PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT DI LAHAN PASANG SURUT SULFAT MASAM DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v13i3.81961Keywords:
Biolfertilizer, NPK, saturated soil cultivation, tidal land, tomatoesAbstract
Tomat (Lycopersium esculentum Mill.) merupakan produk hortikultura yang banyak digemari oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi dan dosis terbaik dari pupuk hayati dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tomat di lahan pasang surut sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air. Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang terletak di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat berlangsung pada tanggal 10 Mei "“ 17 Juli 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu pupuk hayati terdiri dari 3 taraf perlakuan 5, 10 dan 15 ml/L air dan faktor kedua adalah pupuk NPK dengan 3 taraf perlakuan 300, 450 dan 600 kg/ha. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap variabel berat per buah dan berat buah per tanaman. Serta berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman, diameter batang, berat kering tanaman, volume akar, luas daun, jumlah buah per tanaman. Pemberian pupuk berpengaruh nyata terhadap variabel berat kering tanaman, berat per buah dan berat buah per tanaman dan interaksi antara pupuk hayati dan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman, berat per buah dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukan adanya interaksi antara pupuk Hayati dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tomat dilahan pasang surut sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air dan pemberian pupuk hayati sebanyak 5 ml/l + NPK 300 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tomat dilahan pasang surut sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air
References
Astarini, I. D. (2009). Pemulian Tanaman Sayuran.
Badan Pusat Statistik (BPS). 2021. Kalimantan Barat dalam Angka. Pontianak. Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat:
Badan Pusat Statistik (BPS). 2021. Kalimantan Barat dalam Angka. Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat: Pontianak
Hayatudin. 2021. Pengaruh Pupuk Npk dan Interval Waktu Penyiangan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit Lokal Buol (Capsicum Frutescens L.). Jurnal Agrokompleks Tolis. Vol (1) No 2. Hal 39-44
Ma’aruf, Amar. 2016. Pertumbuhan dan produksi Tanaman Sawi Dengan Pemberian Bokasi. Jurnal Agrisistem. 4(2) : 75-80.
Masfufah, Ainun. 2012. Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati (Biofertilizer) pada Berbagai Dosis Pupuk dan Media Tanam yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Tomat (Lycopersicon Esculentum). Program Studi Biologi, Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Airlangga. Surabaya.
Paelongan, Z.P.M., Amjaya dan Elyani. 2004. Pengaruh pemberian mulsa plastik hitam perak dan dosis pupuk kotoran ayam.terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.). Jurnal Budidaya Pertanian 10 (2): 121-128.
Prawiranata, W.S. Harran dan P. Tjondronegoro. 1995. Dasar-Dasar Fisiologi tumbuhan II. Fakultas Pertanian IPB. Bogor. Salisbury, F. B. dan Ross, C. W.
Setiadi. 2008. Dosis Pupuk Organik Pada Tanaman Cabai. Penebar Swadaya. Jakarta.
Sarigih, W. C. (2008). Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tomat Terhadap Pemberian Pupuk Phospat Dan Bahan Organik. Skripsi Tidak Dipublikasikan. Universitas Jakarta Utara.
Tjitrosoepomo, G. 2001. Botani Umum Jilid I. Angkasa. Bandung.