RESPONS PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI PRENURSERY AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS KULIT NANAS PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v14i1.85327Keywords:
Bahan Organik, Kelapa Sawit, Kompos Kulit Nanas, Prenursery, Tanah PMKAbstract
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas utama perkebunan. Prenursery merupakan tahap awal pembibitan kelapa sawit yang dimulai dari penyemaian kecambah sampai tanaman berusia 3 bulan. Penggunaan tanah PMK sebagai media tanam prenursery memiliki kendala kesuburan yang rendah baik dari segi fisik, biologi, dan kimia sehingga diperlukan penambahan kompos kulit nanas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resposns pertumbuhan kelapa sawit di prenursery akibat pemberian kompos kulit nanas serta mendapatkan dosis kompos kulit nanas yang terbaik bagi pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 perlakuan yaitu n1 (38 g/polybag atau setara 3% bahan organik), n2 (84 g/polybag atau setara 6% bahan organik), n3 (131 g/polybag atau setara 9% bahan organik), n4 (178 g/polybag atau setara 12% bahan organik), n5 (225 g/polybag atau setara 15% bahan organik) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan terdapat 4 tanaman sampel sehingga terdapat 80 satuan percobaan. Variabel pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter bonggol (cm), volume akar (cm3), dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai dosis kompos kulit nanas memberikan respons yang baik terhadap jumlah daun kelapa sawit di prenursery. Pemberian kompos kulit nanas 225 g/polybag kompos kulit nanas atau setara 15% bahan organik merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK dan pemberian kompos kulit nanas 38 g/polybag atau setara 3% bahan organik merupakan dosis yang efesien untuk pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK.
References
Fikri, K. 2013. Pengaruh Volume Media dalam Polybag terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit. Skripsi. Pekanbaru: Fakultas Pertanian Universitas Riau. 1(1), 1-8.
Hariati. 2021. Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Kompos Nanas terhadap Hara Makro Podsolik Merah Kuning (PMK). Skripsi Thesis Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Hardjowigeno. 2003. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Perssindo.
Heriyanto, R., Idwar & Friida. 2016. Pengaruh Pupuk Hijau Aotla microphylla dan NPK terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Fase Main Nursery. Jurnal Online Mahasiswa Faperta. 3(2), 1-13.
Lakitan. B. 2007. Fisiologi Pertumbuhan Dan perkembangan Tanaman. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Manahan, S., Idwar, dan Wardati. 2016. Pengaruh Pupuk NPK dan Kascing terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Fase Main Nursery. Jurnal Online Mahasiswa Faperta, 3(2), 1-10.
Pramesti, A. D., dan Fitrihidajati, H. 2022. Pemanfaatan Kompos Berbahan Baku Limbah Baglog dan Kulit Nanas pada Bioremediasi Tanah Tercemar Limbah Oli. LenteraBio, 11(3), 536-544.
Rolanda, I. A., Zainul, A., dan Sulistyawati. 2021. Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pahit (Brassica juncea L.). Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan, 5(2), 1-6.
Triadiawarman, D., Dhani, A., dan Joko, K. 2022. Peran Unsur Hara Makro terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium cepa L.). Jurnal AGRIFOR, 9(1), 1-6.
Supriyanti, A. A. 2017. Kandungan Nitrogen dan Kalium Pupuk Organik Cair Kombinasi Kulit Nanas dan Daun Lamtoro dengan Variasi Penambahan Jerami Padi. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Widodo, K. H., dan Zaenal, K. 2018. Pengaruh Kompos terhadap Sifat Fisik Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Jagung di Inceptisol. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 5(2), 959-967.
-967.