KAJIAN KARAKTERISTIK KIMIA TANAH PADA LAHAN PASCA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI DUSUN LAMAT PAYANG DESA TIRTA KENCANA KABUPATEN BENGKAYANG
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v13i2.74475Keywords:
Post PETI Land, Land Use, Soil Chemical PropertiesAbstract
Aktivitas penambangan emas menimbulkan dampak buruk berupa turunnya kualitas tanah seperti sifat fisik, sifat kimia dan biologi tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji karakteristik kimia tanah pada lahan pasca penambangan emas tanpa izin dan untuk menentukan saran pemupukan pada lahan sawah dan lahan jagung. Penentuan titik pengamatan dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel diambil secara diagonal kedalaman 0-30 cm. Setiap lahan terdiri dari 5 titik pengamatan masing-masing dikompositkan menjadi 1 sampel, sehingga diperoleh total sampel sebanyak 4 sampel. Pengambilan sampel tanah utuh dilakukan pada lahan jagung dan sawah dengan jumlah sampel sebanyak 2 sampel. Analisis sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan analisis sifat fiska tanah dilakukan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Fakultas Pertanian. Parameter sifat kimia tanah terdiri dari Reaksi Tanah (pH ), Karbon Organik, N-total, P-tersedia, K-dd, Kapasita Tukar Kation, Kejenuhan Basa dan parameter pendukung terdiri dari tekstur dan bobot isi. Hasil analisis data berdasarkan kriteria penilaian sifat kimia tanah sebagai berikut: pH kriteria (masam, agak masam, netral), Karbon (C) Organik (sangat rendah, rendah, tinggi), Nitrogen (N) total (sangat rendah, rendah, sedang), Fosfor (P) tersedia (sangat rendah, sedang), Kalium (K)-dd (sangat rendah), Kapasitas Tukar Kation (rendah, sedang, tinggi), Kejenuhan Basa (sangat rendah, rendah).
Kata Kunci : Lahan Pasca PETI, Penggunaan Lahan, Sifat Kimia Tanah
References
Azmul, Yusran, dan Irmasari. (2016). Sifat Kimia Tanah Pada Berbagai Tipe Penggunaan Lahan di Sekitar Taman Nasional Lore Lindu (Studi Kasus Desa Toro Kecamatan Kulawi Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Warta Rimba, 4, 24–31.
Bradshaw, A. D., dan Chadwick, M. J. (1980). The restoration of land. University of California Press.
Conesa, H. M., Faz, A., dan Arnaldos, R. (2006). Heavy metal accumulation and tolerance in plants from mine tailings of the semiarid Cartagena-La Unión mining district (SE Spain). The Science of the Total Environment, 366(1), 1–11. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2005.12.008
Damanik, M. M. B. (2010). Kesuburan Tanah dan Pemupukan. USU Press. Medan.
Hakim, N., Nyakpa, M. Y., dan Lubis, A. M. (1986). Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung.
Hanafiah, K. A. (2005). Dasar-Dasar Ilmu Tanah. PT RajaGrafindo Persada.
Hanafiah, K. A., Napoleon, A., dan Ghofar, N. (2010). Biologi Tanah: Ekologi dan Makrobiologi Tanah. Rajawali Pers.
Hardjowigeno, S. (2007). Ilmu Tanah. Akademik Perssindo. Jakarta.
Hardjowigeno, S. (2010). Ilmu Tanah (7 ed.). Akademika Pressindo : Jakarta.
Henrianto, A., Okalia, D., dan Mashadi, M. (2019). Uji Beberapa Sifat Fisika Tanah Bekas Tambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Tiga Kecamatan di Daratan Sepanjang Sungai Kuantan. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA), 1(1), 19–31. https://doi.org/10.36378/juatika.v1i1.41
Joni, H. (2013). Peningkatan pH Tanah dan Koloni Mikroorganisme Akibat Bioremedaiasi dan Fitoremediasi Pada Lahan Berpasir Pasca Penambangan Emas. Jurnal Hutan Tropika, 4(2), 46.
Karnilawati, Sufardi, dan Syakur. (2013). Phosfat Tersedia, Serapannya Serta Pertumbuhan Jagung (Zea mays L.) Akibat Amelioran dan Mikoriza pada Andisol. Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan, 2, 231–239.
Lopulisa. (2004). Tanah-tanah Utama Dunia Ciri, Ganesa dan Klasifikasinya. Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin.
Mukhlis. (2007). Analisis Tanah dan Tanaman. USU Press. Medan.
Mukhlis, Sarifuddin, dan Hamidah, H. (2011). Kimia Tanah: Teori dan Aplikasi. USU Press.
Mulyani, S., Zahrah, S., dan Sulhawardi. (2021). Analisis Tekstur Tanah, Kandungan Unsur Hara dan Total Mikroba Tanah Bekas Tambang Emas Tanpa Izin (PETI) dari Beberapa Kecamatan Kabupaten Kuantan Singing. Jurnal Agroteknologi, 11(2), 67–74.
Notohadiprawiro, dan Tejoyuwono. (1998). Tanah dan Lingkungan. Depdikbud : Jakarta.
Novizan. (2002). Petunjuk Pemupukan yang Efektif (1 ed.). Agromedia Pustaka : Jakarta.
Salim, H. S. (2011). Hukum pertambangan di Indonesia. Raja Grafindo Persada.
Sarief, E. S. (1984). Ilmu Tanah Pertanian. Pustaka Buana. Universitas Andalas.
Soepardi, G. (1983). Sifat dan Ciri Tanah. Institut Pertanian Bogor Press.
Soewandita, H. (2008). Studi Kesuburan Tanah dan Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Komoditas Tanaman Perkebunan di Kabupaten Bengkalis. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 10(2), 128–133.
Soniari, N. N., dan Wikarniti, N. M. (2011). Korelasi Fraksi Partikel Tanah dengan Kadar Air Tanah, Erodibilitas Tanah dan Kapasitas Tukar Kation Tanah pada Beberapa Contoh Tanah di Bali. Universitas Udayana. Bali.
Subowo, G. (2011). Penambangan Sistem Terbuka Ramah Lingkungan dan Upaya Reklamasi Pasca Tambang untuk Memperbaiki Kualitas Sumberdaya Lahan dan Hayati Tanah. Jurnal Sumberdaya Lahan, 5(2), 60–65.
Sudarsono, A. S. (2003). Pengantar Pengelolaan dan Ekstraksi Bijih Emas. Departemen Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Bandung.
Sutanto, R. (2005). Dasar-Dasar Ilmu Tanah: Konsep dan Kenyataan. Kanisius.
Sutedjo, M. M., dan Kartasapoetra, A. G. (2010). Pengantar Ilmu Tanah: Terbentuknya Tanah dan Tanah Pertanian (3 ed.). Rineka Cipta.
Tamin, R. P., R, S. W. B., dan Basuki, W. (2010). Pertumbuhan Semai Jabon (Anthocephalus cadamba Roxb Miq) Pada Media Pasca Penambangan Batubara yang Diperkaya Fungi Mikoriza Arbuskula, Limbah Batubara dan Pupuk NPK [Thesis, Pascasarjana Institut Pertanian Bogor]. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/57185
Widianto, Hairiah, K., Suharjito, D., dan Sardjono, M. A. (2003). Fungsi dan Peran Agroforestri. World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Office.