PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DAN PUPUK NPK TERHADAP KETERSEDIAAN HARA K DAN Ca DI TANAH INCEPTISOL
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v13i2.74407Keywords:
Pupuk Kandang Sapi, Pupuk NPK, Tanah Inceptisol,Abstract
Tanah Inceptisol berkembang dari bahan induk batuan beku, sendimen dan matamorf. Inceptisol juga merupakan tanah yang baru berkembang dan biasanya mempunyai tekstur yang beragam dari kasar hingga halus tergantung pada tingkat pelapukan bahan induknya. Perkembangan budidaya tanaman di Kalimantan Barat dihadapkan berbagai permasalahan khususnya di tanah inceptisol. Inceptisol pada umumnya memiliki sifat tanah yang kurang subur, diantaranya adalah pH tanahnya agak masam, kadar C-organik sedang, dan unsur hara NPK rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk NPK terhadap ketersediaan hara K dan Ca di tanah inceptisol. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu pemberian pupuk kandang sapi (P) sebagai faktor pertama dan pupuk NPK (N) sebagai faktor kedua yang diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan secara rinci sebagai berikut : faktor pertama adalah Pupuk Kandang Sapi (P) yaitu : P0 = tanpa pupuk kandang (kontrol), P1 = 20 ton/ha setara dengan 400 gram/polybag, P2 = 40 ton/ha setara dengan 800 gram/polybag dan faktor kedua yaitu Pupuk NPK (N) terdiri dari : N0 = tanpa pupuk NPK (kontrol), N1 = 150 kg/ha sebanding dengan 6 gram/polybag, N2 = 300 kg/ha sebanding dengan 12 gram/polybag. Pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk NPK terbukti berpengaruh nyata terhadap K-tertukar tanah, namun tidak berpengaruh nyata terhadap Reaksi tanah, C-organik tanah, Ca-tertukar tanah dan KTK tanah. Pemberian pupuk kandang sapi (kontrol) dan pupuk NPK 12 gram/polybag merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan K-tertukar tanah.Pemberian pupuk kandang sapi 800 gram/polybag dan pupuk NPK 6 gram/polybag merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan Ca-tertukar tanah.
References
Fikdalillah, F., Basir, M. dan Wahyudi, I. 2016. Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi terhadap Serapan Fosfor dan Hasil Tanaman Sawi Putih (Brassica pekinensis) Pada Entisols Sidera. Jurnal Agrotekbis 4(5):491-499.
Hamed, M.H., M.A. Desoky., A.M. Ghallab., M.A. Faragallah. 2014. Effect Of Incubation Periods and Some Organic Materials On Phosphorus Forms In Calcareous Soils. International Journal Of Technology Enhancements And Emerging Engineering Research Vol.2 (6); 2347-4289.
Lasamadi, R. D., D. S. Malalantang, Rustandi, dan S. D. Anis. 2013. Pertumbuhan dan Perkembangan Rumput Gajah Dwarf (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang Diberi Pupuk Organik Hasil Fermentasi EM4. Jurnal Zootek. 32(5) : 158-171.
Lingga dan Marsono. 2006. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.
Maharany, R, Rauf, A, and Sabrina, T, 2011. Perbaikan Sifat Tanah Kebun Kakao Pada Berbagai Kemiringan Lahan Dengan Menggunakan Teknik Biopori dan Mulsa Vertikal. Jurnal Ilmu Pertanian Kultivar. Vol. 5 No. 2
Melati, M. dan W. Andriyani, 2005. Pengaruh Pupuk Kandang dan Pupuk Hijau Calopogonium mucunoides terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai Panen Muda Yang Dibudidayakan Secara Organik. Bul. Agron. 33(2)8-1
Mulyani, O., E. Hidayat Salim, A. Yuniarti, Y. Machfud, A. Sandrawati, dan Marisa P.D. 2017. Studi Perubahan Unsur Kalium Akibat Pemupukan dan Pengaruhnya terhadap Hasil Tanaman. Jurnal Ilmiah Lingkungan Tanah Pertanian Vol. 15 (1)
Rellam, C. R., A. Rumambi dan Rustandi. 2017. Pengaruh Naungan dan Pemupukan Nitrogen pada KaRALteristik Morfologis Rumput Gajah Dwarf (Pennisetum Purpureum cv. Mott). Jurnal Zootek. 27 (1): 179-185.
Syahputra, E., Rahmawati,M.,dan Imran,S., 2014. Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Daun terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada. Jurnal Floratek. 9 (1) :39-45