PENGARUH KOMBINASI DOSIS PUPUK KANDANG AYAM, KAPUR DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR DI LAHAN PASANG SURUT

Authors

  • Muhammad Taufik Hidayat Department Agrotechnology, Faculty Agriculture, Univerisity of Tanjungpura, Indonesia
  • Nurjani Nurjani Department Agrotechnology, Faculty Agriculture, Univerisity of Tanjungpura, Indonesia
  • Maulidi Maulidi Department Agrotechnology, Faculty Agriculture, Univerisity of Tanjungpura, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v13i2.77692

Keywords:

Budidaya Jenuh Air, Kapur Dolomit, Kubis Bunga, NPK, Pupuk Kandang Ayam.

Abstract

Kubis bunga merupakan tanaman pertanian yang tergolong familia Cruciferae, berasal dari daerah sub tropis, memproduksi bunga serta merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat termasuk di Kalimantan Barat. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk kandang ayam, kapur dan NPK yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga dengan sistem budidaya jenuh air di lahan pasang surut. Penelitian dilaksanakan di lahan pasang surut yang berada di Golden River Camp, Desa Kalimas, Kec. Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung selama 6 bulan mulai dari Maret "“ Agustus 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yaitu kombinasi pupuk kandang ayam, kapur dolomit dan NPK dengan 6 kombinasi dan 4 ulangan. Jumlah tanaman terdapat 15 tanaman perbedengan terdiri dari 4 sampel pengamatan. Perlakuan yang dimaksud yaitu: A = pupuk kandang ayam 20 ton/ha + kapur dolomit 1 ton/ha + NPK 450 kg/ha, B = pupuk kandang ayam 20 ton/ha + kapur dolomit 1 ton/ha +   NPK 300 kg/ha, C = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur dolomit 2 ton/ha + NPK 300 kg/ha, D = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur dolomit 2 ton/ha + NPK 450 kg/ha, E = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur dolomit 1 ton/ha + NPK 450 kg/ha, F = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur dolomit 1 ton/ha + NPK 600 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi: jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g), berat segar krop (g) dan diameter krop (cm). Hasil pengamatan penelitian didapatkan hasil bahwa kombinasi pupuk kandang ayam, kapur dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga dengan sistem budidaya jenuh air di lahan pasang surut berpengaruh nyata terhadap jumlah daun 6 MST, berat segar tanaman dan berat kering tanaman, namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun 2 MST, 4 MST, luas daun, berat segar krop dan diameter krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kandang ayam 20 ton/ha + kapur dolomit 1 ton/ha + NPK 300 kg/ha merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan kubis bunga dengan sistem budidaya jenuh air di lahan pasang surut, sedangkan untuk meningkatkan hasil tanaman menunjukkan berpengaruh tidak nyata tetapi hasilnya cenderung tinggi.

References

Andriani, V., & R. Karmila. 2019. Pengaruh Temperatur Terhadap Kecepatan Pertumbuhan Kacang Tolo (Vigna sp.). Stigma: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa. 12(1): 49 – 53.

Cahyono B. 2001. Kubis Bunga dan Broccoli. Yogyakarta: Kanisius.

Diana, S., Novriani., Citra, A. 2020. Respon Pertumbuhan Dan Produksi Kubis Bunga Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Dan NPK Majemuk, 2579-5171.

Dwijoseputro,D. 1980. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Pt Gramedia, Jakarta.

Erwin, S., Ramli & Adrianton. 2015. Pengaruh Berbagai Jarak Tanam pada Pertumbuhan dan Produksi Kubis (Brassica oleracea L.) di Dataran Menengah Desa Bobo Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Agrotekbis. 3(4): 491-497.

Goldsworthy dan Fisher 2002. Fisiologi Tanaman Budidaya.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Gunawan, I. Tauhid, A dan Tustiyani, I. 2021. Optimasi Dosis Pupuk Kandang Ayam dan NPK pada Budidaya Kubis Bunga (Brassica oleracea var. Botrytis L.). Journal of Agri-food Nutrition and Public Health. 2(1), 38.

Lingga, P. Dan Marsono. 2000. Petunjuk penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sagala D. 2010. Peningkatan pH Tanah Asam di Rawa Pasang Surut Berbagai Dosis Kapur untuk Budidaya Kedelai. Jurnal Agroqua. Vol 8(2): 1-5.

Wibowo, A., Purwanti, Setyastuti, dan R, Rabaniyah. 2012. Pertumbuhan dan Hasil Benih Kedelai Hitam (Glycine max (L.) Merr) Malika yang Ditanam Secara Tumpangsari dengan Jagung Manis (Zea mays Kelompok Saccharata). Vegetalika 1(4) : 1-10.

Downloads

Published

2024-04-30

Issue

Section

Articles