Analisis Nilai Tambah Pengolahan Kerupuk Ikan di Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v4i1.8655Abstract
Produksi dari suatu usaha penangkapan ikan laut sebagian besar adalah berupa ikan segar yang segera dijual kepada konsumen, namun saat produksi melimpah seringkali hasil produksi tidak dapat terjual seluruhnya, sedangkan ikan laut memiliki sifat yang mudah rusak/busuk. Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan daya simpan dan daya awet produk perikanan pasa pasca panen melalui proses pengolahan maupun pengawetan.
Penelitian ini menganalisis seberapa besar nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan kerupuk ikan pada usaha industri rumah tangga di Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Lokasi penelitian yaitu di Desa Kuala dan Desa Parit Baru dengan dasar pertimbangan bahwa lokasi tersebut berdekatan dengan pesisir pantai yang mayoritas banyak mengolah kerupuk ikan. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 27 pengusaha. Karena jumlah populasi sedikit, maka semua pengusaha diambil sebagai sampel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis nilai tambah pengolahan menurut Hayami.
Hasil analisis data terdapat Nilai tambah yang berbeda "“ beda, Nilai tambah terbesar yang diperoleh pada usaha kecil rumah tangga adalah Rp 12.722 per Kg. Jika nilai tambah tersebut dibagi dengan nilai produk maka diperoleh rasio nilai tambah sebesar 28,78 %. Ini berarti dari Rp 44.200 per Kg nilai produk, 28,78 % merupakan nilai tambah dari pengolahan produk. Sedangkan nilai tambah terkecil dengan nilai Rp 8.089 per Kg, dengan rasio nilai tambah sebesar 19,03 % dari pengolahan produk, dan nilai tambah rata-rata sebesar Rp. 10.815,30 per Kg, dengan rasio nilai tambah sebesar 25,20 % per Kg dari pengolahan produk.
Kata Kunci: Nilai Tambah, Industri Rumah Tangga, Kerupuk Ikan, Hayami