PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT DI LAHAN SULFAT MASAM DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v13i2.77601Keywords:
Budidaya Jenuh Air, Lahan Sulfat Masam, Pupuk Kandang Ayam, Pupuk NPK, TomatAbstract
Tomat (Lycopersium esculentum Mill.) merupakan tanaman sayuran yang termasuk dalam familia Solanaceae. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis interaksi terbaik antara pupuk kandang ayam dan pupuk NPK serta dosis tunggal masing-masing perlakuan terhadap pertumbuhan dan hasil tomat di lahan sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air (BJA). Penelitian ini dilaksanakan di lahan pasang surut sulfat masam tipe C yang berlokasi di Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, dari bulan Mei "“ Juli 2023. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor, yaitu pupuk kandang ayam (K) dan pupuk NPK (N), masing-masing dengan 3 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama pupuk kandang ayam yang terdiri dari 3 taraf dosis 10 ton/ha, 20 ton/ha dan 30 ton/ha. Faktor kedua pemberian pupuk NPK dengan 3 taraf dosis 300 kg/ha, 450 kg/ha dan 600 kg/ha. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), volume akar (cm3), luas daun (cm2), berat kering (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per tanaman (g) dan berat per buah (g). Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varians (uji F taraf 5%). Apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tomat di lahan sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air. Pupuk kandang ayam 30 ton/ha merupakan dosis terbaik bagi pertumbuhan tanaman tomat dan pupuk NPK 450 kg/ha merupakan dosis terbaik untuk hasil tomat yang ditanam di lahan sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air.
References
Astarini, I. D. 2009. Pemulian Tanaman Sayuran. Tidak Diketahui.
Badan Pusat Statistik. 2022. Produksi Tanaman Sayuran 2021. Jakarta Pusat: Badan Pusat Satistik.
Febriansyah. R., L. Indriyani., K. D. Palupi dan M. Ikawati. 2008. Tomat (Solanum lycopersicum L.) Sebagai Agen Kemopreventif Potensial. Yogyakarta: Fakultas Farmasi. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Hasibuan, B. A. 2012. Pupuk dan Pemupukan. Medan: Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Hertos, M. 2015. Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kotoran Ayam dan Pupuk NPK Mutiara Yaramila terhadap pertumbuhan dan hasil terong ungu pada tanah berpasir. Jurnal Antetior: Vol. 14, No. 2: 147-153.
Johnston, A. E. 2000. Soil and Plant Phospphate. Published by the International Fertilizer Industry Association. Paris. Tersedia di< web: www.fertilizer.org> Diakses tanggal 21 November 2023.
Kemas. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Lingga, P dan Marsono. 2009. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta
Lingga, P. 2002. Hidroponik: Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Edisi Revisi. Penebar Swadaya. Jakarta.
Prasetyo. 2012. Respon Beberapa Varietas Cabai Merah (Capsicum annum L.) pada Berbagai Jenis Pupuk Kandang. Yogyakarta: Universitas PGRI.
Sompotan, S. 2013. Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) terhadap Pemupukan Organik dan Anorganik. J Geosains 2(1), 14-17.
Sumitro, S.T. 2008. Tanggapan Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) terhadap Pemangkasan dan Pemberian Pupuk Majemuk NPK Mutiara Pada Tanah Mineral. Skripsi. Faperta Unpar.
Tjitrosoepomo, G. 2004. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Cetakan ke-8. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Yulianingsih, R. 2018. Pengaruh Pupuk Kandang Kotoran Ayam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.). PIPER, 26(14).
Zubaidi, A., Suwardji dan W. Wangiyana. 2021. Pengaruh Pemberian Pupuk NPK dan Fitosan terhadap Kadar Brix Batang dan Hasil Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) di Tanah Pasiran Lahan Kering Kabupaten Lombok Utara, NTB. Pertanian Agros, 23(1): 157-166.