PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN POC KULIT NANAS DAN KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PUTIH PADA TANAH ALUVIAL

Authors

  • Herri Yusrizal Dept. Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak
  • Basuni Basuni Dept. Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak
  • Dwi Zulfita Dept. Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v13i2.74213

Keywords:

Alluvial Soil, KNO3, POC Pineapple Peel

Abstract

Meningkatkan produksi sawi putih di Kalimantan Barat dapat dilakukan dengan cara intensifikasi dan ekstensifikasi, cara intensifikasi salah satunya dengan penggunaan pupuk dan bibit unggul sedangkan ekstensifikasi salah satunya   melalui penggunaan tanah aluvial. Kendala sifat kimia tanah dapat diperbaiki dengan pemberian POC kulit nanas dan KNO3 sebagai amelioran dan pengikat hara yang akan digunakan tanaman ketika membutuhkan unsur hara, hara dilepas perlahan sesuai kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis komposisi campuran POC kulit nanas dan KNO3 bagi pertumbuhan dan hasil sawi putih pada tanah aluvial. Penelitian  dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan kombinasi  dan 6 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 96 tanaman. Perlakuan terdiri dari P1 = POC dosis 600 ml/L + KNO3 dosis 150 kg/ha, P2 = POC dosis 450 ml/L + KNO3 dosis 300 kg/ha, P3 = POC dosis 300 ml/L + KNO3 dosis 450 kg/ha, P4 = POC dosis 150 ml/L + KNO3 dosis 600 kg/ha. Variabel yang diamati adalah jumlah daun, volume akar, luas daun, berat segar, dan berat kering. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi POC kulit nanas konsentrasi 450 ml/L + KNO3 dosis 300 kg/ha dapat memberikan pertumbuhan dan hasil sawi putih yang terbaik pada tanah aluvial.

References

BPS Kalimantan Barat. 2019. Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka 2022. Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat.

BPS Kalimantan Barat. 2022. Indonesia dalam Angka, Hortikultura. Badan Pusat Statistik Indonesia.

Hadisuwito. 2012. Respon pertumbuhan dab Hasil Tanaman Cabai varietas Cakra Hijau terhadap pemberian abu sekam padi pada tanah rawa lebak. Jurnal .Agroscientitae 9 (1) : 1-5.

Hardjowigeno, S. 1995. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.

Haryanto, W., T. Suhartini dan E. Rahayu. 2007. Sawi dan Selada. Jakarta: Penebar Swadaya.

Hasibuan, B. E. 2012. Pupuk dan Pemupukan. Medan: Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Kurniawan, A., Ismail, T., dan Koesriharti. 2017. Pengaruh Aplikasi N dan K terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy. Jurnal Produksi Tanaman. Vol 5(2).

Lidiawati, E. 2021. Pengaruh Pupuk Kandang Burung Puyuh dan Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga Pada Tanah Aluvial. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Tanjungpura.

Lingga, P., dan Marsono. 2003. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Monika, N., Novi dan Meriko, L. 2016. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Produski Tanaman Sawi Jurnal Biologi. Vol 3 No 1.

Parnata, A. S. 2014. Pupuk Organik Cair. Jakarta: Agrommedia Pustaka

Rukmana, R. 2007. Bertanam Petsai dan Pakcoy. Yogyakarta: Kanisius.

Salisbury, F.B. dan C.W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan jilid III. Bandung: Institut Teknologi.

Sinaga, M. 2018. Pengaruh Pemberian Poc Dosis Tinggi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea, L.). Jurnal PIPER (Publikasi Pertanian). Vol 14, No 27

Downloads

Published

2024-04-30

Issue

Section

Articles