Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Tebu dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Serapan Hara N, P, dan K Serta Hasil Terung Ungu (Solanum Melongena L.) di Tanah Ultisol
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v13i1.72881Keywords:
Kompos Ampas Tebu, Pupuk Kandang Kambing, Serapan Hara, UltisolAbstract
Terung (Solanum melongena L.) mengandung banyak khasiat bagi kesehatan, sehingga terung menjadi potensi untuk dikembangkan sebagai penyumbang terhadap keanekaragaman bahan sayuran bergizi bagi penduduk. Sebaran Tanah Ultisol banyak dijumpai di Indonesia yang sebagian besarnya banyak dijumpai terutama di Kalimantan Barat dengan luas sekitar 21.938.000 hektar (BPS Kalbar, 2020). Tanah Ultisol sering disebut tanah yang bermasalah karena relatif kurang subur, untuk mengatasi permasalahan kualitas tanah dapat melalui penggunaan bahan pembenah tanah seperti pemberian bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi pemberian kompos ampas tebu dan pupuk kandang kambing terhadap serapan hara dan hasil terung ungu pada Tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu kompos ampas tebu sebanyak 3 taraf perlakuan A0 (0 g/polibag), A1 (300 g/polibag), A2 ( 600 g/polibag) dan faktor kedua pupuk kandang kambing sebanyak 3 taraf perlakuan K0 (0 g/polibag), K1 (204 g/polibag), K2 (408 g/polibag) sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis kompos ampas tebu dan pupuk kandang kambing menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap serapan hara tanaman dan hasil produksi terung ungu. Interaksi perlakuan A2K2 (600 g/polibag kompos ampas tebu dan 408 g/polibag pupuk kandang kambing) dapat meningkatkan serapan fosfor bagian atas tanaman, panjang buah terung ungu, berat buah terung ungu, dan diameter buah terung ungu.
References
Abdillah, M. H., & Aldi, M. 2021. Aplikasi Limbah Padat Karet Remah Pada Tanah Podsolik Merah Kuning terhadap Ketersediaan Hara Makro dan Perbaikan Sifat Fisika Tanah. EnviroScienteae, 16(2), 264. https://doi.org/10.20527/es.v16i2.9658
Antonius, S., Sahputra, R. D., Nuraini, Y., & Dewi, T. K. 2018. Manfaat Pupuk Organik Hayati, Kompos dan Biochar pada Pertumbuhan Bawang Merah dan Pengaruhnya terhadap Biokimia Tanah Pada Percobaan Pot Menggunakan Tanah Ultisol. Jurnal Biologi Indonesia, 14(2), 243–250. https://doi.org/10.47349/jbi/14022018/243
Asih, P.W., S.R. Utami, S. Kurniawan.2019. Perubahan Sifat Kimia Tanah Setelah Aplikasi Tandan Kosong Kelapa Sawit Pada Dua Kelas Tekstur Tanah. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol 6 No 2 : 1313-1323.
Badan Pusat Statistik. 2020. Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka 2021. Pontianak: BPS Provinsi Kalimantan Barat.
Badan Pusat Statistik. 2021. Luas Panen Tanaman Sayuran dan Buah Semusim. Pontianak: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat.
Handayani, S., & Karnilawati, K. 2018. Karakterisasi dan Klasifikasi Tanah Ultisol di Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie. Jurnal Ilmiah Pertanian, 14(2), Art. 2. https://doi.org/10.31849/jip.v14i2.437
Harada, Y. and A. Inoko. Cation-exchange Properties of Soil Organic Matter. National Institute of Agricultural Science, Tokyo, Japan.
Hardjowigeno, S. 2010. Ilmu Tanah. Edisi ketiga. PT. Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta.
Kumalasari, S.W, J. Syamsiyah, dan Sumarno. 2011. Studi Beberapa Sifat Fisika dan Kimia Tanah pada Berbagai Komposisi Tegakan Tanaman di Sub Das Solo Hulu. Jurnal Ilmiah Ilmu Tanah dan Agroklimatologi 8(2): 119-124
Prabowo, R., & R. Subantoro. 2017. Analisis Tanah sebagai Indikator Tingkat Kesuburan Lahan Budidaya Pertanian di Kota Semarang. Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta, Vol 2 No 2.
Safei, M., Rahmi, A., & Jannah, dan N. 2014. Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum Melongena L.) Varietas Mustang F-1. Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan, 13(1), Art. 1.
Safitri, M.D., Kus, H., Kuswata,F.H., Sunyoto., 2017. Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea Mays L.). Jurnal Agrotek Tropika. Vol. 5, No. 2: 75 – 79, Mei 2017.
Sari, M.N., Sudarsono, dan Darmawan. 2017. Pengaruh Bahan Organik Terhadap Ketersediaan Fosfor pada Tanah-tanah Kaya Al dan Fe. Buletin Tanah dan Lahan, 1(1) Januari 2017: 65-71.
Sembiring, I.S., Wawan, M.A. Khoiri. 2015. Sifat Kimia Tanah Dystrudepts dan Pertumbuhan Akar Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) yang Diaplikasi Mulsa Organik Mucuna Bracteata. Jom Faperta Vol. 2 No. 2 Oktober 2015.
Siboro, E.S., Surya, E., Herlina, N. 2013. Pembuatan Pupuk Cair dan Biogas dari Campuran Limbah Sayuran. Jurnal Teknik Kimia USU 2(3): 40-43.
Simamora, S. dan Salundik, 2008. Meningkatkan Kualitas Kompos. PT. AgroMedia Pustaka, Jakarta.
Syukri, A., Nelvia, N., & Adiwirman, A. 2019. Aplikasi Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Pupuk N, P, K, Mg terhadap Sifat Kimia Tanah Ultisol dan Kadar Hara Daun Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq). Jurnal Solum, 16(2), Art. 2. https://doi.org/10.25077/jsolum.16.2.49-59.2019
Triadiawarman, D. 2017. Analisis Kandungan C-Organik dan Nitrogen di Areal Tanaman Lai (Durio kutejensis) di Desa Peridan Kecamatan Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur.
Trivana, L., Pradhana, A. Y., & Manambangtua, A. P. 2017. Optimalisai Waktu Pengomposan dan Kualitas Pupuk Kandang dari Kotoran Kambing dan Debu Sabut Kelapa dengan Bioaktivator EM4. Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan, 9(1), 16-24.
Winarso, S. 2005. Kesuburan Tanah Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah. Gava Media, Yogyakarta