IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii) DI UPT PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT (UPT-PBAPL) KALIMANTAN BARAT

Authors

  • Rudi Anggara Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura
  • Sri Rahayu Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura
  • Bambang Kurniadi Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v13i2.74503

Keywords:

Jelawat fish, parasites, types of parasites

Abstract

Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) merupakan salah satu ikan yang berasal dari Indonesia yang terdapat di beberapa sungai di Kalimantan dan Sumatera (Kottelat dkk., 1993). Di Kalimantan Barat budidaya ikan jelawat di lakukan di UPT-PBAPL Anjongan Kalimantan Barat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ikan Jelawat yang berada di kolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat terdapat infeksi parasit. untuk mengidentifikasi jenis parasit apa saja yang menginfeksi Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) dari kolam yang berada di tempat kolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat, Penelitian akan dilaksanakan kurang lebih 2 bulan di dua tempat yaitu, untuk pengambilan sampel dilakukan di UPT-BPAPL, Pengukuran kualitas air pengukuran suhu dilakukan menggunakan termometer air raksa yang dicelupkan langsung ke dalam perairan, kemudian biarkan hingga kurang lebih 2 menit dan di catat hasilnya Pengukuran pH perairan dilakukan menggunakan pH indikator dengan mencelupkan pH meter kedalam kolam, Pengukuran DO dengan mencelupkan ke dalam air, maka dengan otomatis nilai oksigen terlarut akan terlihat pada monitor DO Meter. identifikasi parasit pada ikan jelawat dengan dilakukan menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling adalah metodologi pengambilan sampel secara acak dimana kelompok sampel ditargetkan memiliki atribut-atribut tertentu. Hasil penelitian ditemukan satu jenis ektoparasit yang menyerang   ikan jelawat yaitu Dactylogyrus sp pada organ insang ikan. Prevalensi ikan jelawat kolam I yaitu 32% termasuk kategori umumnya dan infeksi sedang, pada kolam II yaitu 24% termasuk kategori sering dan infeksi sangat sering dan pada kolam III yaitu 8% termasuk kategori sering dan infeksi biasa. Intensitas stasiun I, II dan III berkisar antara 1-2 Ind/ekor, dan termasuk dalam kategori infeksi rendah.

References

Afrianto, E., E. Liviawaty., Z. Jamaris., dan Hendi. 2015. Penyakit Ikan. Jakarta : Penerbit Penebar Swadaya.

Anonim., 2005. Efektifitas Ikan Cupang (ctenops vittatus) dalam Pengendalian Larva dan Daya Tahannya terhadap Temephos (uji laboratorium dan lapangan).Jurnal Ekologi Kesehatan. 6:586-591

Irianto, A. 2005. Patologi Ikan Teleostei. UGM Press. Yogyakarta.

Kottelat, M., A.J. Whitten, with S.N. Kartikasari and S. Wirjoatmodjo. 1993. Freshwater Fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Periplus Edition (HK), Jakarta.

Levine, N. D. 1994. Parasitologi Veteriner. Edisi Kedua. Penerjemah : Ashadi Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Maulana, D.M., Z.A. Muchlisin, S. Sugito2.2017. Intensitas dan prevalensi parasit pada ikan betok (Anabas testudineus) dari perairan umum daratan Aceh bagian utara. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, 2(1): 1-11.

Suhardi. E. I. Raharjo. Dan Sunarto. 2014. Tingkat Serangan Ekstoparasit Pada Ikan Jelawat (Pangasiushypopthalmus) Yang Dibudidayakan Dalam Karamba di Sungai Kapuas Kota Pontianak. Universitas Muhammadiyah Pontianak. Jurnal Ruaya, 1(1).

Tatangindatu, F., Kalesaran, O. & Rompas, R. (2013). Studi Parameter Fisika Kimia Air pada Areal Budidaya Ikan di Danau Tondano, Desa Paleloan, Kabupaten Minahasa. E-Journal BUDIDAYA PERAIRAN 1(2): 8–19.

Tim Agriminakultura. (2014). Sukses bisnis & budidaya ikan mas. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Yuli, S., H. Harris. dan I. A. Yusanti. 2017. Tingkat Serangan Ekstoparasit Pada Ikan Jelawat (Pangasius hypopthalmus) Yang Dibudidayakan Dalam Keramba Jaring Apung Di Sungai Musi Palembang. Universitas PGRI Palembang Jurnal Ilmu- ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan, 12(2).

Downloads

Published

2024-04-30

Issue

Section

Articles