PENGARUH PUPUK KANDANG SAPI DAN KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v13i3.74455Keywords:
Red Yellow Podzolic, Cow Manure, Potassium Fertilizer, Radish.Abstract
Lobak merupakan jenis tanaman sayuran umbi yang potensial dikembangkan pembudidayaannya. Namun, sampai saat ini produktivitas lobak masih tergolong rendah terutama di Kalimantan Barat. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi lobak yaitu dengan pemberian pupuk kandang sapi dan pupuk Kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis yang terbaik pupuk kandang sapi dan Kalium terhadap pertumbuhan dan hasil lobak di tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya selama kurang lebih 2 bulan. Penelitian menggunakan rancangan Faktorial RAL yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu Pupuk kandang sapi (s) sebagai faktor pertama yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu Kalium (k) sebagai factor ke dua yang teriri dari 3 taraf perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pada berbagai dosis pupuk kandang sapi dan kalium memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah Podsolik merah kuning. Pupuk kalium secara tunggal dapat meningkatkan kualitas Berat segar tanaman, berat umbi dan Diameter umbi. Dosis yang direkomendasikan adalah 0,64 g/polybag pupuk kalium.
Kata Kunci: Podsolik Merah Kuning, Pupuk Kandang Sapi, Pupuk Kalium, Lobak.
References
Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2020. Pontianak: Badan Pusat Statistika Provinsi Kalimantan Barat.
Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2020. Statistik Tanaman Sayuran dan Buah- buahan Semusim. Pontianak: Badan Pusat Statistika Provinsi Kalimantan Barat.
Cahyono, B. 2019. Budidaya Intensif Lobak Secara Organik Dan Anorganik. Depok : Papas Sinar Sinanti.
Hakim, N . 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Lampung. Lampung. University Press
Hardjowigeno S. 2003. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.
Harjadi, S.S. 2002. Pengantar Agronomi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Havlin, J. L., J. D. Beaton, S. L. Tisdale and W. L. Nelson. 1999. Soil Fertility and Fertilizers An Introduction to Nutrient Management. 6th ed. Prentice Hall, Upper Saddle River, New Jersey. pp. 497
Miles J and Peet M, 2000, maintaining Nutrient Balances in System Sutilyzing Soluble organic Fertilyzer (Final Project Report), http://ofrf.org,email research@ofrf.org.
Maulana, Prasetya, B dan Soemarno. 2013. Pengaruh kompos, pupuk kandang dan custom-bio terhadap sifat tanah pertumbuhan dan hasil tebu (saccharum officinarum L) pada Fntisol di kebun ngrangkah-pawon Kediri. Jurnal Teknologi Hijau Indonesia Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.2 (1) : 45-53.
Novizan. 2001. Petunjuk Pemupukan Yang Efektif. Jakarta: Agromedia Pustaka.
Oosterhuis, D. 2001. Physiology and nutrition of high yielding cotton in the USA. Informações Agronômicas 95: 18-24.
Samadi, B. 2013. Panen Untung dari Budidaya Lobak. Yogyakarta: Lyli Publisher.
Sudadi. 2003. Kajian Pemberian Air dan Mulsa terhadap Iklim Mikro pada Tanaman Cabai di Tanah Ultisol. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan. 4:(1):41-49