RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK P PADA TANAH PMK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v13i2.74427Keywords:
cauliflower, chiken manure, phosphorus, ultisolAbstract
Kubis bunga merupakan sayuran yang mempunyai nilai ekonomis dan prospek yang baik untuk dibudidayakan. Pengembangannya di Kalimantan Barat cukup baik dikarenakan sudah tersedianya varietas yang sesuai. Kalimantan Barat mempunyai lahan podsolik merah kuning(PMK) yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan budidaya kubis bunga. Pemanfaatan lahanPMK sebagai media tumbuh kubis bunga dihadapkan pada beberapa permasalahan sepertitingkat kesuburan dan produktivitas tanah rendah. Pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk P merupakan upaya dalam meningkatkan produktivitas tanah sehingga dapat digunakan untuk budidaya. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi terbaik pupuk kandang ayam dan pupuk P terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 3 bulan dengan menggunakan pola faktorial Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 2 faktor perlakuan. Faktor (a) pemberian pupuk kandang ayam terdiri atas 3 taraf yaitu; a1 = 20 ton/ha, a2 = 30 ton/ha, a3 = 40 ton/ha. Faktor (p) pemberian SP-36 terdiri atas 3 taraf yaitu; p1 = 200 kg/ha, p2 = 250 kg/ha, p3 = 300 kg/ha. Variabel dalam penelitian ini terdiri atas jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, berat krop dan diameter krop kubis bunga. Variabel tambahan yaitu suhu, kelembaban udara, curah hujan, pH tanah, porositas dan bobot isi tanah PMK. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk P berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Dosis pupuk kandang ayam 20 ton/ha dan pupuk P 200 kg/ha merupakan dosis efektif yang dapat digunakan untuk budidaya kubis bunga pada tanah PMK.References
Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2020. Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak.
BPS Kalimantan Barat.
Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2022. Produksi Tanaman Sayuran dan Buah
Semusim Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak. BPS Kalimantan Barat.
Diana, S., Novrianti dan A. Citra. 2020. Respon Pertumbuhan Dan Produksi Kubis Bunga
(Brassica oleracea L.) Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Dan NPK Majemuk.
Jurnal Linsium, 2(1), 41-51.
Fadholi, M dan Koesriharti. 2022. Pengaruh Perlakuan Giberilin Dan Fosfor Terhadap
Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleareacae var botrytis).
Jurnal Produksi Tanaman,10(2), 149-159.
Hakim., N. M. Y. Nyakpa., A. M. Lubis., S. G. Nugroho., M. R, Saul., A. Diha., H. H. Bailey.
Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Bandar Lampung. Universitas Lampung
Hardjowigeno, S. 2015. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.
Jumin, H. B. 2000. Dasar-Dasar Agronomi. Bandung: Rajawali.
Kosim. 2020. Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kubis Bunga (Brasicca oleracea L) Akibat Pemberian Pupuk Kadang Ayam Dengan Dosis Yang Berbeda. Jurnal Agrorektan, 7(2), 37-48.
Pracaya. 1990. Kubis Alias Kol. Jakarta : Penebar Swadaya.
Rohman, N dan Widiatmanta. 2017. Pengaruh Dosis Pupuk Fosfor dan Konsentrasi Giberelin Pada Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga (Brassica oleraceae L). Jurnal lmiah Ilmu-Ilmu Pertanian, 11(2), 18-28.
Rukmana, R. 1994. Budidaya Kubis Bunga & Broccoli. Yogyakarta : Kanisius
Sarief, S.1986. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Bandung : Pustaka Buana.
Sutedjo, M. M. 2010. Pupuk Dan Cara Pemupukan. Jakarta : Rineka Cipta.
Taiz, L dan E. Zeiger. 1991. Plant Physiology. California : Cummings Publishing Company.
Winarso, S. 2005. Kesuburan Tanah, Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah. Yogyakarta : Gava Media.