PEMETAAN BEBERAPA SIFAT FISIKA TANAH BERDASARKAN SATUAN LAHAN DI DESA TEBAS SUNGAI KECAMATAN TEBAS

Authors

  • Rizki Tri Sakti Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Pontianak.
  • Riduansyah Riduansyah Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Pontianak.
  • Ari Krisnohadi Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Pontianak.

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v13i3.79062

Keywords:

Fisika Tanah, Pemetaan, Satuan Lahan

Abstract

Desa Tebas Sungai salah satu desa di Kecamatan Tebas Kabupaten sambas yang menjadi lokasi potensi lahan pertanian. Di Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Terdapat tiga jenis tanah yaitu Entisols, Inceptisol dan Ultisol, jenis tanah ini   merupakan tanah yang kurang subur, karena tanah yang memiliki masalah permeabilitas umumnya lambat, drainasenya sedang, pada tanah Ultisol peka terhadap gejala erosi, pada tanah Entisol dan Inceptisol perkembangan profilnya lebih lemah dibandingkan dengan tanah matang,   masih banyak menyerupai sifat bahan induknya sehingga akan sulit digunakan sebagai lahan pertanian apabila tidak diolah dengan baik. Tujuan dari penelitian ini baru pada tingkatan untuk   identifikasi sifat fisika tanah di Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas kemudian Pemetaan sifat fisika tanah berdasarkan peta satuan lahan di Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Satuan lahan Desa Tebas Sungai Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas memiliki 4 satuan lahan yang mana SL 1   memiliki luas 338,34 Ha dengan tekstur liat berdebu,   C-organik sangat rendah (1,10 %), bobot isi tinggi (1,20 g/cm3), porositas rendah (51,10%), permeabilitas lambat (0,25 cm/jam) dan drainase tanah agak baik. SL 2 memiliki luas 80,09 Ha dengan tekstur liat berdebu, C-organik sangat rendah (1,43 %), bobot isi tinggi (1,21 g/cm3), porositas rendah (51,46%), permeabilitas lambat (0,31 cm/jam) dan drainase tanah baik. SL 3   memiliki luas 594,11 Ha dengan tekstur liat berdebu,   C-organik sangat rendah (1,24 %), bobot isi sedang   (1,13 g/cm3), porositas rendah (52,29 %), permeabilitas lambat (0,24 cm/jam) dan drainase tanah agak baik. SL 4   memiliki luas 92,02 dengan tekstur liat berdebu,   C-organik sangat rendah (1,05 %), bobot isi tinggi (1,59 g/cm3), porositas rendah (39,78 %), permeabilitas lambat (0,19 cm/jam) dan drainase tanah baik

Kata Kunci   : Fisika Tanah, Pemetaan, Satuan Lahan

References

Abdullah, T.S. 1993. Survei Tanah dan Evaluasi Lahan. Penebar Swadaya. Bogor.

Aisyah. 1986. Perbandingan Sifat-sifat fisika tanah Andosol di Sumatera Barat. Padang.

Arsyad, S. 2000. Konservasi Tanah dan Air. Institut Pertanian Bogor Press. Bogor.

Baver, L.D. (1972). Soil Physics, Third Printing, Modern Asian edition

Budiati, I. W. L. 2005. Pemetaan Persebaran Hutan Menurut Klasifikasi Fungsi Hutan di Kabupaten Blora Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Universitas Negeri Semarang. Semarang.

Budiman. 1999. Menuju Industri Sistem Informasi Geografi yang Andal. Lembaga Informasi Pembangunan dan Bisnis Indonesia (LIPBI). Jakarta

Burhanuddin. 1979. Pengaruh Beberapa Sifat Fisika Tanah Terhadap Pengelolaan Air dan Masalahnya di Sumatera Barat. Padang.

Donahue, R.L., Miller, R.W. dan Shicluna, J.C. 1997. Soil an Introduction to Soil and Plant Gwrowth. Fourth Edition. Prenticy-Hall. Inc. Englewood Cliffs. New Jersey.

Foth, H. D. 1998. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Gandassmita, K., Kusumo, N. 1999. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Tanah Untuk Delineasi Zona Agro-ekologi. Prosiding Kongres Nasional VII HITI. Pemanfaatan Sumberdaya Tanah Sesuai dengan Potensinya Menuju Keseimbangan Lingkungan Hidup dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat. Himpunan Ilmu Tanah Indonesia. Bandung.

Hakim, N., Pulung, M.A., Nyakpa, M.Y., Lubis, A. M., Saul, M.R., Diha, M.A. Hong, G.B., Bailey, H.H. 1986. Dasar-dasr Ilmu Tanah. Penerbut Universitas Lampung. Lampung.

Hardjowigeno. 2003. Ilmu Tanah. Akademik Pressindo. Jakarta

Haridjaja. O 1980. Pengantar Fisika Tanah. Institut Pendidikan Latihan dan Penyuluh Pertanian . IPB. Bogor.

Hillel, D. 1996. Introduction to Soil Physics. Departement of Plant dan Soil Sciences. University of Massachusetts Amherst, Massachusetts. Academic Press. Ney York

Lembaga Penelitian Tanah. 1979. Peenuntun Analisa Fisika Tanah. Departemen Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.

Luki, U. 1999. Fisika Tanah Dasar 2 (Air Tanah). Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Padang.

______. 2007. Dasar-Dasar Fisika Tanah Pertanian Terapan I (Matrik Tanah) teori dan contoh-contoh Soal. Padang Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Padang.

Rohlini dan Soeprapto Soekodarmodjo. 1989. Pengaruh Pemberian Bahan Organik, Kampur dan Ferrisulfat Terhadap Beberapa Sifat Fisika Tanah Kaitannya Dengan Pertumbuhan Tanaman Pada Lahan Kritis. Berkala Penelitian Pascasarjana UGM, Yogtakarta

Sarief, S. 1985. Evaluasi Sumber Daya Lahan. Tarsito. Bandung.

_______. 1980. Fisika Tanah Dasar. Serial publikasi Ilmu-ilmu Tanah. Bandung

Subardja, D., A. Priyono dan Rasta. 1993. Potensi Sumber Daya Lahan Sumatera Barat. Dalam Prosiding Penerapan Hasil Penelitian Sumber Daya Lahan. Padang.

Suripin. 2004. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Penerbit ANDI. Yogyakarta Yulnafatmawita. 2004. Peuntun Praktikum Fisika Tanah. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Padang.

Verstappen, H.Th. 1970 Introduction to The ITC – System of Geomorpholo-gy Survey. KNAG Geografisch Tijdschrift, Vol 4.

Downloads

Published

2024-07-31

Issue

Section

Articles