PENGARUH PUPUK HAYATI DAN KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v15i3.87186Keywords:
Alluvial, Shallot, Biological Fertilizer, KNO3 FertilizerAbstract
Bawang merah (Allium ascolonicum L) merupakan komoditas sayuran yang telah lama diusahakan petani secara intensif. Tanah aluvial secara keseluruhan mempunyai unsur hara yang rendah. Pemberian pupuk hayati (Bioboost) dapat memperbaiki, meningkatkan kandungan organik di dalam tanah. Pupuk KNO3 menyediaan unsur hara dalam tanah terutama unsur hara makro seperti K, N. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis dan interaksi Pupuk hayati dan KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan dimulai 3 september 2022 - 10 november 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, terdiri dari dua faktor. Faktor pertama pupuk hayati 3 taraf yaitu b1= 5 ml/l b2 =10 ml/l b3 =15 ml/l dan faktor kedua pupuk KNO3 3 taraf yaitu k1 = 150 kg/ha k2 = 225 kg/ha k3 = 350 kg/ha. Tidak ada interaksi pemberian pupuk hayati dan KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah, Pemberian pupuk hayati dapat meningkatkan jumlah anakan, jumlah umbi, berat segar umbi, dan berat kering angin umbi tanaman bawang merah, namun memberikan pengaruh yang sama terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Pemberian pupuk hayati bioboots 10 ml/l merupakan dosis terbaik dalam pertumbuhan dan hasil bawang merah sedangkan pemberian pupuk KNO3 memberikan pengaruh yang sama terhadap seluruh variabel pengamatan penelitan.References
Agustina, L. 1990. Dasar Nutrisi Dan Tanaman. Rineka Cipta: Jakarta.
Cahyono, B. 2005. Bawang Daun, Teknik Budi Daya dan Analisis Usaha Tani. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Gunawan, D. 2010. Budidaya Bawang Merah. Jakarta: Agritek.
Lakitan. 2011. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Maheswari, O. 2021. Panduan Bioteknologi Pertanian. Yogyakarta: Diva Press
Rachmat dkk. 2019. Rachmat, Erwin A, dan Tri M. Pupuk Organik Hayati: Aplikasi untuk Budi Daya Hijauan Pakan Ternak, Padi Gogo, dan Sayuran. Jakarta: LIPI Press.
Simanungkalit, R. D. M., D. A. Suriadikarta, R. Saraswati, D. Setyorini, dan W. Hartatik. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Dalam: Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Jawa Barat
Utomo, P,S . dan Suprianto, A. 2019. Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (allium ascalonicum l.) Varietas Thailand Terhadap Perlakuan Dosis Pupuk Kusuma Bioplus dan KNO3 Putih. Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia. Vol 4. No 1. 28-33