PENGARUH JENIS MULSA DAN KAPUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PMK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v14i2.85722Keywords:
bawang merah, kapur, mulsa, podsolik merah kuning, Singkawang, weedmatAbstract
Untuk meningkatan kesuburan tanah PMK dapat ditempuh dengan pemberian kapur dan mulsa pada tanaman bawang merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis mulsa dan berapakah dosis kapur terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil budidaya tanaman bawang merah pada tanah PMK penelitian dilaksanakan di Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang. Bulan Febuari sampai Mei 2024. Penelitian Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah Mulsa (M) yang terdiri dari m1 = mulsa sintetik weedmet m2 = mulsa plastik hitam perak m3 = mulsa jerami dan faktor kedua adalah Kapur (A) yang terdiri dari a1= 5 ton/ha setara 1 kg per petak, a2= 10 ton/ha setara 2 kg per petak, a3= 15 ton/ha setara 3 kg per petak. Variabel yang diamati pada penelitaian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah umbi per petak, berat kering angin umbi per petak dan jumlah umbi per rumpun. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara mulsa dan kapur terhadap jumlah daun umur 8 MST dan jumlah umbi per rumpun. Pemberian mulsa jerami merupakan jenis mulsa yang terbaik dalam meningkatkan berat basah umbi per petak dan jumlah umbi per rumpun bawang merah pada tanah PMK. Pemberian kapur sebanyak 15 ton/ha merupakan dosis terbaik yang dapat meningkatkan berat basah umbi per petak, berta kering angin umbi per petak dan jumlah umbi per rumpun pada tanah PMK.
References
Ansar. (2012). Pengaruh Mulsa Dan Sumber Unsur Hara Nitrogen Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium cepa var. ascalonicum). Jurnal Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4, April 2017: 625 – 631 ISSN: 2527-8452.
Anas, M., Yasin, M., & Pratama, A. (2018). Pengaruh Mulsa Plastik dan Weedmat terhadap Pertumbuhan Tanaman dan Efektivitas Pengendalian Gulma. Jurnal Agronomi, 14(3), 87-98.
Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2020. Provinsi Kalimantan Barat dalam Angka Tahun 2020. Pontianak: BPS Kalimantan Barat.
Fitriani. (2020). Respon Fisiologis Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Cekaman Suhu Tinggi. Jurnal Agronomi Indonesia, 48(2), 95-102.
Havlin, J. L., Tisdale, S. L., Nelson, W. L., & Beaton, J. D. (2014). Soil Fertility and Fertilizers: An Introduction to Nutrient Management (8th ed.). Pearson.
Hartanto, S. (2005). Pengaruh Mulsa terhadap Kelembaban Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. Jurnal Agroekoteknologi, 10(2), 120-130.
Rahman, M. M., Alam, M. S., & Rahman, A. S. (2015). Effect of Organic Mulch on Soil Temperature, Moisture, and Growth of Crops. Agricultural Science Journal, 12(4), 237-245.
Sutanto, R. (2016). Pengaruh Kapur terhadap Peningkatan pH dan Ketersediaan Unsur Hara pada Tanah. Jurnal Ilmu Tanah, 12(3), 101-110.
Sutanto, R. (2009). Pengaruh Mulsa Jerami terhadap Pertumbuhan Tanaman dan Kualitas Tanah. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 11(2), 105-115.