PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR AMPAS TAHU DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) PADA TANAH ALUVIAL

Authors

  • Kristian Sakti Siragah Tanjungpura University
  • Surachman Surachman Tanjungpura University
  • Maulidi Maulidi Tanjungpura University

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v15i1.77813

Keywords:

POC Ampas Tahu, Pupuk Urea, Tanah Aluvial

Abstract

Peningkatan produksi bawang daun di Kalimantan Barat dapat dilakukan melalui penggunaan tidur seperti tanah aluvial. Kendala sifat fisik tanah dapat diperbaiki dengan pemberian pupuk organik cair ampas tahu sebagai nutrisi tambahan dengan penambahan pupuk Urea untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair ampas tahu dan pupuk Urea terhadap pertumbuhan dan hasil pada tanaman bawang daun, Mengetahui dosis pupuk organik cair ampas tahu dan pupuk Urea yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun yang ditanam pada lahan aluvial dan mengetahui pengurangan dosis pupuk urea yang dikombinasikan denga pupuk organik cair ampas tahu terhadap pertumbuhan dan hasi tanaman bawang daun pada lahan aluvial. Penelitian dilaksanakan di Jl. Batas Pandang Jalur 7 Kelurahan Sungai Jawi Kecamatan Pontianak Kota dari tanggal 28 Agustus 2023 Hingga 25 Oktober 2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor yaitu (P) Kombinasi POC ampas tahu dan pupuk Urea 5 taraf. Semua perlakuan diulang sebanyak 3 kali serta jumlah sampel masing-masing sebanyak 5 tanaman maka jumlah tanaman sejumlah 75 tanaman. Perlakuan tersebut ialah sebagai berikut : p1 = tanpa POC ampas tahu + pupuk Urea 1,25 g/polybag, p2 = 300 ml/L POC ampas tahu + pupuk Urea 1 g/polybag, p3 = 500 ml/L POC ampas tahu + pupuk Urea 0,75 g/polybag, p4 = 700 ml/L POC ampas tahu + pupuk Urea 0,5 g/polybag, p5 = 900 ml/L POC ampas tahu + pupuk Urea 0,25 g/polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah anakan, volume akar (ml), berat segar tanaman (g), dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kombinasi POC ampas tahu dan pupuk Urea yang terbaik pada variabel pengamatan volume akar adalah kombinasi POC 500 ml/L + Urea 0,75 g/polybag sedangkan pada variabel pengamatan Berat segar dan berat kering tanaman adalah dosis POC 300 ml/L + Urea 1 g/polybag. Disimpulkan terjadi pengurangan urea sebanyak 20% dari rekomendasi dengan kombinasi POC 300 ml/L untuk mendapatkan hasil berat segar dan berat kering terbaik dan terjadi pengurangan urea sebanyak 40% yang dikombinasikan dengan POC 0,75 ml/L untuk mendapatkan hasil volume akar terbaik.

References

Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2019. Kalimantan Barat dalam Angka, BPS Kalbar Pontianak.

Cahyono, B. 2005. Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani Bawang Daun. Yogyakarta: Kanisius

Direktorat Jenderal Pertanian. 2014. Statistik Produksi Hortikultura 2014. Jakarta : Direktorat Jenderal Hortikultura. Kementrian Pertanian.

Farhana, D. 2013. Pemanfaatan Ampas Tahu dan Limbah Jamur dalam Pembuatan Kompos Organik untuk Memenuhi Unsur Nitrogen (N). Jurnal Ilmiah Biologi “Bioscientistâ€. Vol. 1 No.1, ISSN 2338-5006. Universitas Mataram Indonesia.

Hilman, Y 1999, Hasil penelitian teknologi maju tepat guna dalam budidaya sayuran organik, Prosiding Seminar Nasional Pertanian Organik, Palembang. Penerbit Universitas Sriwijaya, hlm. 183-96.

Kurniawan, R.A dan Wawan. 2017. Pengaruh Pemberian Beberapa Dosis Pupuk Kompos (Green botane) Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis quieneensis Jacq) Di Pembibitan Utama. Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Riau. 4(2):1-13.

Lakitan, B. 2011. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Mulyati, R.S. Tejowulan dan V.A. Octarina. 2007. Respon Tanaman Tomat Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Urea terhadap Pertumbuhan dan Serapan N. Jurnal Agroteksos 17(1).

Pamungkas, M. A. dan Supijatno. 2017. Pengaruh Pemupukan Nitrogen terhadap Tinggi dan Percabangan Tanaman Teh (Camelia sinensis (L.) O. Kuntze) untuk Pembentukan Bidang Petik. Bul. Agronomi 5(2): 234–241.

Raihan, M. N. A. (2017). Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Pakchoy (Brassica chinensis L.) Pada Berbagai Konsentrasi Pupuk ABmix dan Pupuk Organik Cair (POC) dengan Teknik Hidroponik. Skripsi. Program Studi Agroteknologi Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar.

Siswanto. 2018. Uji Pemberian Pupuk Mutiara 16:16:16 Dan Pupuk Organik Cair Nasa Pada Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.). Skripsi. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau (UIR). Pekanbaru.

Suarsana, M., Parmila, I. P., & Gunawan, K. A. (2019). Pengaruh Konsentrasi Nutrisi AB Mix terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Pakcoy (Brassica Rapa L.) dengan Hidroponik Sistem Sumbu (Wick System). Agro Bali: Agricultural Journal, 2(2), 98-105.

Sutejo, M. M., 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta.

Verizza, L.T, Maryanti.S dan Susilo. 2018. Pengaruh Pemberian Bokashi Campuran alang-alang (Imperata cylindrica L.) Dan Kotoran Kambing Terhadap Pertumbuhan Tanaman sawi ( Brassica Rapa L.). Jurnal Pendidikan Biologi Universitas Muhammdiyah Jakarta. 4(1): 1-40.

Yap, C. A. (2012). Impact of different fertilization methods on the soil, yield and growth performance of black pepper (Piper nigrum L.). Malaysian Journal of Soil Science, 16(1), 71-87.

Downloads

Published

2025-08-28

Issue

Section

Articles