POLA PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI IKAN PARI KEMEJAN (RHYNCHOBATUS SPRINGERI) YANG DIDARATKAN DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) SUNGAI KAKAP, KABUPATEN KUBURAYA
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v14i3.83183Keywords:
Alometrik, Eksploitasi, Hubungan panjang berat, Pola pertumbuhan, Rasio jenis kelamin.Abstract
Ikan pari kemejan termasuk ke dalam genus Rhynchobatus dari famili Rhinidae. Ikan ini merupakan target tangkapan utama nelayan jaring insang di Kubu Raya. Seluruh bagian tubuh ikan pari kemejan dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomis. Sumber daya ikan pari kemejan (Rhyncobatus Springeri) merupakan komoditas penting dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan pari kemejan yang didaratkan di PPI Sungai Kakap. Penelitian ini dilakukan di PPI Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat pada bulan April dan Mei 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, survei, dan wawancara. Analisis data perbandingan jenis kelamin, panjang, dan berat dilakukan pada sampel ikan pari kemejan. Hasil analisis perbandingan jenis kelamin ikan pari kemejan jantan dan betina adalah 1,00:1,44, hal ini menunjukkan bahwa jumlah ikan jantan yang tertangkap relatif sama dengan jumlah ikan betina yang tertangkap. Hasil analisis hubungan panjang dan berat ikan pari kemejan diperoleh nilai a sebesar 20,643 dan nilai b sebesar 0,6770. Nilai tersebut merupakan pola pertumbuhan alometrik negatif untuk ikan jantan dan betina. Alometrik negatif menjelaskan bahwa pertumbuhan panjang lebih cepat daripada pertumbuhan berat. Umumnya ditambah panjang dan beratnya sama, namun ikan pari kemejan memiliki pertumbuhan panjang yang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan beratnya. Penelitian ini penting dilakukan karena eksploitasi sumber daya ikan pari kemejan yang ada di Kalimantan Barat sangat tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi sumber daya ikan serta dapat memberikan saran pengelolaan yang dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan penentuan kebijakan yang akan diterapkan terhadap eksploitasi sumber daya ikan pari kemejan.References
Bagenal T B, Tesch F W. 1978. Age and Growth. In: Methods for Assessment of fish Production in Freshwater. Bagenal T.B. (ed), pp.100-136, 3rd Edition,Rlacwen Scientific Publication, Oxford,uk.
Biring D. 2011. Hubungan Bobot Panjang Dan Faktor Kondisi Ikan Pari (Dasyatis kuhlii, Muller & Henle, 1841) Yang Didaratkan Di Tempat Pelelangan Ikan Paotere. Makassar Sulawesi Selatan. Skripsi [Tidak dipublikasikan]. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanudin, Makassar. Hal ; 18-25.
[BPSPL Pontianak] Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Pontianak. 2022. Laporan Monitoring dan Pendataan Hiu dan Pari di Kalimantan Barat. BPSPL Pontianak, Pontianak.
Dharmadi, Sunarno M T D, Edrus I N. 2011. Perikanan dan Aspek Biologi Ikan Pari Lampengan, Mobula japanica di Perairan Selatan Jawa. BAWAL 2(6): 369-376.
Effendie, M I. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.
Harlyan. Andini K, Meysella A, Ranny R Y. 2015. Pendataan Hiu Yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Pantai Muncar, Banyuwangi. Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan, Universitas Brawijaya: Malang.
Merta I G S. 1993. Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) Bleeker, 1953 dari Perairan Selat Bali. Jun. Pen. Per. Laut (73) : 35-44
Musick J A, Burgess G, Cailliet M, Camhi, Fordham S. 2000. Management of Sharks and Their Relatives (Elasmobranchii). Fisheries.March, 9-13.
Omar A, Bin S. 2009. Modul Praktikum Biologi Perikanan. Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar.
Sadidi D, Mustika C, Sarmintohadi .2014.Pedoman Identifikasi dan Pengenalan Pari Manta. Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan Jakarta.
Sari I W. 2007. Biologi Reproduksi Ikan Keperas (Cyclocheclicthys apogon) di Sungai Musi Sumatera Selatan. [skripsi]. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.