STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN SUNGAI SADE DUSUN EMANG DESA GALAR KECAMATAN SOMPAK KABUPATEN LANDAK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v14i2.81440Keywords:
Dominansi, Keanekaragaman, Keseragaman, MakrozoobentosAbstract
Sungai Sade terletak di Dusun Emang, Desa Galar, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak dan dimanfatkan oleh masyarakat setempat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Adanya aktivitas-aktivitas tersebut dapat menjadi limbah bagi ekosistem perairan, yang mempengaruhi kehidupan organisme salah satunya makrozoobentos. Makrozoobentos sering dijadikan sebagai indikator kualitas perairan. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian mengenai Struktur Komunitas Makrozoobentos di Sungai Sade. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos yang terdiri dari komposisi, kepadatan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi, serta mengetahui hubungan antara parameter lingkungan dengan kepadatan makrozoobentos di Sungai Sade. Penelitian dilakukan mulai bulan Januari sampai Februari 2024 di Sungai Sade, Dusun Emang, Desa Galar, Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak. Penentuan stasiun pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang dilakukan berdasarkan tata guna lahan dipinggir/sempadan Sungai. Pengambilan sampel makrozoobentos per stasiun dibagi menjadi 4 titik, yaitu 2 area riffle dan 2 area pool, dan pengambilan data makrozoobentos dilakukan sebanyak 6 kali selama 2 bulan. Hasil penelitian menunjukkan komposisi makrozoobentos berjumlah 1.558 individu terdiri dari 10 ordo, 14 famili dan 15 genus. Kepadatan tertinggi terdapat pada stasiun III yaitu 6744 (Ind/m2). Nilai indek keanekaragaman tergolong sedang, indeks keseragaman tinggi dan indeks dominansi rendah. Parameter lingkungan yang paling erat hubungannya dengan kepadatan yaitu suhu dengan niali korelasinya yaitu -1,000.
References
Andri S, Y., Endrawati, H., & Zainuri, M. (2012). Struktur Komunitas Makrozoobentos di Perairan Morosari , Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Journal Of Marine Research, 235-242.
Astuti, C. C. (2017). Analisis Korelasi untuk Mengetahui Keeratan Hubungan antara Keaktifan Mahasiswa. Journal of Information and Computer Technology Education, 1-7.
Chandra Y, Marnix L, Roni K, Marina FO, Singkoh. 2014. Kelimpahan serangga air diSungai
Toraut Sulawesi Utara. Journal MIPA Unsrat Online 3:74–78.
Hanibe, J. J., Mamangkey, N. G., Manembu, I., Boneka, F., Ompi, M., & Pangemanan, N. (2022). Kepadatan dan Keanekaragaman Jenis Fauna Bentos (>1MM) Pada Daerah Pecahan Karang di Perairan Kelurahan Molas Teluk Manado. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis, 2022, 10, 24-32.
Odum, E.P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi, (3rd ed). Tjahjono S. (penterjemah). Gajah Mada
University Press. Yogyakarta. 697p.
Ridwan, M., Fathoni, R., Fatihah, I., & Pangestu, D. A. (2016). Struktur Komunitas Makrozoobentos di Empat Muara Sungai Cagar Alam Pulau Dua, Serang, Banten. Jurnal Biologi, 9, 57-65.
Simanjuntak, S. L., Muskananfola, M. R., & Taufani, W. T. (2018). Analisis Tekstur Sedimen dan BahanOrganik Terhadap Kelimpahan Makrozoobentos di Muara Sungai Jajar, Demak. JOURNAL OF MAQUARES, 423-430.
Trianto, M., Nuraini, Sukmawati, & Kisman, M. D. (2020). Keanekaragaman Genus Serangga Air Sebagai Bioindilator Kualitas Perairan. Jurnal Sains dan Teknologi, 61-68.
Ulfazillah, A. (2018). Keanekaragaman Makroorganisme Aquatik di Kawasan Wisata Sungai Brayeun Kecamatan Leupung Aceh Besar Sebagai Referensi Mata Kuliah Ekologi Hewan. Aceh: Afzal Ulfazillah.
Zulkifli, H., & Setiawan, D. (2011). Struktur Komunitas Makrozoobentos di Perairan Sungai Musi Kawasan Pulokerto sebagai Instrumen Biomonitoring. Jurnal Natur Indonesia, 1, 95-99.