KORELASI KADAR AIR TANAH LAPANGAN DAN KEDALAMAN MUKA AIR TANAH PADA ZONA RIPARIAN KEBUN RAYA SAMBAS

Authors

  • Rizky Juniar Haryanto Dept. Soil Science, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak.
  • Urai Edi Suryadi Dept. Soil Science, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak.
  • Ari Krisnohadi Dept. Soil Science, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak.

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v13i2.76851

Keywords:

Soil Physics, Land Survey, Riparian Zone

Abstract

Kebun Raya Sambas merupakan satu-satunya kebun raya di Kalimantan Barat yang memiliki zona atau wilayah riparian. Kemiringan lereng pada Zona Koleksi Tumbuhan Riparian Kebun Raya Sambas yang bervariasi menyebabkan kadar air tanah lapangan berubah-rubah, hal ni akan mempengaruhi pertumbuhan pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara kadar air tanah lapangan terhadap muka air tanah pada lahan basah atau Zona Riparian Kebun Raya Sambas. Pengangambilan sampel tanah meliputi dua jalur yaitu jalur U dan X pada zona riparian, sebanyak 6 sampel yang diambil pada setiap jalurnya dengan kedalaman 0-30 cm. Jumlah keseluruhan sampel pada zona riparian sebanyak 12 sampel tanah utuh dan terganggu. Parameter sifat fisika tanah meliputi fraksi tekstur tanah, bobot isi tanah, porositas total tanah, konduktivitas hidrolik tanah, kemantapan agregat tanah, dan kadar air tanah lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi kedalaman muka air tanah dengan sifat fisika tanah memiliki nilai sangat rendah (fraksi pasir, fraksi debu dan kemantapan agregat tanah) dan rendah (fraksi liat, bobot isi, porositas total dan konduktivitas hidrolik). Hasil analisis Kadar air kondisi lapangan (KAL) memiliki nilai regresi 0,41 (sedang) dan kekuatan pengaruh korelasi 17,11 %. Kadar air kapasitas lapangan (KAKL) memiliki nilai regresi 0,06 (sangat rendah) dan  kekuatan   pengaruh   korelasi 34 %.

References

Arabia. T, Zainabun, Royani.I. 2012. Karakteristik Tanah Salin Krueng Raya Kecamatan Mesjid Raya Kbupaten Aceh Besar. J. Manajemen Sumber Daya Lahan. Fakultas Pertanian Unsyiah. Darussalam Banda Aceh.

Cahyono, P. B., & Kurniawati, A. (2013). Faktor-Faktor yang Menyebabkan Fluktuasi Tinggi Permukaan Air Tanah Bebas Studi Kasus pada Sub-Das Keyang di Kabupaten Ponorogo. Swara Bhumi, 2(1), 295-30

Faiz, A. M., & Prijono, S. (2021). Perbedaan Kemampuan Tanah Dalam Menahan Air Pada Berbagai Kelerengan Lahan Kopi Di Daerah Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 8(2), 481-491.

Hakim, N. dan Agustina. 2006. PengelolaanKeseburan Tanah Masam dengan Teknologi Pengapuran Terpadu. Andalas UniversityPress. 204 hal.

Hakim, N., Nyakpa, M.Y., Lubis, A.M., Nugroho, S.G., Diha, M.A., Hong, G.B.dan Bailey, H.H. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung. Lampung. 488 hal.

Hanafiah, K.A. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Hardjowigeno, S. 1995. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Edisi Pertama. Akademika Presindo. Jakarta. 273 hal.

Haridjaja, O., Baskoro, D.P.T. dan Setianingsih, M.2013. Perbedaan nilai kadar air kapasitas lapang berdasarkan metode alhricks, drainase bebas, danpressure plate pada berbagai tekstur tanah dan hubungannya dengan pertumbuhan bungamatahari (Helianthus annuus L.). Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan 15(2): 52-59.

Isnawati, N., & Listyarini, E. (2018). Hubungan antara kemantapan agregat dengan konduktifitas hidraulik jenuh tanah pada berbagai penggunaan lahan di Desa Tawangsari Kecamatan Pujon, Malang. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 5(1), 785-791.

Jayanti, K. D., & Mowidu, I. (2020). Hubungan Antara Kadar Fraksi Pasir, Fraksi Klei, Bahan Organik dan Berat Volume Terhadap Kadar Air Tersedia Pada Tanah Sawah di Kabupaten Poso. Agropet, 12(1), 6-10.

Kurniawan, R., & Sari, R. (2017). Pengaruh permeabilitas terhadap kecepatan infiltrasi. Jurnal Deformasi, 2(1), 50-60.

Murtilaksono, K., & Wahyuni, E. D. (2004). Hubungan Ketersediaan Air Tanah dan Sifat-Sifat Dasar Fisika Tanah. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 6(2), 46-50.

Murtilaksono, K., & Wahyuni, E. D. (2004). Hubungan Ketersediaan Air Tanah dan Sifat-Sifat Dasar Fisika Tanah. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 6(2), 46-50.

Nuraida, N., Alim, N., & Arhim, M. (2021, November). Analisis kadar air, bobot isi dan porositas tanah pada beberapa penggunaan lahan. In Prosiding Seminar Nasional Biologi (Vol. 7, No. 1, pp. 357-361).

Siallagan, E. J., Wawan, W., & Nelvia, N. (2021). Hubungan perbedaan tinggi muka air terhadap kadar Cu dan Zn daun serta pertumbuhan tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di lahan gambut. Jurnal Solum, 18(1), 12-22.

Soniari, N. 2016. Korelasi Fraksi Partikel Tanah Dengan Kadar Air Tanah,Erodibilitas Tanah Dan Kapasitas Tukar Kation Pada Beberapa Contoh Tanah Di Bali. Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UniversitasUdayana.

Susanto, R. (2005). Dasar-Dasar Ilmu Tanah.Kanisius. Jakarta

Tang, B. Y., & Swari, W. D. (2018). Karakterisasi struktur bawah permukaan tanah pekebunan pada kebun contoh politani Kupang menggunakan metode georadar. Jurnal Geocelebes, 2(2), 70-77.

Yulina, H., & Ambarsari, W. (2021). Hubungan Kadar Air dan Bobot Isi Tanah Terhadap Berat Panen Tanaman Pakcoy pada Kombinasi Kompos Sampah Kota dan Pupuk Kandang Sapi. AGRO TATANEN| Jurnal Ilmiah Pertanian, 3(2), 1-6

Downloads

Published

2024-04-30

Issue

Section

Articles