PENGARUH AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA KEDALAMAN MUKA AIR TANAH BERBEDA DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v15i3.78528Keywords:
amelioration, cauliflower, soil-saturated cultivationAbstract
Produktivitas kubis bunga di Kalimantan Barat masih tergolong rendah karena masih sulit mengembangkan tanaman kubis bunga dikarenakan perbedaan suhu serta kondisi tanah. Tanah aluvial yang miskin unsur hara perlu penambahan bahan organik ke dalam tanah yaitu penambahan amelioran yang dikombinasikan dengan sistem budidaya jenuh air pada dua kedalaman muka air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kedalaman muka air tanah serta kombinasi amelioran yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan di Lahan Golden River Camp, Jalan Kalimas Tengah, Kecamatan Sungai Kakap. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Blok. sebagai main plot yaitu kedalaman muka air tanah (D) yang terdiri dari d1 = kedalaman muka air tanah 20 cm dan d2 = kedalaman muka air tanah 30 cm. Sub plot yaitu kombinasi amelioran (P) yang terdiri dari p1 = pupuk kandang ayam 10 ton/ha, p2 = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur 2 ton/ha, p3 = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + pupuk hayati bioboost 15 ml/L dan p4 = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur 2 ton/ha + pupuk hayati bioboost 15 ml/L. Terdapat 8 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan dengan menggunakan 4 sampel tanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan amelioran dan kedalaman muka air tanah tidak memberikan perbedaan terhadap pertumbuhan tetapi memberikan perbedaan terhadap hasil kubis bunga. Perlakuan kedalaman muka air tanah 30 cm dan kombinasi amelioran berupa pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur 2 ton/ha + pupuk hayati 15 ml/L merupakan kombinasi yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga.
References
Arabia, T., Basri., Khairullah., 2015. Pengelolaan Lahan Kering dan Lahan Basah. Banda Aceh. Syiah Kuala University Press.
Badan Pusat Statistik. 2016. Statistik Tanaman Sayuran dan Buah-buahan Semusim. Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia.
Baroto, B. A. 2007. Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Ayam dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis (Brassica oleracea). Skripsi. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang, Fakultas Pertanian
Balitsa. 2004. Profil Komoditas Kubis. Bandung.
Cahyono. 2007. Tanaman Hortikultura. Jakarta: Penebar Swadaya.
Dalimoenthe, S. L. 2013. Pengaruh Media Tanam Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Perakaran Pada Fase Awal Benih Teh Di Pembibitan. Jurnal Penelitian Teh dan Kina. 16(1): 1-11
Rinsema, WP. 1986. Pupuk dan Cara Pemupukan. Bharata Karya Aksara. Jakarta. 103 halaman. Sarief, S. 1986. Ilmu Tanah Pertanian. Bandung: Pustaka Buana.
Sompotan, S. 2013. Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Pemupukan Organik dan Anorganik. Jurnal Geosains. Volume 2, Nomor 1 dan 37 Halaman: 14-17. Manado: Universitas Sam Ratulangi, Fakultas Pertanian.