PENGARUH PUPUK KOTORAN AYAM DAN PHONSKA TERHADAP POPULASI MIKROBIA PELARUT FOSFAT PADA TANAH ULTISOL YANG DITANAMI TANAMAN CABAI RAWIT

Authors

  • A. Ulipiana S Angreni
  • Ismahan Umran
  • Dwi Zulfita

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v4i1.8703

Abstract

Rendahnya unsur hara pada tanah ultisol seperti halnya unsur hara mikro dan makro dikerenakan tanah jenis   ini   didominasi   oksida   Al   dan   Fe serta   daya ikat P yang tinggi sehingga menyebabkan unsur P tidak   tersedia   dalam   tanah.   Pupuk   P   yang diberikan   akan   terfiksasi dan segera   membentuk   senyawa   yang sukar   larut dengan   ion-ion   Al   dan   Fe   dan   terikat oleh   oksida-oksida   Al   dan   Fe   sehingga   unsur   P menjadi   sukar   tersedia   bagi   tanaman, (Wulandari, 2001). Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan penambahan bahan organik dari luar menggunakan pupuk kotoran ayam yang berfungsi untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan aktifitas mikrobia tanah, dengan adanya mikroba pelarut fosfat yang dapat menghasilkan asam organik sehingga kelarutan Al dapat diturunkan karena adanya pengikatan oleh asam organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kotoran ayam dan phonska terhadap populasi mikrobia pelarut fosfat (MPF) pada tanah ultisol yang ditanami tanaman cabai rawit. Metode penelitian ini adalah metode MPN, berdasarkan hasil jumlah populasi yang di peroleh, adapun hasil penelitan ini ditemukan jumlah populasi MPF dari sample tanah tersebut diketahui pada pengunaan pupuk cair dan phonska lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk padat dan phonska, sehingga berdasarkan hasil tersebut bahwa pada pengunan pupuk cair dan phonska lebih baik.

Published

2015-07-07

Issue

Section

Articles