PEMBERIAN BIOCHAR TANKOS DAN KOTORAN SAPI TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN TERONG (Solanum molongena L.) DI TANAH ALLUVIAL

Authors

  • Andini Andini Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Pontianak.
  • Urai Suci Yulies Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Pontianak.
  • Tino Orciny Chandra Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Pontianak.

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v13i3.75407

Keywords:

Alluvial, Biochar Tankos, Kotoran Sapi, Produksi Terong

Abstract

Tanah Alluvial merupakan tanah yang berasal dari endapan baru, berlapis-lapis, jumlah bahan organiknya berubah-ubah. Peningkatan produksi tanaman terong dapat dilakukan dengan penambahan biochar tankos dan kotoran sapi. Biochar dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara N, P, K dan pH tanah. Kotoran sapi dapat meningkatkan C-Organik, N-Total, meningkatkan daya tahan terhadap air. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh penggunaan biochar tankos dan kotoran sapi terhadap ketersediaan hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman terong di tanah Alluvial, serta mengetahui interaksi biochar tankos dan kotoran sapi terhadap ketersediaan N, P, K dan pertumbuhan tanaman terong pada tanah Alluvial. Penelitian ini menggunakan metode RAL 2 faktorial terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak terjadinya interaksi antara biochar tankos dan kotoran sapi. Pemberian biochar tankos mampu meningkatkan pH pada perlakuan 40 ton/ha= 6,6,   N-Total pada perlakuan 30 ton/ha= 1,2, P-Tersedia pada perlakuan 30 ton/ha = 329,6, K-Tersedia pada perlakuan 30 ton/ha= 10,93, tinggi tanaman pada perlakuan   30 ton/ha= 44,65. Penambahan kotoran sapi mampu meningkatkan CO pada perlakuan 15 ton/ha= 15,83, N-Total pada perlakuan 15 ton/ha= 1,16 dan tinggi tanaman pada perlakuan 30 ton/ha= 43,23, serta terjadi peningkatan ketersediaan unsur hara N-Total 23,46%, P-Tersedia 66,16%, K-Tersedia 55,47%, C-Organik 6,59% dan tinggi tanaman 42,46%.

Kata Kunci:   Alluvial, Biochar Tankos, Kotoran Sapi, Produksi Terong

References

Afandi, F. N., Siswanto, B., & Nuraini, Y. (2015). Pengaruh pemberian berbagai jenis bahan organik terhadap sifat kimia tanah pada pertumbuhan dan produksi tanaman ubi jalar di Entisol Ngrangkah Pwon, Kediri. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 2(2), 237–244.

Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. (2021). Kalimantan Barat Dalam Angka, Penyebaran Tanah Aluvial.

BPS. (2019). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat.

Chan, K. Y., & Xu, Z. (2009). Biochar: Nutrient Properties and Their Enhancement. In Biochar for Environmental Management. Agriculture Chemistry and Environment., 6(1), 67–68.

Fikdalillah, B. M., & wahyudi, I. (2016). Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi Terhadap Serapan Fosfor Dan Hasil Tanaman Sawi Putih (Brassica pekinensis) Pada Entisol Sidera. Jurnal Agrotekbis, 4(5).

Gundela, M. J., & Duluca, T. H. (2006). Temperature and Subrate Influence the Chemical Properties of Charcoal in the Ponderosa Pine/ Douglas-. Fir Ecosystem Forest Ecology and Managemet, 2(31), 86–93.

Hardjowigeno, S. (2003). Ilmu Tanah. Akademika Pressindo.

Haryanta, D., Thohiron, M., & Gunawan, B. (2017). Kajian Tanah Endapan Perairan Sebagai Media Tanam Pertanian Kota. Journal of Research and Technology, 3(2), 1–10.

Haryoto. (2009). Bertanam Terung dalam Pot. Kanisius.

Indrawati, U. S. Y. V. (2020). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Biochar Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Unggu [Artikel ilmiah unpublished]. Universitas Tanjungpura.

Indrawati, U. S. Y. V., Hazriani, R., Maulidi. 2022. Uji Kombinasi Dosis Biochar Tankos dan Kotoran Ayam untuk Perbaikan Kesuburan Tanah Sawah. Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol. 8 No. 2 halaman 50.

Indrawati, U. S. Y. V., Herawatiningsih. R., Kurniati. D., 2023. Pengaruh Kombinasi Biochar Tankos dan Urea-Enriched Kotoran Ayam (BIOCHIKE+) Pada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit. Jurnal Penelitian Pertanian India. doi: 10.18805/IJAre.AF-761.

Liang, B., Lehmann, J., Kiyangi, D., Grossman, J., O’Neill, B., Skjemstad, J. O., Thies, J., Luizao, F. J., Peterson, J., & Neves, E. G. (2006). Black carbon increases cation exchange capacity in soil. Soil Sci. Soc. Am, 70, 1719–1730.

Nurida, N. L., Rachman, A., & Sutono, S. (2015). Biochar Pembenah Tanah Yang DFPotensial. IAARD Press.

Saputra, I., & Juanda, B. R. (2016). Pengaruh biochar dan npk terhadap beberapa sifat fisika tanah dan pertumbuhan serta produksi kentang (Solanum tuberosum L.). Jurnal Agrotek Lestari, 2(2).

Schnell, R. W., Vietor, D. M., Provin, T. L., Munster, C. L., & Capareda, S. M. (2011). Capacity of Biochar Application to Maintain Energy Crop Productivity:Soil Chemistry, Sorghum Growth, and Runoff Water Quality EfFects. Jurnal of Enviromental Quality, 4(1), 1044–1051.

Solaiman, Z. M., & Anawar, H. M. (2015). Aplication of Biochars for Soil Constraints: Challenges and Solution. Pedosphere, 25(5), 631–638.

Sutedjo, M. M., & Kartasapoetra, A. G. (1988). Pengantar Ilmu Tanah, Terbentuknya Tanah dan Tanah Pertanian. Bina Aksara.

Tambunan, S. E., Handayanto, B., & Siswanto. (2014). Pengaruh Aplikasi Bahan Organik Segar dan Biochar Terhadap Ketersediaan P Dalam Tanah di Lahan Kering Malang Selatan. Jurnal Tanah Dan Sumber Daya Lahan, 1(1), 89–98.

Tanaka, S. (1963). Fundamental study on wood carbonization. Exp.forest of Hokkaido University.

Wiryanta, W., & Bernardinus, T. (2002). Bertanam Cabai Pada Musim Hujan. Agromedia Pustaka.

Zhang, A. R., Bian, G., Pan, L., Cui, Q., Hussain, L., Li, J., Zheng, J., Zheng, X., Han, X., & Yu. (2012). Effects of biochar amendement on soil quality, crop Yield and Greenhouse Gas Emission In A Chinese Rice Paddy: A Field study of 2 consecutive rice growing Cycles. ELSEVIER. J. Filed Crops Reserch 127, 153–160.

Downloads

Published

2024-07-31

Issue

Section

Articles