengan pengambilan sampel dilakukan dengan sistem diagonal dan dikompositkan menjadi 1 sampel tanah, sehingga dari 4 lokasi penelitian terdapat 4 sampel tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata status hara pada lokasi penelitian (A, B, C dan D) adalah N sedang sampai tinggi, P Sangat tinggi, dan K sedang. Saran pemupukan pada masing-masing lokasi penelitian yaitu : lokasi A Kebutuhan pupuk Urea = 0,76 kg/pohon, pupuk SP-36 = 0,25 kg/pohon dan pupuk KCl = 1,55 kg/pohon, lokasi B kebutuhan pupuk Urea 0,76 kg/pohon, pupuk SP-36 = 0,25 kg/pohon dan pupuk KCl 2,12 kg/pohon, lokasi C kebutuhan pupuk Urea 0,76 kg/pohon, pupuk SP-36 0,25 kg/pohon dan pupuk KCl 2,17 kg/pohon, dan lokasi D kebutuhan pupuk Urea 0,76 kg/pohon, pupuk SP-36 = 0,25 kg/pohon dan pupuk KCl 1,49 kg/pohon. Kebutuhan pupuk NPK 15-15-15 pada lokasi penelitian yaitu 0,61 kg/pohon.
References
Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian. 2015. Inovasi Teknologi Agroindustri: Inovasi Teknologi Membangun Ketahanan Pangan Dan Kesejahteraan Petani. litbang.pertanian.go.id. Hal 385-391.
Badan Pusat Statistik (BPS). 2022. Produksi Jeruk Siam Menurut Provinsi. Jakarta: Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Hortikultura.
Bakri, I., A. Rahim, dan Isrun, 2016. Status Beberapa Sifat Kimia Tanah Pada Berbagai Penggunaan Lahan di Das Poboya Kecamatan Palu Selatan. e-J. Agrotekbis, Vol. 4, No. 1, :16-23, Februari 2016. ISSN: 2338-301.
Hanafiah, K. A. 2007. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta : Raja GrafindoPersada
Hardjowigeno, S. 2007. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.
Hardjowigeno, S. 2010. Ilmu Tanah. Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta.
Herdiansyah, G dan Suriadikusumah, A. 2011. Dampak Beberapa Penggunaan Lahan Terhadap Erosi dan Tingkat Bahaya Erosi Di Subdas Cisangkuy. Jurnal Pascasarjana Prodi Ilmu Prodi Ilmu Tanah. Universitas Padjadjaran, Fakultas Pertanian. Jatinangor.
Mukhlis, 2007. Analisis Tanah DanTanaman. USU press, Medan. 155 Hal.
Nyakpa .M.Y.1988. Kesuburan Tanah. Universitas Lampung.
Patti, P. S., Kaya, E., & Silahooy, C. 2013. Analisis Status Nitrogen Tanah dalam Kaitannya dengan Serapan N Oleh Tanaman Padi Sawah di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Agrologia, 2(1), 288-809.
Puja, I. N., & Atmaja, I. W. D. 2018. Kajian Status Kesuburan Tanah Untuk Menentukan Pemupukan Spesifik Lokasi Tanaman Padi. Agrotrop Journal of Agriculture Science, 8(1), 1-10.
Purba, M. P., Pratomo, B. A. Y. U., & Sembiring, Y. F. 2018. Karakteristik Sifat Kimia Tanah di Bawah Tegakan Kelapa Sawit di PT. Pp. London Sumatra Indonesia, Tbk (Sei Merah Estate).
Rahmi, abdul. K.P, Ulfiyah. A. R. 2016. Perubahan Sifat Fisik Tanah Akibat Pemberian Pupuk Kandang dan Mulsa pada Pertanaman Terung Ungu (Salanummelongena L) Entisol Tondo Palo. Jurnal e-J agrotekbis, 4(2), 160-167.
Rosmarkam, A dan N.W, Yuwono, 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius, Yogyakarta.Rismunandar, 1986.Mengenal Tanaman Buah-buahan. Sinar Baru. Bandung.
Sinarta, E., Tarigan, B.R., Guchy, H., Marbun, P. 2015. Evaluasi Status Bahan Organik Dan Sifat Fisik Tanah (Bulk Density, Tekstur, Suhu Tanah) Pada Lahan Tanaman Kopi (Coffea Sp.) di Beberapa Kecamatan Kabupaten Dairi. Jurnal Online Agroekoteknologi. Vol.3, No.1 : 246-256.
Sutedjo. M.M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.